Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of a Method for Measuring Drug Procurement Efficiency Using a Priority Scale Based on Benefit - Cost Ratio Criteria at Pekerja’s General Hospitals in 2023 Fariha Fariha; Fresley Hutapea; Nofi Erni
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2025): April : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v2i2.1456

Abstract

In Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals it is stated that hospitals must meet the requirements for location, buildings, infrastructure, human resources, pharmacy and equipment. Pharmaceutical requirements must ensure the availability of quality, useful, safe and affordable Pharmaceutical Preparations, Medical Devices and Consumable Medical Materials. The Workers' General Hospital has drug procurement data that exceeds the 2022 RKAP target, namely in the last 5 months between August and December 2022. The aim of this research is to reveal empirically the selection of providers by combining three procurement methods, namely e-catalog, direct procurement with the standardization of the Pertamedika IHC Drug Formulary and direct procurement with negotiations carried out by the hospital's own negotiation committee and a priority scale is formed to achieve efficiency targets. This priority scale meets the eligibility test for the Benefit - Cost Ratio criteria. This research was conducted at the Workers' General Hospital in Jakarta. The research time is February 2023 - June 2023. The research approach used is a qualitative approach. Meanwhile, the research method used was a case study in which researchers conducted an in-depth exploration of the process of selecting generic drug providers on a priority scale and tested their feasibility using the Benefit - Cost Ratio (BCR) method. Based on calculations, a BCR value of 1.9 was obtained, which can be interpreted as a priority scale that is feasible for the Workers' General Hospital. The results of this research have implications for hospitals because implementing effective and efficient drug procurement will ensure continuity of service with affordable drug costs.
Analisis Pola Pelayanan Farmasi Rawat Jalan Terhadap Patient Safety Dan Peningkatan Mutu Di Rumah Sakit Melati Kota Tangerang Eltra Sabarian; Cicilia Windiyaningsih; Fresley Hutapea
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2024): GJMI - MARET
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i3.402

Abstract

Mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit Melati Kota Tangerang merujuk pada tingkat keunggulan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kode etik profesi dan standar yang telah ditetapkan, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pelayanan farmasi rawat jalan terhadap patient safety dan peningkatan mutu di Rumah Sakit Melati Kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara pola pelayanan farmasi rawat jalan terhadap peningkatan mutu di RS Melati Kota Tangerang sebesar 0.083%. Hal ini menandakan bahwa perbaikan dalam pola pelayanan farmasi rawat jalan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit tersebut. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara patient safety terhadap peningkatan mutu di RS Melati Kota Tangerang sebesar 0.09%. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya dalam menerapkan langkah-langkah patient safety guna meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit dan menjaga keselamatan pasien, penelitian ini menemukan bahwa pola pelayanan farmasi rawat jalan memiliki pengaruh signifikan terhadap patient safety dan peningkatan mutu di RS Melati Kota Tangerang sebesar 49.98%. Hal ini menunjukkan pentingnya meningkatkan pola pelayanan farmasi rawat jalan dengan memperhatikan prinsip-prinsip patient safety guna mencapai mutu pelayanan yang lebih baik.
Pengaruh Efisiensi Perawat Dan Budaya Kerja Terhadap Bor Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Sebagai Variabel Mediasi Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Eka Selvia; Nurcahyo Andarusito; Fresley Hutapea
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8338

Abstract

Penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam tiga tahun terakhir (periode 2023 – 2025) mengindikasikan adanya potensi inefisiensi pemanfaatan tempat tidur. Permasalahan ini diduga berkaitan dengan faktor efisiensi sumber daya keperawatan yang meliputi beban kerja perawat, rasio perawat–pasien, dan kompetensi perawat, serta budaya kerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi perawat dan budaya kerja terhadap BOR dengan mutu pelayanan keperawatan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analitik korelasi dan analisis jalur dengan Sobel test. Sampel responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 113 perawat yang bekerja di RS Panti Waluyo dan memberikan pelayanan kepada pasien. Cara dan alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukan Mutu Keperawatan mampu memediasi Pengaruh Efisiensi Perawat dan Budaya Kerja terhadap BOR. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan merupakan mekanisme kunci dalam menjembatani pengaruh faktor SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja operasional rumah sakit. Secara manajerial, pengendalian beban kerja, pengaturan rasio perawat–pasien yang seimbang, peningkatan kompetensi klinis, serta penguatan budaya kerja kolaboratif menjadi strategi prioritas untuk meningkatkan mutu pelayanan dan optimalisasi BOR secara berkelanjutan di RS Panti Waluyo Surakarta.