Simanjuntak, Ikrar Rananta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Efedrin dengan Ondansetron dalam Mencegah Kejadian Hipotensi dan Bradikardi pada Anestesi Spinal Simanjuntak, Ikrar Rananta; Hanafie, Achsanuddin; Tanjung, Qadri Fauzi
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 42 No 2 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v42i2.330

Abstract

Latar Belakang: Anestesi spinal menyebabkan hipotensi. Berbagai metode telah dilakukan untuk mencegah konsekuensi kardiovaskular dari blok subarachnoid. Efedrin adalah suatu zat stereoisomer dari pseudoefedrin yang bekerja pada stimulasi pada reseptor alfa dan beta-adrenoreseptor, yang umumnya digunakan sebagai vasopressor pada kondisi hipotensi selama anestesi. Ondansetron bekerja pada sentral dan perifer, efek sentralnya dimediasi oleh efek antagonis reseptor serotonin 5-HT3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas efedrin dengan ondansetron dalam mencegah hipotensi dan bradikardi pada anestesi spinal.Metode: Penelitian ini dilakukan pada 57 pasien yang menjalani prosedur pembedahan abdomen bawah, ginekologi, ekstremitas bawah yang terjadwal elektif dengan anestesi spinal. Sampel dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Analisis data dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi variabel yang diteliti dan korelasi antar variabel.Hasil: Sebanyak 29 pasien dikelompokan dalam grup efedrin dan sebanyak 28 pasien dikelompokkan dalam grup ondansetron. Dari hasil analisis data, tidak didapatkan hasil yang bermakna dalam perbedaan antara kedua grup efedrin dan ondansetron pada variabel sistol, diastol, maupun mean arterial pressure (MAP) (p > 0,05).Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ondansetron dan efedrin dalam mencegah bradikardia dan hipotensi pada pasien dengan anestesi spinal. Tidak terdapat hipotensi dan bradikardi dengan pemberian efedrin dan ondansetron sebelum pemberian obat spinal pada pasien anestesi spinal.
STOP-Bang Criteria as a Difficult Airway Predictor in Surgical Patients at a Primary Referral Hospital in North Sumatra Simanjuntak, Ikrar Rananta; Primaputra Lubis, Andriamuri; Winata, Ade; Wahyuni, Arlinda Sari
Sumatera Medical Journal Vol. 9 No. 2 (2026): Sumatera Medical Journal (SUMEJ)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/sumej.v9i2.21787

Abstract

Introduction: Obstructive sleep apnea (OSA) is a sleep disorder associated with snoring, morning drowsiness, and hypoxemia, leading to an increased risk of difficult airway management. Polysomnography (PSG) is the gold standard for diagnosing OSA, but its high cost and limited accessibility necessitate alternative screening methods, such as the STOP-BANG questionnaire. Objective: This study aimed to evaluate the relationship between STOP-BANG scores and difficult airway conditions in surgical patients. Methods: A cross-sectional study was conducted at H. Adam Malik Hospital involving 110 surgical patients. Demographic and clinical data, including body mass index (BMI) and neck circumference, were collected. STOP-Bang scores were assessed preoperatively, and difficult airway conditions were documented. Results: The average BMI of the participants was 25.03 ± 2.62 kg/m², and the mean neck circumference was 27.83 ± 3.91 cm. A total of 81 patients reported a history of hypertension, a comorbidity frequently associated with OSA. Statistical analysis indicated that higher STOP-BANG scores were significantly correlated with a greater incidence of difficult airway conditions (p = 0.015). Conclusions: This study demonstrates that the STOP-BANG questionnaire has potential as a practical and accessible predictive tool for identifying patients at risk of difficult airway management related to OSA.