Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM PROSA FIKSI "CINTA TAK ADA MATI" KARYA EKA KURNIAWAN Angel Vionika Saharani; Elva Meilani Sagita; Khoirun Nisa; Diardana Prima Sintasari
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.534

Abstract

Latar Belakang : Karya Cinta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan merupakan contoh prosa fiksi yang kaya simbolisme dan menyampaikan makna tentang cinta, kematian, dan ingatan abadi dalam balutan estetika sastra. Pemahaman terhadap simbol-simbol ini penting untuk mengungkap nilai-nilai sosial, budaya, dan moral yang terkandung di dalamnya. Tujuan : Tujuan dari riset ini adalah menggali makna simbolik yang terkandung dalam karya fiksi berjudul Cinta Tak Ada Mati karangan Eka Kurniawan melalui kacamata semiotika. Metode : Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menyoroti beragam simbol yang digunakan oleh Eka Kurniawan, misalnya mayat hidup, makam, warna suram, dan perempuan yang hidup kembali, yang bertujuan untuk menyampaikan pesan tentang nilai sosial, budaya, dan kritik terhadap sistem patriarki. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam cerita bukan hanya mempertegas pesan moral tentang cinta, kesetiaan, dan perjuangan, tetapi juga menghadirkan suasana magis, gelap, dan surealis yang menjadi ciri khas karya Eka Kurniawan. Simbolisme dalam cerita ini membantu pembaca untuk memaknai cinta tidak semata-mata sebagai hal romantis, tetapi juga sebagai kekuatan spiritual dan sosial yang dapat menimbulkan kesengsaraan jika diabaikan. Kesimpulan : Riset ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pembaca tentang karya sastra dalam menangkap makna yang lebih mendalam dalam prosa fiksi Indonesia, serta memajukan kemampuan berpikir kritis melalui analisis simbolik.
REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Hugo Dimas Ohsyahiba; Angel Vionika Saharani; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.