Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA PENGELOHAN CEMILAN AKAR PINANG CRISPY DI DESA KOTA RADEN, KEC. AMUNTAI TENGAH, KAB. HULU SUNGAI UTARA Yudianto, Ary; Agustina, Eka Santi; Fadillah, Haris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32557

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul "Pengembangan Usaha Pengelohan Cemilan Akar Pinang Crispy di Desa Kota Raden, Kec. Amuntai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara". Desa Kota Raden memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha cemilan akar pinang crispy, namun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengetahuan dan akses pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, diversifikasi produk, dan pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah survei lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, dan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pemanfaatan optimal potensi alam. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif terhadap masyarakat Desa Kota Raden dan memberikan saran untuk pengembangan usaha di masa depan, termasuk penguatan pelatihan, diversifikasi produk, dan kolaborasi yang lebih luas.
SOSIALISASI PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI UNTUK PENGEMBANGAN UMKM DI DESA CEMPAKA Agustina, Eka Santi; Latte, Jumai; Yudianto, Ary
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32560

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul "Pembuatan Lilin Aroma terapi Untuk pengembangan UMKM di Desa Cempaka, Kec. Amuntai Selatan, Kab. Hulu Sungai Utara". Desa Cempaka memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, namun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengetahuan dan akses pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan, diversifikasi produk, dan pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah survei lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, dan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pemanfaatan optimal potensi alam. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif terhadap masyarakat Desa Cempaka dan memberikan saran untuk pengembangan usaha di masa depan, termasuk penguatan pelatihan, diversifikasi produk, dan kolaborasi yang lebih luas.
SOSIALISASI PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK TAS ANYAMAN PURUN DI KECAMATAN HAUR GADING Latte, Jumai; Yudianto, Ary; Agustina, Eka Santi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32562

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengaruh desain produk terhadap keputusan pembelian tas anyaman purun di Kecamatan Haur Gading. Proyek ini bertujuan untuk mendidik para pengrajin lokal tentang cara meningkatkan desain produk mereka untuk menarik lebih banyak pelanggan dan memperbaiki strategi pemasaran mereka. Metodologi yang digunakan meliputi sesi sosialisasi yang memberikan pendidikan berkelanjutan kepada para pengrajin, dengan penekanan pada pentingnya desain produk dan strategi pemasaran yang kompetitif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan observasi praktik kepada para pengrajin. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran para pengrajin tentang pentingnya desain produk dan kemampuan mereka untuk memasarkan produk mereka secara efektif. Proyek ini menyoroti peran penting desain dalam keputusan pembelian konsumen dan memberikan wawasan praktis bagi para pengrajin untuk meningkatkan hasil ekonomi mereka. Temuan ini menekankan perlunya pendidikan dan dukungan berkelanjutan untuk mempertahankan peningkatan tersebut.
Pelatihan Bisnis Model Canvas (BMC) untuk Meningkatkan Manajemen Bisnis yang Dituangkan dalam Sebuah Visualisasi Gambar atau Chart yang Terdiri atas Sembilan (9) Elemen pada Masyarakat di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Haris Fadillah; Fadillah, Haris; Yudianto, Ary; Rifani, Jamil; Hasanah, Nurul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s3ycqx97

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen bisnis masyarakat Desa Cangkering, Kecamatan Amuntai Selatan, melalui pelatihan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat pemetaan dan pengembangan model bisnis. Permasalahan utama yang ditemukan pada masyarakat adalah rendahnya pemahaman tentang manajemen bisnis modern, belum adanya model bisnis yang terstruktur, minimnya identifikasi nilai tambah produk, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, workshop penyusunan BMC, studi kasus, dan evaluasi partisipatif. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, anggota karang taruna, dan pengurus BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta—dari 60% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan—serta terciptanya 25 Business Model Canvas yang disusun sesuai jenis usaha masing-masing peserta. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya perencanaan usaha, inovasi produk, serta strategi pemasaran berbasis pelanggan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BMC terbukti efektif sebagai pendekatan edukatif yang mampu meningkatkan keterampilan manajerial masyarakat desa serta mendukung terbentuknya model bisnis yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan pemahaman manajerial jangka pendek, pelatihan Business Model Canvas (BMC) ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap pengelolaan usaha masyarakat. Penerapan BMC memungkinkan pelaku UMKM memiliki perencanaan bisnis yang lebih terstruktur, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, serta memperkuat daya saing usaha lokal. Dalam jangka menengah (1–2 tahun), penggunaan BMC berpotensi mendorong peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk, dan perluasan pasar, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal Desa Cangkering secara berkelanjutan. Training on the Business Model Canvas (BMC) to Improve Business Management among Communities in Cangkering Village, South Amuntai District, Hulu Sungai Utara Regency Abstract This community service program aimed to enhance the business management capacity of the community in Cangkering Village, South Amuntai District, through training on the Business Model Canvas (BMC) as a tool for mapping and developing business models. The main problems identified included limited understanding of modern business management, the absence of structured business models, insufficient identification of product value-added aspects, and low utilization of digital technology in business management. To address these challenges, the program was implemented using interactive lectures, group discussions, BMC development workshops, case studies, and participatory evaluation. The training was conducted in a participatory manner involving micro and small enterprise (MSME) actors, entrepreneurial housewives, youth organization members, and BUMDes administrators. The results demonstrated a significant increase in participants’ understanding, rising from 60% before the training to 90% after the training, as well as the development of 25 Business Model Canvases tailored to the specific types of businesses operated by the participants. In addition, the program encouraged a shift in community mindset regarding the importance of business planning, product innovation, and customer-oriented marketing strategies. The program concludes that BMC training is an effective educational approach for improving managerial skills among rural communities and for supporting the development of more structured, professional, and sustainable business models. Beyond short-term improvements in managerial understanding, the Business Model Canvas (BMC) training is expected to generate long-term impacts on community business management. The application of BMC enables MSME actors to develop more structured business planning, enhance adaptability to market changes, and strengthen the competitiveness of local enterprises. In the medium term (1–2 years), the use of BMC has the potential to improve operational efficiency, foster product innovation, and expand market reach, ultimately contributing to the sustainable local economic growth of Cangkering Village.