Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Status Ekonomi dan Frekuensi Baby Spa (Solus Per Aqua) terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di Klinik Putri Toboali Tahun 2022 Jayanti, Putri; Jayatmi, Irma; Novita, Astrid
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 13 No 04 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v13i04.2638

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik kasar pada anak sangat penting sebab perkembangan motorik kasar yang tidak sempurna akan berdampak pada kurangnya kepercayaan diri anak serta menimbulkan ketidakstabilan emosional pada anak yang dikarenakan dari rasa rendah diri yang dialami oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan, status ekonomi, dan frekuensi baby spa (solus per aqua) terhadap perkembangan motorik pada bayi usia 3-6 bulan di Klinik Putri Toboali. Desain penelitian penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Klinik Putri Kecamatan Toboali Provinsi Bangka Belitung dan dilakukan pada bulan Desember 2022. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 3-6 bulan spa di Klinik Putri Toboali. Total sampel pada penelitian ini adalah 28 responden. Analisis penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat. Analsis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat ditemukan ada 14.3% responden yang memiliki bayi dengan perkembangan motorik kasar suspek, 10.7% responden pengetahuannya rendah, 39.3% responden status ekonomi <UMR, dan 25% responden yang melakukan baby spa tidak rutin. Hasil analisis bivariat ditemukan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar (P =0.001), tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan perkembangan motorik kasar (P =0.269), dan ada hubungan antara frekuensi baby spa terhadap perkembangan motorik kasar P =0.038. Kesimpulan penelitian adalah variabel yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan di klinik putri Toboali adalah pengetahuan ibu dan frekuensi baby spa. Disarankan bagi ibu bayi untuk meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan motorik kasar pada anak. Kata kunci : perkembangan motorik kasar, baby spa
Penggunaan QRIS Oleh UMKM Sebagai Praktik Usaha Dengan Gaya Hidup Cashless Di Era Digitalisasi Jayanti, Putri; Nabila Yeva Putri; Sofia Nur Madina
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 5 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr491

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi dalam melakukan pembayaran dan memperkuat ekonomi digital di era digitalisasi. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi baru yang diluncurkan sebagai standarisasi pembayaran non tunai berbasis QR Code sebagai pemersatu pembayaran non tunai. Dengan adanya QRIS para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya perlu menyediakan 1 QR Code berlogo QRIS yang dapat membaca semua aplikasi pembayaran non tunai baik berupa uang elektronik, dompet elektronik, dan mobile banking. Dengan adanya QRIS menciptakan solusi yang efektif bagi UMKM untuk mengadopsi gaya hidup tanpa uang tunai (cashless) dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi keuangan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah kami telaah dapat disimpulkan bahwa penggunaan QRIS memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM di berbagai kota di Indonesia. Penggunaan QRIS cenderung masih didominasi oleh kalangan pekerja kantoran daripada remaja atau mahasiswa. Namun demikian, penggunaan QRIS di kalangan UMKM menunjukkan potensi untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas, terutama jika didukung dengan inovasi teknologi dan pengetahuan yang lebih luas tentang manfaatnya. Hasil penelitian ini berimplikasi pada perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi UMKM dalam penggunaan QRIS. Peranan pemerintah dan pihak terkait penting untuk memberikan sosialisasi yang lebih luas tentang manfaat QRIS dan memberikan insentif bagi UMKM yang mengadopsinya. Selain itu, perlu dilakukan pelatihan tambahan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM memahami secara menyeluruh cara menggunakan QRIS untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas pasar mereka dan lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital untuk pertumbuhan dan kelangsungan usaha mereka.
Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Peningkatan Jumlah Nasabah Tabungan E’BATARAPOS pada Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Cibinong Jayanti, Putri; Maulina, Anita
Abiwara : Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis Vol. 5 No. 1: September 2023
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/abiwara.v5i1.4128

Abstract

The purpose of this study is to find out how the marketing communication strategy of Bank Tabungan Negara Cibinong Branch Office in increasing the number of e’BATARAPOS customers. The study method used is qualitative. Data collection techniques in this study are interviews, documentation and observation. The results of this study show that Bank Tabungan Negara Cibinong Branch Office has not implemented a marketing communication strategy optimally due to several obstacles including there are no employees who hold the position of Branch Service & Alliance Sales (BSAS), Inadequate Information Technology System and the conditions of the covid 19 pandemic. This is evidenced by the decline in the number of e’BATARAPOS customers in 2020. Bank Tabungan Negara Cibinong Branch Office must immediately fill the vacancy in the BSAS position, improve the information technology system and maximize social media or other digital platforms so that information and promotions of e’BATARAPOS savings are remain conveyed to the public.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (CRITICAL THINKING) SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL HOTS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 42 CAKRANEGARA TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Jayanti, Putri; Mulabbiyah; Silka Yuanti Draditaswari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49716

Abstract

This research is motivated by the importance of critical thinking skills in facing 21st-century educational challenges, particularly in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions in Indonesian language subjects. The primary objective of this study is to analyze the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN 42 Cakranegara for the 2025/2026 academic year in completing these HOTS questions. This study focuses on the process and level of students' ability to apply critical thinking indicators when dealing with high-level questions. This study used a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through Multiple Choice Multiple Answer (MCMA) test instruments, in-depth interviews, and documentation to obtain a comprehensive overview of students' abilities. The results showed that students' critical thinking skills were in the moderate category with varying achievements in each indicator. The analysis or problem identification indicator became the aspect with the highest achievement because students were able to connect information components quickly and confidently without having to read the text repeatedly. Conversely, the inference indicator became the aspect with the lowest achievement due to significant obstacles in concluding the implicit meaning of a text. Meanwhile, the interpretation, evaluation, and explanation indicators were in the moderate category because students tended to rush and had limited mastery of technical language vocabulary such as the term "pronominal." This study concludes that there is a positive dynamic in the form of students' independent efforts to understand questions through self-correction techniques, but teacher reinforcement through guided reading strategies and intensive HOTS question practice remains highly necessary.