Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat terhadap Sikap Perawat dalam Menindaklanjuti Penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) di Gedung A RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Setiyadi, Agung; Mulyati, Sri; Mustikowati, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.993 KB)

Abstract

Pengetahuan merupakan domain terpenting dalam membentuk manusia untuk bersikap. Sikap merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus, sikap bukan suatu tindakan atau aktivitas melainkan presdiposisi tindakan dan perilaku. Early Warning Score adalah sistem peringatan dini untuk menilai perburukan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan sikap perawat dalam menindaklanjuti penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) di Gedung A RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat di Gedung A RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling melalui proportional random sampling yang berjumlah 112 responden. Data dihimpun dalam instrument dengan menggunakan kuesioner melalui Google formulir. Hasil penelitian menunjukkan hasil 0,01 dimana p value < 0,05, sehingga H0 ditolak maka dapat disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan sikap perawat dalam menindaklanjuti penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) .
SISTEM KERJA SHIFT PERAWAT DENGAN STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP 6B RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Agung Setiyadi; La Ode Jamaludin; Intan Parulian
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.268

Abstract

Stres kerja adalah rasa tekanan yang dialami pekerja dalam mengatasi pekerjaan mereka. Stres di tempat kerja adalah masalah yang berkembang dalam perekonomian saat ini di mana pekerja menghadapi pekerjaan yang berlebihan, ketidaknyamanan pekerjaan, kepuasan kerja yang rendah, dan kurangnya otonomi. Salah satu penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja dan peraturan jam kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara pengaturan kerja shift perawat dan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 39 responden, partisipan pada penelitian ini ditentukan menggunakan total sampling. hasil penelitian ini diperoleh bahwa perawat merasa nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 51,3% orang dan yang merasa tidak nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 48,7% orang. kemudian sebanyak 6 perawat memiliki stres kerja ringan 15,4%, dan sebanyak 64,1% perawat memiliki stres kerja sedang, dan 20,5% perawat memiliki stres kerja berat. Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p value = 0,023 lebih kecil dari 0,05, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja di ruangan rawat inap 6B Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga sangat penting bagi pihak terkait untuk memberikan keleluasaan kepada perawat untuk memilih jadwal sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap memenuhi kewajibannya sebagai perawat dan karyawan rumah sakit. Kata kunci: Sistem Kerja Shift; Stres Kerja; Perawat
Family support on motivation of compliance and chemotherapy protocol among patients with breast cancer Ulfah Nuraini Karim; Agung Setiyadi; Yeni Efrida
Journal of Holistic Nursing Science Vol 10 No 1 (2023): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/nursing.v0i0.7792

Abstract

Chemotherapy is a therapy using drugs to kill cancer cells that have spread beyond the breast and axillary areas that cannot be seen or found. This study aimed to determine the relationship between family support and motivation to comply with chemotherapy protocols in breast cancer patients in Tarakan Hospital Jakarta. This type of research is descriptive and correlative with a cross-sectional approach with the simple random sampling technique of 73 respondents—the results of the research data analysis using the Chi-Square test. From the study's results, it can be concluded that there is a significant relationship between family support and motivation to comply with chemotherapy protocols in breast cancer patients. Therefore, family support is needed to improve the quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: Chemotherapy; breast cancer; nursing care; nursing collaboration; family support
PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) GUNA MENCEGAH PENULARAN COVID-19 DI RUANG ISOLASI COVID Agung Setiyadi; Aliana Dewi
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jnms.v2i2.825

