I Nyoman Sutresna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DI WILAYAH PERIMETER PELABUHAN PADANGBAI Ayuniyanti, Diyas; I Made Putu Wira Kusuma Putra; I Putu Artha Wijaya; I Nyoman Sutresna
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v7i1.457

Abstract

Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang secara signifikan meningkatkan risiko kematian. Peningkatan tekanan darah pada pegawai banyak dipengaruhi pekerjaan salah satunya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan tekanan darah pada pegawai di wilayah perimeter Pelabuhan Padangbai. Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelasional dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 hingga Januari 2024. Sampel terdiri dari 158 pegawai dan ditentukan dengan teknik proportional stratified random sampling. Data primer penelitian dikumpulkan melalui wawancara menggunakan instrumen kuesioner pengukuran tekanan darah. Kelelahan kerja pegawai diukur menggunakan kuesioner Swedish Occupational. Fatigue Index (SOFI). Hubungan antara kelelahan kerja dan tekanan darah dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman's rho. Penelitian ini menemukan sebanyak 57,6% mengalami tingkat kelelahan sedang dan hanya 1,9% responden yang mengalami kelelahan berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dengan tekanan darah systolic (p = 0,002) dengan hubungan antar variabelnya sangat lemah (r = 0,249). Hubungan yang signifikan juga ditemukan antara kelelahan kerja dengan tekanan darah diastolic (p = 0,007) dengan hubungan antar variabelnya sangat lemah (r = 0,214). Kelelahan kerja pada pegawai di Wilayah Perimeter Pelabuhan Padangbai perlu mendapatkan perhatian. Perlu adanya edukasi mengenai pentingnya manajemen kelelahan kerja sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan
Hubungan Lama Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit TK II W, Kadek Dheana Novitayani; Ni Putu Dita Wulandari; I Made Dwie Pradnya Susila; I Nyoman Sutresna
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.583

Abstract

Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan yang memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Metodelogi: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQoL-BREF. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 56-65 tahun (45,5%), tidak bekerja (54,5%), dan berjenis kelamin laki-laki (54,5%). Mayoritas menjalani hemodialisa > 12 bulan (57,6%) dan memiliki kualitas hidup yang baik (57,6%). Analisis Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama hemodialisa dengan kualitas hidup (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar 0,572. Kesimpulan: Semakin lama pasien menjalani hemodialisa, semakin baik kualitas hidupnya karena adanya proses adaptasi terhadap terapi. Perlunya pengembangan program pendampingan adaptasi bagi pasien yang baru memulai hemodialisa, peningkatan edukasi terkait manajemen gejala, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh