Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM PUISI “BUNGA HUJAN” KARYA WESLLY JOHANNES Hugo Dimas Ohsyahiba; Tiara; Diardana Prima Sintasari
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.536

Abstract

Latar Belakang : Puisi ini dipilih karena mengandung banyak simbol alam yang menunjukkan bagaimana kehidupan manusia berubah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gagasan utama dan makna simbolis tersembunyi dalam puisi "Bunga Hujan" karya Weslly Johannes. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Informasi utama, yaitu teks puisi, dianalisis menggunakan teori tema dari MH Abrams dan Rachmat Djoko Pradopo, serta teori simbolisme dari Wellek, Warren, dan IA Richards. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi tersebut berbicara tentang eksistensi manusia yang penuh dengan hal-hal yang bersifat sementara, kesedihan, harapan, dan proses menjadi diri sendiri. Simbol bunga menunjukkan keindahan yang mudah rusak, sementara hujan berarti kesedihan, pembersihan, dan memulai kembali. Dengan menggabungkan kedua simbol ini, penyair menyampaikan pesan bahwa hidup adalah proses yang sulit tetapi penuh makna. Kesimpulan : Diharapkan penelitian ini dapat membantu masyarakat memahami sastra, terutama ketika melihat tema dan simbolisme dalam puisi Indonesia modern.
REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Hugo Dimas Ohsyahiba; Angel Vionika Saharani; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.