Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JPMB Parahita

Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Dalam Mengatasi Ketidaknyamanan Selama Masa Kehamilan Dinni Randayani Lubis; Putri Sarah Dita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 1 No. 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v1i01.136

Abstract

Terjadinya kehamilan menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal, terutama perubahan hormon estrogen dan progesteron. hampir sebagian besar wanita merasakan ketidaknyamanan/keluhan. Ketidaknyamanan yang dirasakan membuat tubuh harus mampu beradaptasi pada ketidaknyamanan tersebut, apabila tubuh tidak mampu beradaptasi maka akan menimbulkan suatu masalah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan memberikan edukasi terkait upaya untuk mengatasi ketidaknyamanan selama masa kehamilan terutama pada kondisi pandemik, dimana ibu hamil dihimbau untuk menunda pemeriksaan kehamilan atau hanya melakukan pemeriksaan kehamilan secara langsung pada saat urgensi saja agar memutus rantai penyebaran penyakit dan menjaga kesehataan ibu dan janin. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini melalui daring/online dengan mengunakan Google Meet. Kegiatan ini sebagai sarana untuk mengedukasi ibu tanpa harus bertemu secara tatap muka/langsung. Ibu hamil sebelumnya diberikan penjelasan terkait cara mengikuti kegiatan, kemudian diberikan link untuk dapat mengikuti kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dimana sebelum diberikan edukasi berupa penyuluhan kesehatan dalam mengatasi ketidaknyamanan selama masa kehamilan mayoritas ibu hamil berpengetahuan kurang sebesar 70% dan hasil evaluasi sesudah pelaksanaan penyuluhan mayoritas ibu hamil berpengetahuan baik sebesar 80%. Implikasi dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dengan mengenali ketidaknyaman yang fisiologis/alami sehingga ibu hamil dapat mengatasi ketidaknyamananya sendiri di rumah tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan, sehingga tidak membahayakan kesehatan ibu maupun janin.
Deteksi Dini Anemia Melalui Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Puteri Dinni Randayani Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v3i01.377

Abstract

Remaja putri (Rematri) berisiko terkena anemia sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan remaja laki-laki. Remaja putri mengalami menstruasi, sehingga mengalami kehilangan banyak darah. Selain itu remaja putri sering melakukan diet ketat sebagai dampak adanya body image. Rematri pada masa pubertas berisiko mengalami anemia gizi besi. Hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Tingginyaprevalensi anemia pada remaja putri mengalami peningkatan dari 37,1% pada Riskedas 2013 menjadi 48,9% pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia terbesar ada di kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun. Tujuan dari Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kualitas hidup remaja dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kadar Hb untuk mencegah anemia pada remaja puteri. Metode yang digunakan pada tahap awal dengan studi pendahuluan di kelurahan Cililitan, kemudian melakukan wawancara seputar anemia dilanjutkan dengan membuat kontrak waktu pemeriksaan Hb langsung pada remaja puteri. Dari 58 remaja yang melakukan pemeriksaan mayoritas responden 30 orang (51,7%) mengalami anemia. Dari 58 orang remaja memiliki indeks masa tubuh mayoritas berada pada kategori normal sebanyak 42 orang (72,4%), pada riwayat pemeriksaan kadar Hb mayoritas tidak pernah melakukan pemeriksaan sebanyak 31 orang (53,4%) dan pada kelompok riwayat mengkonsumsi tablet Fe saat menstruasi mayoritas tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe saat menstruasi sebanyak 42 orang (72,4%) Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar Hb pada remaja puteri harus dilakukan secara rutin untuk pencegahan dan penanggulangan anemia karena dengan mengetahuinya sejak dini, penanganan penyakit dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga dampak anemia pada remaja puteri terutama pada kesehatan reproduksi dapat segera diatasi.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): Increasing Knowledge Of Health Cadres About Long Term Contraception Method Dinni Randayani Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v2i01.203

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan. Berdasarkan data Profile Keluarga Indonesia pada tahun 2018, berdasarkan jenis alat kontrasepsi yang dipilih oleh peserta KB penggunaan MKJP masih sangat rendah yaitu 17,8% dari keseluruhan jumlah peserta KB modern dan 82,19% penggunaan KB non MKJP. Rendahnya cakupan penggunaan kontrasepsi jangka Panjang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat lebih dari metode MKJP. Dalam upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang metode MKJP maka perlu peran serta kader. Dimana peran serta kader kesehatan sebagai penyedia fasilitas kesehatan dalam melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, agar dapat memberikan motivasi untuk ikut serta dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan tenaga Kesehatan adalah dengan memberikan informasi tentang MKJP terlebih dahulu kepada kader, dan selanjutnya kader dapat menyampaikan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang MKJP. Kegiatan dilakukan di Universitas Binawan, peserta kegiatan ini adalah perwakilan kader kesehatan di kelurahan Cililitan berjumlah 20 orang. Hasil dari kegiatan ini adanya peningkatan pengetahuan kader tentang MKJP dari sebelum kegiatan dan setelah kegiatan dilaksanakan. Dengan danya kegiatan ini dapat mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat, sehingga meningkatkan penggunaan metode (MJKP).