Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risiko Paparan Asap Rokok Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Penyakit Paru Anak : Tinjauan Pustaka Syarifah, Anisa Ulaya; Riskyana, Claudya Dwie; Tjahyanto, Teddy
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan pada masa kehamilan harus dijadikan perhatian khusus pada ibu hamil karena memiliki pengaruh terhadap kesehatan janin dan anak di masa mendatang. Terutama pengaruh paparan asap rokok pada lingkungan yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit saluran pernapasan. Dalam hal ini Secondhand Smoke (SHS) memiliki pengaruh kuat yang dapat berdampak pada gangguan perkembangan janin seperti pada organ paru, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), peningkatan kejadian ISPA, dll. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menyimpulkan zat SHS yang berdampak pada perkembangan dan penyakit paru anak. Penulis melakukan pencarian, pemilahan dan analisis literatur-literatur ilmiah dengan kata kunci exposure tobacco smoke, pregnancy, prenatal, maternal, respiratory tract disease, children. Sumber literatur yang digunakan adalah google scholar, pubmed, science direct dengan jangka waktu 10 tahun terakhir (2012-2022). Hal yang paling penting dalam SHS yaitu zat yang terkandung dalam asap rokok yang dihirup oleh ibu hamil. Terdapat tiga jenis zat yang memiliki mekanisme kuat yang mempengaruhi janin, diantaranya Karbon Monoksida menyebabkan kurangnya pasokan oksigen pada darah bayi melalui plasenta sehingga dapat menyebabkan cacat lahir, dll. Nikotin yang mempengaruhi perkembangan paru janin dengan nAChRs (reseptor asetilkolin nikotinat) dan mengurangi aktivitas enzim antioksidan dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dapat menimbulkan asma pada anak dengan memodulasi metilasi DNA dari gen pertumbuhan melalui plasenta ibu. Dari ketiga jenis zat tersebut dapat disimpulkan bahwa SHS berpengaruh kuat terhadap perkembangan dan penyakit paru anak dengan mekanisme sama yaitu dapat melewati plasenta. Namun, mengenai dampak langsung atau terdapat durasi rentang dari prenatal ke postnatal penyakit paru pada anak belum didapatkan laporan pasti, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menguraikan lebih lanjut.
STATUS GIZI LANSIA PANTI WERDHA HANA DAN SASANA TRESNA WERDHA RIA PEMBANGUNAN DENGAN MNA DAN IMT Riskyana, claudya dwie; Meilani Kumala
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24632

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), proporsi populasi dunia di atas 60 tahun akan meningkat hampir dua kali lipat dari 12% menjadi 22% antara tahun 2015 dan 2050. Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat diperkirakan 40 juta jiwa (13,8%) pada tahun 2035. Penelitian yang dilakukan di India pada 170 lanjut usia menunjukkan 34,2% prevalensi malnutrisi dan 47,6% berisiko malnutrisi. Seiring meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) dunia, prevalensi malnutrisi akan meningkat menjadi 29,1% pada tahun 2080. Penilaian status gizi pada lansia merupakan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menghindari penyakit yang dapat terjadi. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menilai status gizi lansia. Pada penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menilai status gizi lansia Mini Nutritional Assessment (MNA) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Responden merupakan lansia dari panti werdha hana dan sasana tresna werdha Ria Pembangunan yang bersedia. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling dan dianalisis menggunakan deskriptif. Hasil analisis didapatkan status gizi normal berdasarkan MNA 55 responden (59,1%) dan berdasarkan IMT 35 responden (37,6%). Dilakukan analisis berdasarkan usia menunjukkan status gizi normal mayoritas pada lanjut usia (60-74 tahun). Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar lansia mempunyai status gizi dalam batas normal berdasarkan MNA dan IMT.