Pendahuluan: Kesehatan mental anak usia sekolah dan remaja semakin rentan di era digital akibat paparan teknologi, tuntutan akademik, dan perubahan interaksi sosial. Peningkatan kecemasan, stres, dan depresi semakin banyak dilaporkan, diperburuk oleh penggunaan gawai berlebihan yang memicu gangguan tidur, kelelahan emosional, dan risiko kecanduan digital. Kondisi ini menuntut intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk mendukung kesejahteraan mental generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis berbagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental anak di era digital. Metode:Tinjauan naratif dilakukan melalui pencarian literatur pada ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan SAGE Journals menggunakan kata kunci terkait kesehatan mental dan intervensi digital. Dari 4.014 artikel yang ditemukan, enam artikel memenuhi kriteria inklusi setelah proses seleksi dan penilaian kualitas dengan daftar periksa JBI. Hasil: Sintesis menunjukkan enam intervensi non-farmakologis yang efektif, yaitu terapi seni berbasis kesadaran, pembelajaran interaktif berbasis web, program aktivitas fisik digital REAP, kombinasi latihan aerobik dan ACT, pendidikan teman sebaya, dan iCBT. Intervensi ini terbukti meningkatkan regulasi emosi, resiliensi, kualitas tidur, serta menurunkan kecemasan dan depresi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi non-farmakologis berbasis teknologi relevan untuk diterapkan di sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan, serta berpotensi menjadi strategi penting dalam memperkuat kesehatan mental anak dan remaja.