Articles
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami terhadap Akseptor Implan Lebih Rendah dibandingkan dengan Suntik KB di Puskesmas Kemiri Kabupaten Tangerang
Herlina, Dini;
Nency, Olivia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang Pentingnya pengetahuan dan dukungan suami dalam pemilihan kontrasepsi implant karena dengan melibatkan suami dalam proses pengambilan keputusan metode kontrasepsi jangka panjang khususnya implant dapat memperkuat komunikasi dan menghormati kebutuhan masing – masing. Tujuan Penulisaan : untuk mengetahui pengetahuan dan dukungan suami terhadap akseptor implant lebih rendah dibandingkan dengan suntik KB di Puskesmas Kemiri Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan total samping yaitu 90 ibu akseptor KB suntik Di Puskesmas Kemiri Kabupaten Tangerang yang diambil secara non probability sampling dengan metode purposive samping. Pengetahuan dan dukungan suami diukur menggunakan Kuesioner . Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square menggunakan program statistik SPSS. Hasil Penelitian Chi-square didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,130, karena p-value > ? (p-value<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan terhadap akseptor implant lebih rendah dibandingkan dengan suntik KB di Puskesmas Kemiri Kabupaten Tangerang dan ada hubungan dukungan suami terhadap akseptor implant lebih rendah dibandingkan dengan suntik KB di Puskesmas Kemiri Kabupaten Tangerang menggunakan Chi-square didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,000, karena p-value < ? (p-value<0,05) Kesimpulan dan Saran : diharapkan dapat Perlu kerja sama terhadap tim bidan yang lain dalam memberikan informasi bukan hanya pada akseptor KB akan tetapi lebih baik melibatkan suami untuk di sampaikan program KB dengan memberikan pengetahuan metode kontrasepsi jangka panjang salah satunya kontrasepsi implan.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESERIA DI RUMAH SAKIT “S” KABUPATEN TANGERANG
Sukmawati, Hany;
Nency, Olivia
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10715
Latar Belakang : Penyebab kegagalan praktek ASI eksklusif salah satunya faktor dari ibu terutama ibu post sectio caeseria cenderung mengalami masalah dalam pengeluaran ASI akibat dari timbulnya nyeri post partum yang secara fisiologis dapat menghambat pengeluaran hormon oksitosin yang berguna untuk kelancaran pengeluaran kolostrum. untuk membantu meningkatkan pengeluaran kolostrum pada ibu post sectio caeseria dapat dilakukan dengan pijat oksitosin. Tujuan Penulisaan : Untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Pada Ibu Post Sectio Caeseria Di Rumah Sakit “S” Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : jenis penelitian ini menggunakan design quasy eksperimen. Waktu penelitian dari November-desember 2023 dengan 30 sampel yang terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol uji statistik menggunakan uji independent sampel t-test. Hasil Penelitian : didapatkan Rata-rata waktu pengeluaran kolostrum pada kelompok intervensi 20,6800 Sedangkan pada kelompok kontrol dengan nilai rata-rata waktu 25,1940. Hasil uji statistik Independent Sample T-Test Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 yang mana 0,000< 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa ada “Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Pada Ibu Post Sectio Caeseria Di Rumah Sakit “S” Kabupaten Tangerang”. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan pihak terkait seperti tenaga medis agar dapat meningkatkan pemberian pijat oksitoin pada ibu yang belum mengeluarkan ASI kolosotrum Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Kolostrum, Post Sectio Caeseria
HUBUNGAN TERPAPAR MEDIA PORNOGRAFI DAN PERAN ORANG TUA PENGGUNAAN HP TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SEKSUAL DI SDN 1 LEUWIDINGDING TAHUN 2023
Rojanah, Elin;
Nency, Olivia
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10846
Latar Belakang : Munculnya internet menghadirkan tantangan baru, jika sebelumnya media massa hadir dalam bentuk yang dimiliki secara berkelompok, kini seseorang dapat dengan mudah mendapatkan informasi lewat perangkat yang dikenal dengan handphone. Perilaku menonton video atau melihat situs khusus dewasa juga dianggap hal yang lumrah, bahwa beberapa faktor penyebab perilaku seks beresiko remaja adalah keterpaparan dengan media massa, peranan orang tua yang minim dan faktor teman sebaya. Tujuan Penulisan : Untuk Mengetahui Hubungan Terpapar Media Pornografi Dan Peran Orang Tua Penggunaan HP Terhadap Pengetahuan Tentang Seksual Di SDN 1 Leuwidingding Tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Hasil Penelitian : Adanya hubungan terpapar media pornografi terhadap pengetahuan sesksual serta perlu adanya kedekatan antara orang tua terhadap anaknya terkait tentang pengetahuan seksual sehingga anak dapat memahami hal- hal yang tidak boleh dilakukan. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan penyuluhan tentang perilaku seksual sehingga dapat mengatasi terjadinya perilaku seksual, dan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk mengembangkan peneliti selanjutnya terkait dengan pengetahuan seksual pada anak SD.