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus ini ditemukan di Wuhan, China yang terdeteksi di Indonesia pada Maret 2020. Covid-19 ini menginfeksi manusia melalui saluran pernafasan dengan mekanisme terberatnya kesulitan bernafas. Coronavirus menyebar secara cepat ke berbagai negara didunia termasuk di Indonesia. Meningkatnya prevalensi penderita Covid-19 yang menjadi rantai penularan COVID-19 menuntut tenaga kesehatan khususnya perawat untuk dapat melindungi diri dari penularan covid-19. Sebagai garda terdepan rumah sakit, perawat harus memiliki pengetahuan yang baik dan penggunaan APD dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 terhadap kepatuhan perawat dalam penggunaan APD yang baik dan benar guna mencegah penularan Covid-19 di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross-sectional dengan jumlah sampel 67 perawat. Analisa data menggunakan Spearman rho dengan hasil nilai p-value=0,000 (p<0,05) dan nilai Correlation Coefisient sebesar 0,702 yang menunjukkan ada hubungan yang kuat dengan arah positif antara pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan APD. Diharapkan perawat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan dalam penggunaan APD melalui pendidikan, pelatihan guna mencegah terpapar Covid-19.
ORGANIZATIONAL EFFORT FACTORS DAN BURNOUT PADA PERAWAT DI UNIT PERAWATAN TERPADU Dian Kesworowati; Agung Setiyadi; Handayani
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i1.847

Abstract

Burnout sebagai suatu gejala yang terjadi pada tingkat individu, yang merupakan pengalaman internal yang bersifat psikologis karena melibatkan perasaan, sikap, motif, dan harapan-harapan yang menyebabkan keadaan kelelahan secara fisik, emosi, dan mental yang disebabkan oleh keterlibatan seseorang dalam pekerjaan pelayanan akibat hubungan yang tidak seimbang antara pemberi dan penerima pelayanan. Organizational effort factor merupakan factor dukungan organisasi yang dapat mempengaruhi dalam melaksanakan berbagai tugas dalam suatupekerjaan atau kegiatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan organizational effort factors dengan burnout perawat pelaksana di unit perawatan terpadu. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Hasil penelitian dilakukan uji analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa signifikasi sebesar α=0,000 yang membuktikan adanya hubungan organizational effort factors dengan burnout pada perawat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi organizational effort factors maka akan menurunkan burnout pada perawat. Perawat dapat memberikan dukungan kepada rekan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan menciptakan suasana kerja secara kekeluargaan.
SISTEM KERJA SHIFT PERAWAT DENGAN STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP 6B RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Setiyadi, Agung; Jamaludin, La Ode; Parulian, Intan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.268

Abstract

Stres kerja adalah rasa tekanan yang dialami pekerja dalam mengatasi pekerjaan mereka. Stres di tempat kerja adalah masalah yang berkembang dalam perekonomian saat ini di mana pekerja menghadapi pekerjaan yang berlebihan, ketidaknyamanan pekerjaan, kepuasan kerja yang rendah, dan kurangnya otonomi. Salah satu penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja dan peraturan jam kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara pengaturan kerja shift perawat dan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 39 responden, partisipan pada penelitian ini ditentukan menggunakan total sampling. hasil penelitian ini diperoleh bahwa perawat merasa nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 51,3% orang dan yang merasa tidak nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 48,7% orang. kemudian sebanyak 6 perawat memiliki stres kerja ringan 15,4%, dan sebanyak 64,1% perawat memiliki stres kerja sedang, dan 20,5% perawat memiliki stres kerja berat. Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p value = 0,023 lebih kecil dari 0,05, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja di ruangan rawat inap 6B Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga sangat penting bagi pihak terkait untuk memberikan keleluasaan kepada perawat untuk memilih jadwal sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap memenuhi kewajibannya sebagai perawat dan karyawan rumah sakit. Kata kunci: Sistem Kerja Shift; Stres Kerja; Perawat
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat terhadap Sikap Perawat dalam Menindaklanjuti Penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) di Gedung A RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta Setiyadi, Agung; Mulyati, Sri; Mustikowati, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3096

Abstract

Pengetahuan merupakan domain terpenting dalam membentuk manusia untuk bersikap. Sikap merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus, sikap bukan suatu tindakan atau aktivitas melainkan presdiposisi tindakan dan perilaku. Early Warning Score adalah sistem peringatan dini untuk menilai perburukan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan sikap perawat dalam menindaklanjuti penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) di Gedung A RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat di Gedung A RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling melalui proportional random sampling yang berjumlah 112 responden. Data dihimpun dalam instrument dengan menggunakan kuesioner melalui Google formulir. Hasil penelitian menunjukkan hasil 0,01 dimana p value < 0,05, sehingga H0 ditolak maka dapat disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan sikap perawat dalam menindaklanjuti penilaian Nursing Early Warning Score System (NEWSS) .
Korelasi Antara Riwayat Hemodialisa, Faktor Psikososial, Kognitif, Dan Kelelahan Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa: Correlation Between Hemodialysis History, Psychosocial, Cognitive, And Fatigue Factors In CKD Patients Undergoing Hemodialysis Andriawan, Enjang; Setiyadi, Agung; Sutandi, Aan
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/18rthb35

