Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Angka Kejadian Tuberkulosis Anak dengan Imunisasi BCG di RSUD dr. La Palaloi Maros Syukur, Muhammad; Jafar, Muh. Alfian; Pancawati, Erni; Darma, Sidrah; Akib, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14030

Abstract

Tuberkulosis (TB) ialah persoalan Kesehatan yang penting didunia. Dimana tuberkulosis pada anak terjadi di usia 0 – 14 tahun. Dinegara berkembang jumlah dari anak yang usianya kurang dari 15 tahun yakni 40 – 50% dari jumlah keseluruhan populasi umum serta ada kurang lebih 500.000 anak didunia menderita tuberkulosis tiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode berupa crosssectional yang bersifat deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling. Tujuan penelitian ini menganalisis angka dari kejadian tuberkulosis anak dengan imunisasi BCG pada RSUD dr. La Palaloi Maros pada Agustus 2022 – Juli 2023. Resultan penelitian diperoleh bahwasanya penderita TB paru anak di RSUD dr. La Palaloi Maros periode Agustus 2022 – Juli 2023 sebanyak 70 penderita TB. Sebagian besar penderita tuberkulosis pada anak berusia 6 – 18 tahun yang jenis kelaminnya laki – laki sejumlah 24 orang (34,2%) serta Perempuan sejumlah 19 orang (27,1%), dimana jenis tuberkulosis terbanyak adalah tuberkulosis paru sebanyak 31 orang (44,2%) dan tuberkulosis ekstra paru sebanyak 12 orang (17,1%) dengan riwayat imunisasi BCG sebanyak 25 orang (35,7%) dan pasien yang tidak melakukan imunisasi BCG sebanyak 18 orang (25,7%). Penderita TB paru anak banyak terjadi pada usia 6 – 18 tahun, jenis kelamin laki – laki, terdiagnosis TB paru, serta mempunyai riwayat imunisasi BCG.
Dampak Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food Terhadap Berat Badan Wijaya, Nadya Videlia; Dahliah, Dahliah; Pancawati, Erni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13133

Abstract

ABSTRACT Fast food is food that can be prepared and served very quickly. Junk food refers to fast food that contains refined sugar, white flour, trans fat, salt, high unsaturated fat and many food additives such as monosodium glutamate (MSG) and tartrazine, as well as less protein, vitamins and fiber. This study used qualitative research methods. Data collection techniques are carried out by literature study. The data that has been collected is then analyzed through three stages, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that junk food such as burgers, French fries, pizza, grilled or fried chicken and chips generally contain a lot of saturated fat. Consumption of junk food has several impacts on health, one of them can cause changes in body weight, namely obesity. Since the 21st century, obesity has been referred to as a global pandemic because its spread from teenagers to adults due to junk food has been proven. The affordability, taste, accessibility, and variety of junk food on the market are key factors contributing to the impact it has on health. Keywords: Fast Food, Junk Food, Body Weight, Obesity  ABSTRAK Makanan cepat saji adalah makanan yang dapat disiapkan dan disajikan dengan sangat cepat. Junk food mengacu pada makanan cepat saji yang mengandung gula rafinasi, tepung putih, lemak trans, garam, lemak tak jenuh yang tinggi dan banyak bahan tambahan makanan seperti monosodium glutamat (MSG) dan tartrazine, serta kurang protein, vitamin dan serat. Junk food seperti burger, kentang goreng, pizza, ayam bakar atau goreng dan keripik umumnya mengandung banyak lemak jenuh. Konsumsi junk food memiliki beberapa dampak terhadap kesehatan yang diantaranya dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas. Sejak abad ke-21, obesitas telah disebut sebagai pandemik global karena penyebarannya dari remaja ke orang dewasa yang terbukti mengonsumsi junk food. Keterjangkauan, rasa, aksesibilitas, dan variasi junk food di pasaran adalah faktor kunci yang berkontribusi terhadap dampak yang terjadi pada Kesehatan. Kata Kunci: Makanan Cepat Saji, Junk Food, Berat Badan, Obesitas
Hubungan Kadar Hematokrit dengan Angka Kejadian Stroke Albaab, Muh. Ulil; Muchsin, Achmad Harun; Juliana, Anastasia; Julyani, Sri; Pancawati, Erni
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah kelainan pada sistem serebrovaskular (pembuluh darah otak), yang ditandai dengan berkurang atau terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Hematokrit merupakan jumlah sel darah merah di dalam darah oleh karena itu dilakukan pemeriksaan hematokrit untuk mengetahui hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume darah yang ditulis dengan satuan persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. Penelitian menggunakan studi kepustakaan atau literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literatur review mengenai hubungan kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. 10 jurnal dikumpulkan untuk ditelaah oleh peneliti dan disintesis menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Hasil yang didapatkan berdasarkan artikel-artikel penelitian yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hematokrit merupakan parameter yang penting dalam evaluasi risiko, prognosis, dan manajemen pasien stroke. Kadar hematokrit yang abnormal baik tinggi maupun rendah, dapat mempengaruhi hasil klinis melalui mekanisme yang berkaitan dengan viskositas darah, oksigenasi jaringan, dan gangguan mikrosirkulasi. Kesimpulan dari penelitian ini mengenai hubungan antara kadar hematokrit dan risiko stroke bersifat non-linear, di mana kadar terlalu tinggi maupun terlalu rendah sama-sama meningkatkan risiko. Faktor seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan komorbiditas turut memengaruhi hubungan tersebut. Pemantauan kadar hematokrit secara rutin dan upaya menjaga nilainya dalam batas normal dinilai penting untuk pencegahan dan deteksi dini stroke.