PENGARUH KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TERHADAP STATUS GIZI DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH PADA BAYI DIPUSKESMAS CIKUPA
Amlia, Devi Armiyanti;
Nency, Olivia
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10681
Latar Belakang : Berdasarkan Angka kejadian anemia pada Ibu hamil di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada tahun 2019 adalah 8212 orang dan meningkat menjadi 9.652 pada tahun 2022 dan Angka Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Banten yaitu 9,7-10% dan menduduki peringkat ke-15 di Indonesia. Tujuan Penulisaan : untuk mengetahui hubungan pengaruh kejadian anemia terhadap status gizi dan berat badan lahir rendah di Puskesmas Cikupa. Metode Penelitian : penelitian ini yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember Puskesmas Cikupa. Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan total samping yaitu penelitian semua Ibu Hamil dengan anemia yg sudah melahirkan di Puskesmas Cikupa Periode Mei – Oktober 2023 terdata berjumlah 68 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil analisis kejadian anemia terhadap status gizi dan berat badan lahir rendah menggunakan Chi-square didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,000, karena p-value < α (p-value < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kejadian anemia terhadap status gizi dan berat badan lahir rendah. Serta adanya pengaruh status gizi bayi terhadap berat badan lahir bayi. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan pada seluruh tenaga kesehatan untuk memberi memberikan penanganan yang lebih maksimal pada ibu hamil yang mengalami anemia untuk pencegahan terjadinya BBLR serta perlu diberikan pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dengan tujuan mencegah permasalahan pada status gizi ibu hamil Kata Kunci : Anemia, Status Gizi, BBLRTop of Form
PENGARUH ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI UPTD PPA KAB. LEBAK
Yanuar, Ai Rahmayanti;
Nency, Olivia
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jkft.v9i1.10864
Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan terdapat 33 anak yang melapor dan menjadi korban kekerasan seksual bahkan 5 korban kekerasan seksual yang menyebabkan kehamilan di wilayah kabupaten lebak, beberapa korban kekerasan seksual telah mendapatkan pendampingan ACT oleh tin UPTD PPA Kabupaten Lebak. Namun, belum ada analisis lebih lanjut terkait pengaruh ACT terhadap penurunan skor kecemasan para korban pelecehan seksual anak.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh acceptance and commitment therapy terhadap tingkat kecemasan anak korban pelecehan seksual di UPTD PPA Kab.Lebak Tahun 2023Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian intervensi dengan desain quasy eksperimental atau eksperimen semu. dimana peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa adanya kontrolHasil: Di tinjau dari Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan semua responden mangalami negative ranks yang artinya semua responden mengalami pengurangan kecemasan sesudah dilakukan acceptance and commitment therapy (ACT) . hasil uji statistik Wilcoxon di dapatkan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan acceptance and commitment therapy (ACT) dengan nilai sig (2-tailed) yaitu 0,000, Artinya adanya pengaruh acceptance and commitment therapy (ACT) terhadap tingkat kecemasan anak korban kekerasan seksual di UPTD PPA Kab.Lebak Tahun 2023Kesimpulan dan Saran: Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi ilmiah dan menambah wawasan bagi mahasiswa serta mampu mempraktekan dan melakukan terapi acceptance and commitment therapy dan upaya preventif dalam mengatasi kecemasan atau masalah psikologis pada anak dan Wanita yang mengalami pelecehan seksual atau masalah kehidupan lainKata Kunci: Acceptance And Commitment Therapy, tingkat kecemasan anak korban pelecehan seksual
ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF EARLY MARRIAGE IN BOJONGMANIK DISTRICT, LEBAK REGENCY IN 2023
Nency, Olivia;
Oktariani, Venny
HEARTY Vol 12 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/hearty.v12i2.16355
Background: Getting married at the age of less than 18 years is a reality that must be faced by some teenagers throughout the world, including in Indonesia. It is estimated that more than 60 million women aged 20-24 years. Purpose of writing: To find out factors related to the incidence of early marriage in Bojongmanik District, Lebak Regency in 2023. Research Method: This study used a descriptive design with a cross sectional study approach, the sample in this study was 61 people, chi square analysis test. Research Results: There is a relationship between economic status and the incidence of early marriage with a p-value of 0.003<0.05. There is no relationship between parental education and the incidence of early marriage with a p-value of 0.127<0.05. There is no relationship between family history of early marriage and the incidence of early marriage with a p-value of 0.547<0.05. Conclusions and Suggestions: It is hoped that this research can be an input for Bojongmanik District to conduct outreach to the community about the detrimental impact that early marriage can have on health problems. Apart from that, it also provides information on how to prevent early marriage by improving people's economic standard of living.
KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF PROSPECTIVE BRIDES AND GROOMS TOWARDS PREMARITAL SCREENING BEHAVIOR AT KUA PURWASARI KARAWANG DISTRICT IN 2023
Nency, Olivia;
Sriwahyuni, Erna
HEARTY Vol 12 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/hearty.v12i4.16162
Background: In other countries, premarital screening has become a mandatory requirement for couples who are getting married. This is because not everyone has a good health history. A person who appears healthy may be a carrier of the disease. Writing purpose: To find out the knowledge and attitudes of prospective brides and grooms towards premarital screening behavior at the KUA Purwasari Karawang District in 2023. Research Method: This research uses a quantitative type of research using a descriptive design with a cross-sectional study approach. The sample in this study amounted to 105 people, chi-square statistical analysis test. Research Results: There is an influence of knowledge (p value=0.009) and attitude (p value=0.001) on premarital screening behavior. The dominant factor that has the most influence is attitude with a p-value = 0.001 and an exp (B) value of 3.843. Conclusions and Suggestions: It is hoped that prospective brides and grooms can increase their knowledge by actively seeking information about wedding preparations, especially health problems and diseases that can be inherited so that awareness of the importance of premarital screening arises which is useful for preventing and overcoming health problems in the future.
Pengaruh senam kegel terhadap intensitas penurunan nyeri dismenorea pada remaja putri di Kabupaten Serang
Putri, Dian Priharja;
Nency, Olivia
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2022812
Adolescence is an important period due to rapid physical, psychosocial, cognitive, and emotional growth, as well as sexual and reproductive maturity. In 2020, the incidence of dysmenorrhea in women worldwide was 90% with 10-16% suffering from severe dysmenorrhea. The symptoms they experience are not relieved and can increase the risk of endometriosis. Dysmenorrhea can significantly impact quality of life, and can even have a socioeconomic impact. Physical activity is one way that can be used to reduce the intensity of dysmenorrhea. This study is a pre-experimental design with a pretest-postest control group design. The sample was 100 grade VIII students who experienced menstruation with dysmenorrhea who were randomly selected from SMPN 1 Bandung, SMPN 2 Kibin, SMPN 1 Petir, and SMPN 3 Cikande in Serang Regency. The study was conducted in July 2022 which was divided into two groups, namely the group that did Kegel exercises and the group that did not do Kegel exercises. Kegel exercises were performed with a duration of 10-15 minutes when dysmenorrhea occurred. Dysmenorrhea pain scale was measured using Numerical Rating Scales (NRS). Analysis using T-Indepent Test with SPSS 27.0. There is a difference in pain levels in the group who do Kegel exercises with a group that does not do Kegel exercises in adolescent girls with a p-value = 0.037 (p less than 0.05). Kegel exercise affects the intensity of dysmenorrhea pain reduction in adolescent girls in Serang Regency.
Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akeptor KB Di TPMB Siti Jaojiah
Nency, Olivia;
Ramadhan, Ikmah Maulani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jkm.v8i3.17762
Background: menstrual cycle irregularity is indeed one of the side effects of implanted contraception. Disorders of menstrual patterns are often found, especially in the first 6-12 months and then some women may experience amenorrhea. Based on previous research which stated that hormonal contraception can affect the occurrence of menstrual cycle disorders Purpose of Writing: For Comparison of Use of Hormonal Family Planning Against the Duration of Events of Menstrual Cycle Disturbances in Family Planning Acceptors at TPMB Siti Jaojiah Research Methods: This research is experimental in nature with a quasi-experimental design with pre-test and post-test with a quantitative approach. The location of this research was conducted at TPMB Siti Jaojiah. All KB acceptors use hormonal contraception. The inclusion criteria in this study were willing to be respondents, mothers who were not overweight or obese, mothers who experienced adequate rest and exclusion criteria were not willing to be respondents. This study used a purposive sampling technique. Research Results: Based on statistical tests the Tukey HSD test was carried out on acceptors of hormonal birth control by injection, pills and implants. It was seen that the sinificace value showed p> 0.05, which means that there was no difference between the use of injection contraception, pills and implants on the duration of the event. menstrual cycle. However, seen between injections and implants that have the same duration in the incidence of menstrual cycle disturbances. So that of the three hormonal birth control, the fastest duration of menstrual cycle disturbances was found in the use of injection contraception with a value of 3.64, then implants with a value of 4.67 and pills with a value of 7.70 Conclusions and Suggestions: as information in providing information regarding the selection of contraceptive use, hormonal contraceptives that are the fastest in experiencing menstrual disorders are injections so that the weaknesses of hormonal birth control can be conveyed to the fullest