Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Puzzle Berbasis Aplikasi Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 tahun Zahara, Putri; Aulia, Prima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4112

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian, media pembelajaran puzzle berbasis aplikasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun dihasilkan “sangat valid” dengan persentase penilaian 96,16%. Proporsi kemampuan membaca dasar anak yang dinilai sebelum memanfaatkan media pembelajaran puzzle adalah 18,2% yang tergolong “sangat rendah”. Hasil pemeriksaan kemampuan membaca anak setelah menggunakan media pembelajaran puzzle berjumlah 73,6% dan tergolong “tinggi”. Media tersebut dilaporkan efektif dalam uji keefektifan karena terjadi peningkatan perkembangan kemampuan membaca anak sebelum dan sesudah mereka memanfaatkan puzzle sebagai media belajar. Penelitian ini menghasilkan sebuah media pembelajaran puzzle berbasis aplikasi yang valid dan berhasil yang dapat dimanfaatkan untuk mengajar anak usia dini. Materi pembelajaran puzzle ini dibuat dengan menggunakan AdobeiFlashiProfessionaliCS6.
Pentingnya Pendidikan Menjaga Aurat Antara Mahram dalam Islam Majri, Athifa Khalisha; Khairani, Uswah; Zahara, Putri; Nurjanah, Nyai Ai; Wismanto, Wismanto
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.165

Abstract

Dalam Islam, setiap kaum muslimin wajib taat dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Menutup aurat merupakan kewajiban dalam Islam. Pakaian yang dipakai hendaklah menutupi aurat dan harus didasari oleh keimanan dan ketaqwaan serta berharap pada keridhaan Allah semata. Pentingnya menutup aurat telah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan sunnah. Kewajiban untuk menutup aurat juga dijelaskan dengan rinci dalam kedua sumber tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya menjaga aurat antar mahram menurut Al-Qur'an dan sunnah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Kajian ini akan membahas tentang pentingnya menjaga aurat antara mahram berdasarkan dalil dengan memberikan hujjah mengenai pentingnya menjaga aurat.
Pendidikan Pernikahan Merupakan Investasi yang Sangat Berharga Bagi Calon Pengantin untuk Membangun Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rahmah Nurjanah, Nyai Ai; Zahara, Putri; Wismanto, Wismanto; Khairani, Uswah; Majri, Athifa Khalisha
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i1.170

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang urgensi pendidikan pernikahan dalam pembinaan keluarga yang Sakinah mawadah warahmah. Melalui kajian ini, kami berharap masyarakat dapat memahami secara utuh tujuan, hakikat dan hikmah pernikahan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mencari kedalaman analisis melalui sifat deskriftif analitis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa agar pasangan suami istri dapat memahami permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, diperlukan sumber daya yang sangat penting yaitu pendidikan pernikahan. Dengan demikian berharap dapat menciptakan kesejahteraan keluarga, sehingga tercipta generasi yang berkualitas.
Menjadikan Masjid sebagai Pusat Inovasi Ekonomi dalam Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Digital Nurkarimah, Fitria; Putri, Adinda Dwi; Zahara, Putri; Nadira, Lailatun; Wismanto, Wismanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital yang berkembang pesat, masjid sebagai institusi sosial keagamaan memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi ekonomi yang dapat membantu umat Islam menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang baru. Artikel ini mengkaji bagaimana masjid dapat mengintegrasikan teknologi untuk menjadi pusat inovasi ekonomi, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan memaksimalkan potensi zakat, infaq, dan wakaf sebagai sumber daya ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana masjid dapat diubah menjadi pusat inovasi ekonomi yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya di era digital. Secara lebih jelas tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis potensi masjid sebagai pusat ekonomi berbasis teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan umat,Mengidentifikasi model-model inovasi ekonomi yang dapat diterapkan di masjid melalui pemanfaatan teknologi digital dan Menyusun rekomendasi strategi untuk pengelolaan masjid yang dapat memperkuat peran ekonomi sosial di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis literatur. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengurus masjid, tokoh agama, serta masyarakat yang terlibat dalam program-program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi ekonomi dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. Beberapa model inovasi yang ditemukan melibatkan penggunaan teknologi untuk mengelola zakat, infaq, dan wakaf secara lebih transparan dan efisien. Platform digital untuk pengumpulan dana, seperti aplikasi zakat online, terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi jamaah dan mendistribusikan bantuan lebih tepat sasaran.
Hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa sekolah dasar Sari, Novita; Zahara, Putri; Devita, Dian; Rahayu, Lisnawati; Mualim, Azhar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2569

Abstract

Background: The incidence of illness and food poisoning caused by street food among school-age children is currently on the rise. School-age children develop snacking habits that are difficult to break, and snacks that do not meet health and nutritional requirements can be detrimental to their health. Therefore, children's ability to choose healthy snacks is crucial. Purpose: To determine the relationship between the role of peers and the choice of snacks among students. Method: This study employed a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample were all 73 fifth and sixth grade students of SD Negeri 1 Teubeng, Pidie Regency. The study was conducted from October 26 to November 6, 2024. Results: The study showed that the majority of respondents chose healthy snacks, as many as 40 people (54.8%) and the majority had a positive peer role, as many as 42 people (57.5%). Statistical tests showed a relationship between the role of peers and snack choices among students, Pidie Regency, with a p value <0.05 (0.001). Conclusion: There is a significant relationship between the role of peers and snack choices among students. Keywords: Peer Role; Snacking Behavior; Students. Pendahuluan: Angka kejadian penyakit dan keracunan akibat makanan jajanan pada anak usia sekolah saat ini cenderung meningkat. Anak usia sekolah memiliki kebiasaan jajan yang sulit dihilangkan, sementara makanan jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan gizi dapat mengancam kesehatan. Sehingga, kemampuan anak dalam memilih jajanan yang sehat sangat diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas V dan VI SD Negeri 1 Teubeng Kabupaten Pidie yang berjumlah 73 orang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober sampai dengan 06 November 2024. Hasil: Mayoritas responden memilih jajanan sehat sebanyak 40 orang (54.8%) dan mayoritas memiliki peran teman sebaya yang positif sebanyak 42 orang (57.5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa dengan nilai p < 0.05 (0.001). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan pada siswa Sekolah Dasar. Kata Kunci: Peran Teman Sebaya; Perilaku Jajanan; Siswa.      
Menanamkan Nilai Kasih Sayang Dan Toleransi Kurikulum Berbasis Cinta Zahara, Putri; Maknun, Lu'luil
Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2026): PEDASUD - April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pedasud.v3i1.1084

Abstract

This study aims to instill the values of love and tolerance through a love-centered curriculum in schools, as an effort to create a humane and inclusive learning environment. The methodology used is a literature review by analyzing various studies, scientific articles, and educational documents related to the application of love and tolerance values in the learning process. These sources were systematically examined to identify concepts, strategies, and outcomes of implementing a love-based curriculum in different educational contexts. The results of this study indicate that the implementation of a love-based curriculum can enhance empathy, social care, and mutual respect among students. Previous research also emphasizes that the values of love and tolerance can be effectively taught through reflective, collaborative, and contextually appropriate learning methods. The conclusion of this study is that a love-based curriculum has great potential in building students' character filled with love and tolerance, making it highly relevant to be implemented at various educational levels. The research recommendations include the need for the development of learning models that emphasize affective aspects, formulation of policies that support the integration of love values in education, and further studies to test its implementation in diverse schools. The novelty of this research lies in the systematic integration of love and empathy into the formal curriculum, which is still rarely discussed in depth in Indonesian educational literature.