Area dropzone di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi memiliki peran strategis sebagai titik singgah sementara untuk menurunkan dan menjemput penumpang secara cepat. Namun, hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa area ini sering disalahgunakan oleh pengemudi yang berhenti melebihi batas waktu yang diperbolehkan. Akibatnya, sering terjadi kemacetan, antrean panjang, dan gangguan terhadap efisiensi arus lalu lintas di sekitar terminal. Penelitian ini bertujuan: (i) untuk mengetahui bagaimana fungsi dropzone melalui penerapan sistem kamera berbasis AI di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi; (ii). Untuk mengetahui dampak penerapan system dropzone terhadap efisiensi operasional dan keamanan di bandar udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara dengan petugas AVSEC, BKO dan pihak pengelola parkir (Securindo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi ANPR mampu mencatat pelanggaran dengan tingkat akurasi tinggi, memberikan data real-time yang dapat ditindaklanjuti oleh petugas keamanan, serta dapat diintegrasikan dengan sistem parkir bandara untuk penindakan administratif. Selain itu, sistem ini mendukung pengurangan beban kerja petugas, menurunkan potensi konflik langsung di lapangan, dan memberikan efek jera kepada pelanggar. Kesimpulan dalam penelitian ini, sistem kamera berbasis AI dengan ANPR berperan penting dalam transformasi digital pengawasan lalu lintas bandara.