Pembelajaran tahsin pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar sejak tahap awal, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tahsin anak usia dini melalui penggabungan metode Ummi dan metode Talaqqi. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak TK/PAUD. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi dengan fokus pada kemampuan mengenal huruf hijaiyyah, membaca huruf sambung, ketepatan pelafalan, serta pemahaman panjang-pendek bacaan (mad). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tahsin anak secara bertahap dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, sebagian besar anak berada pada kategori mulai berkembang dan belum berkembang, sedangkan pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan jumlah anak pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik serta penurunan pada kategori belum berkembang. Metode Talaqqi efektif membantu anak melalui contoh langsung, peniruan, dan pengulangan, sementara metode Ummi berperan sebagai pedoman bacaan yang disesuaikan dengan kemampuan anak usia dini. Dengan demikian, penggabungan metode Ummi dan Talaqqi efektif dalam meningkatkan kemampuan tahsin anak usia dini pada jenjang TK/PAUD.