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan proses patofisiologi dengan penyebab yang beragam yang mengakibatkan penuruan fungsi ginjal secara progresif dan biasanya berakhir dengan gagal ginjal. Salah satu penatalaksanaan medis untuk pasien dengan CKD yaitu terapi hemodialisis (HD). Prognosis hemodialisa yang tidak menyembuhkan penyakit gagal ginjal sering menimbulkan kendala psikososial, kognitif dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor psikososial, kognitif dan kelelahan pada pasien CKD yang menjalani HD di RSUD Koja. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara total sampling sebanyak 100 pasien yang menjalani hemodialisis. Pengolahan data menggunakan chi-square test. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil diketahui bahwa ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor psikososial dengan nilai ρ=0.003, ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor kognitif dengan nilai ρ=0.004 dan ada hubungan riwayat hemodialisa dengan faktor kelelahan dengan nilai ρ=0.007 pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Koja. Kesimpulannya pasien dengan CKD yang menjalani hemodialisa cenderung mengalami faktor psikososial, kognitif dan kelelahan. Saran untuk perawat agar lebih meningkatkan pemantauan selama HD berlangsung dan mengevaluasi keluhan pasien. Selain itu memberikan edukasi pada pasien agar dapat mengurangi dampak pengaruh psikososial, penurunan kognitif dan kejadian kelelahan pada pasien CKD. 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja: The Correlation Between Adolescents' Level Of Knowledge Regarding Sexually Transmitted Infections With Adolescents' Pre-Marital Sexual Behavior Lubis, Erika; Novi, Nunung Ayu; Sutandi, Aan; Setiyadi, Agung; Manurung, Sondang
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/aenejr76

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan suatu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Remaja memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dalam mengalami infeksi menular seksual dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga mereka perlu dianggap sebagai populasi yang rentan terhadap infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMA 84 Jakarta Barat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja kelas XII di SMAN 84 Jakarta Barat sebanyak 252 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 173 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,005 <nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMAN 84 Jakarta Barat. Disarankan untuk meningkatkan edukasi seksual pada remaja melalui seminar atau penyuluhan pada remaja yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat.
Modeling determinants of stunting among children under five years in Urban Areas Fibrianti, Fibrianti; Palupi, Fitria Hayu; Mentari, Witri Dewi; Setiyadi, Agung; Sutriyawan, Agung
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 1: March 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i1.24721

Abstract

Child stunting remains a global public health problem. Compared to other middle-income countries, Indonesia is one of the countries with a high prevalence of stunting. This study aims to identify predictive indices and analyse the determinants of stunting in children under five in urban areas. Case control design was conducted on 420 (210 cases and 210 controls). Simple random sampling and side proportional techniques were used for sampling. Structured questionnaires were used to collect data through interviews and anthropometric measurements. Multivariable binary logistic regression analysis and statistical significance expressed at 95% CI, as well as receiver operating characteristic analysis were used. Mothers with low education (OR=1.6, 95% CI=1.0-2.6), fathers with no permanent job (OR=1.5, 95% CI=1.0-2.4), pregnancy interval less than 24 months (OR=1.6, 95% CI=1.0- 2.6), family size of five or more (OR=2.1, 95% CI=1.3-3.3), income below minimum household income (OR=1. 7, 95% CI=1.0-2.8), not exclusively breastfed (OR=2.1, 95% CI=1.1-3.7), not fully immunised (OR=2.1, 95% CI=1.0-4.4), low birth weight (OR=2.3, 95% CI=1.2-4.5), and a history of disease (OR=2.0, 95% CI=1.0-3.8) were determinants of stunting. The most dominant determinant of stunting in children under five years old is low birth weight. Therefore, strategies and programmes are aimed at early prevention efforts, by increasing awareness to change community behaviour regarding improving maternal nutrition since pregnancy.