Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Organic Fertilizer for Rubber Trees: Implementation of Empowerment Program for Rubber Farmers in Pagar Dewa Village: Implementation of Empowerment Program for Rubber Farmers in Pagar Dewa Village Gokhan; Adi Martono; Lukas Raditya; Muhammad Raushan Fikri
Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Special Issue
Publisher : Prospect Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55381/jpm.v2i4.202

Abstract

Pagar Dewa Village is located in Lubai Ulu District, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, with vast natural potential for rubber plantations. In line with this condition, the majority of the community in Pagar Dewa Village works as rubber farmers. However, the potential has not been fully realized to its maximum benefit by the rubber farmers in Pagar Dewa Village. Various issues are faced by rubber farmers, ranging from the increase in non-subsidized fertilizer prices, the absence of fertilization for the past three years, limited information available to rubber farmers, to the threat of forest and land fires. In response to these issues, PT Perusahaan Gas Negara Tbk - Pagardewa Gas Compressor Station, through its CSR program, has implemented a community empowerment program based on rubber farmers. The program, titled "Self-Reliant, Alert, Resilient, and Prosperous Rubber Farmers" (MAS TANI MAPAN), began by reviving the farmer cooperative that had experienced a non-active phase and assisting in managing the institution. It also developed the cooperative into fertilizer, seed, and honey working groups (Pokja Pupuk, Pokja Bibit, and Pokja Madu). This program also enhances the capacity of rubber farmers through training in seedling cultivation and organic fertilizer production for rubber trees.
Asketisme Dalam Pendidikan Tinggi: Upaya Mahasiswa Mengatasi Budaya Post-Truth Di Era 5.0 Pratama, Doni; Choirul Muna; Gokhan
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2024): July
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.8782

Abstract

Pada era 5.0 yang ditandai dengan hadirnya budaya Post-Truth, pemikiran mahasiswa cenderung mengutamakan persepsi rasional dan empiris. Sehingga dapat berimplikasi pada mereduksi intuisi yang murni pemberian Tuhan. Akan tetapi, hakikatnya manusia tidak bisa lepas dari pusat eksistensi atau tuhan. penelitian ini berusaha mengungkap fakta-fakta yang berkembang terkait konsep Asketisme yang ditawarkan sebagai nilai bagi mahasiswa untuk menghadapi budaya Post-Truth. Selain itu, penulis berusaha memformulasikan konsepsi Asketisme sebagai alternatif solusi terkait eksistensi mahasiswa yang berada pada jembatan antara dunia Pendidikan dan dunia kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis eksploratif yang bersifat kualitatif-deskriptif dan bercorak pure research. Melihat pada realitas saat ini, maka perlu adanya integrasi dan interkoneksi antara pemikiran beberapa akademisi kontemporer dengan pembacaan beberapa pemikir Islam. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa asketisme modern memerlukan integrasi pilar pendidikan, Mental Building, dan Zero Mind Process. Implikasi dari tiga hal yang telah tertuang adalah dapat meminimalisir tindakan yang kurang bermanfaat dan juga dapat menjaga keseimbangan antara hubungan mahasiswa sebagai manusia dengan Tuhan, serta mewujudkan peran mahasiswa sebagai agent of change terhadap lingkungan sekitar.