Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Metafora dalam lirik lagu Berita Pada Kawan ciptaan Ebiet G. Ade: Kajian semantik Gusvita, Widya; Dita Rizqi Mawaddatur Rohmah; Rifa’atussalwa Hayati
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 3 No 1 (2023): pendidikan dan pengajaran
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the use of metaphors and find out some of the metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan created by Ebiet G. Ade for learning Indonesian Semantics. The type of research used is qualitative based on descriptive methods which are carried out when researchers want to know answers to problems with a phenomenon that is happening. The data used in this study are metaphors that are obtained or found in every word or in every phrase with certain data collection steps. The results of this study are that there are 8 metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan created by Ebit G. Ade consisting of: rocky dry land, street stones, little shepherds, sea, coral, waves, sun, and grass. The metaphors obtained from the song contain many meanings related to something that is felt and encountered by someone in solitude while traveling. By knowing some of the metaphors in the lyrics of the song Berita Untuk Kawan, created by Ebiet G.Ade. then we can understand the thoughts, meanings, and messages expressed, so that we can enrich the vocabulary that is suitable for learning Indonesian Semantics.
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES Dicky Rafly Pradana; Rizka Adelia Amanda; Rifa’atussalwa Hayati; Widya Gusvita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2523

Abstract

Budaya lokal dalam karya sastra sering direpresentasikan tidak hanya melalui pernyataan eksplisit, tetapi juga melalui tanda, simbol, tindakan tokoh, dan relasi sosial yang dibangun dalam teks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca kembali cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari sebagai teks sastra yang merekam nilai budaya masyarakat pedesaan di tengah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan daya tahan hidup masyarakat desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi budaya lokal dalam cerpen Senyum Karyamin melalui kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah teks cerpen Senyum Karyamin, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan semiotika, budaya lokal, dan kajian sastra Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima tanda budaya yang dominan, yaitu kerja keras, kesederhanaan, sikap menerima keadaan atau nrimo, religiusitas, solidaritas sosial, serta senyum Karyamin sebagai tanda ironi penderitaan dan keteguhan hidup. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menceritakan kehidupan buruh desa yang miskin, tetapi juga merepresentasikan pandangan hidup masyarakat pedesaan Banyumas yang menjunjung kesabaran, ketekunan, kehidupan kolektif, dan kepasrahan spiritual. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan terletak pada penguatan pembacaan semiotik sebagai cara mengungkap makna budaya lokal serta penempatan cerpen sebagai dokumen kultural yang menyimpan nilai kehidupan masyarakat.  
PERAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA INDONESIA: PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK Elva Meilani Sagita; Pramudita Arjuna Aryo Penangsang; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2524

Abstract

Keberagaman bahasa daerah merupakan kekuatan kebudayaan Indonesia, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan akibat dominasi bahasa nasional, bahasa global, urbanisasi, media digital, dan perubahan pilihan bahasa generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa daerah dalam pembentukan identitas budaya Indonesia dari perspektif sosiolinguistik, khususnya pada fungsi bahasa sebagai penanda identitas, media pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, dan arena negosiasi identitas dalam masyarakat multibahasa. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Sumber data berupa artikel jurnal, buku teori sosiolinguistik, dan dokumen kebahasaan yang relevan; unit analisisnya adalah gagasan, temuan, dan konsep tentang bahasa daerah, identitas, pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa, alih kode, dan ideologi bahasa. Instrumen penelitian berupa lembar telaah dokumen dan kartu data, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, sintesis konseptual, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah berperan sebagai penanda keanggotaan etnis, media transmisi nilai budaya dalam keluarga, penguat kohesi sosial dalam komunitas, simbol legitimasi dalam praktik adat dan ritual, serta strategi komunikasi dalam masyarakat multibahasa melalui alih kode dan campur kode. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sumber daya simbolik dan modal sosial yang membentuk identitas budaya Indonesia. Kontribusi penelitian terletak pada penyusunan sintesis sosiolinguistik yang menempatkan pelestarian bahasa daerah sebagai persoalan ilmiah tentang identitas, ranah penggunaan bahasa, transmisi antargenerasi, dan kebijakan kebahasaan berbasis komunitas
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN NORMA KESOPANAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL Khoirun Nisa; Tiara; Rifa’atussalwa Hayati; sonya Trikandi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2526

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma-norma kesopanan dalam interaksi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa media sosial mendorong pergeseran dalam cara berkomunikasi yang cenderung mengabaikan etika kesopanan yang sudah ada. Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya perilaku agresif, seperti perundungan daring dan penggunaan bahasa yang kurang sopan, adalah fenomena anonimitas, kontrol diri yang rendah, serta algoritma pada platform tersebut. Dampak sosial dari hal ini terlihat melalui meningkatnya konflik di dunia digital dan menurunnya kualitas interaksi langsung, sementara dari segi budaya, terjadi pengikisan nilai-nilai lokal seperti unggah-ungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan literasi digital dan penguatan kembali budaya lokal sangat penting untuk melindungi identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Hugo Dimas Ohsyahiba; Angel Vionika Saharani; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.