Purba, Priscillia Febrianty
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semantik (Leksikal, Gramatikal, Referensial) pada Puisi "Masih Merdekakah Kau Indonesia" Karya Raudah Jambak Siagian, Nancy Oktavia; Purba, Priscillia Febrianty; Sihombing, Ovi Oktavia; Sari, Yuliana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas teori semantik pada puisi dengan (1) menganalisis makna leksikal pada puisi yang berjudul Masih Merdekakah Kau Indonesia? (2) menganalisis makna gramatikal pada puisi yang berjudul Masih Merdekakah Kau Indonesia? dan (3) menganalisis makna referensial pada puisi yang berjudul Masih Merdekakah Kau Indonesia?. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu menganalisis puisi pada suatu penelitian dengan menyampaikan hasil-hasil analisis untuk memberikan interpretasi yang kompherensif terhadap puisi yang dianalisis, Metode kualitatif ini memberikan langkah-langkah penelitian yang bertujuan mendapatkan data deskriptif melalui kata-kata. Hasil analisis pada penelitian ini mengkaji dan memberikan hasil analisis terhadap makna leksikal, gramatikal, dan referensial pada puisi Masih Merdekakah Kau Indonesia? karya Raudah Jambak. Analisis pendekatan kualitatif ini akan fokus pada mendeskripsikan dan memahami pesan-pesan yang terkandung di dalam puisi dengan menggunakan analisis semantik leksikal, gramatikal dan referensial untuk mengungkapkan makna yang tersirat dan ekspresi dari puisi Masih Merdekakah Kau Indonesia? karya Raudah Jambak.
Problematika Leksikografi dalam Penyusunan Kamus Dwibahasa Batak Toba–Indonesia Purba, Priscillia Febrianty; Sihombing, Ovi Oktavia; Tarigan, Novia Sari; Siagian, Nancy Oktavia; Simorangkir, Agustina Verawati; Saragih, Ernes Tifani Anastasia br; Banjarnahor, Pretty Grace
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i2.7613

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai problematika leksikografi dalam penyusunan Kamus Dwibahasa Batak Toba–Indonesia karya Andre Antonius Hutagalung (2011). Analisis dilakukan dengan fokus pada struktur makro, struktur mikro, konsistensi penyajian lema, kelengkapan informasi linguistik, serta representasi budaya dan dialektal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kamus tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan leksikografis, antara lain ketiadaan label kelas kata, tidak tersedianya transkripsi fonetik, lema turunan yang tidak dikelompokkan secara hierarkis, ketiadaan penanda polisemi, serta inkonsistensi ortografi. Selain itu, lema-lema bermuatan budaya seperti dalihan, tondi, dan begu hanya diterjemahkan secara literal tanpa konteks etnolinguistik. Minimnya kosakata modern dan variasi dialektal juga menunjukkan bahwa kamus masih bersifat dokumentatif dan belum memenuhi standar kamus dwibahasa modern. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan leksikografi bahasa Batak Toba yang lebih sistematis dan relevan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP KOTA MEDAN Purba, Priscillia Febrianty; Safinatul Hasanah Harahap
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.300

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kota Medan yang mencakup diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi di kelas dan wawancara terhadap guru Bahasa Indonesia di tiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah mulai diterapkan, terutama pada aspek konten melalui penggunaan media yang mengakomodasi visual, auditori, dan kinestetik. Pada aspek proses, guru telah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, namun belum sepenuhnya disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Pada aspek produk, peserta didik belum diberikan kebebasan secara optimal dalam menentukan bentuk hasil belajar. Sementara itu, pada aspek lingkungan belajar, suasana kelas sudah kondusif, tetapi pengelolaannya masih bersifat konvensional dan belum fleksibel. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP kota Medan masih berada pada tahap awal dan belum berorientasi pada kebutuhan individual peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif. KATA KUNCI: Pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar, bahasa indonesia. >         TITLE: IMPLEMENTATION OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN INDONESIAN LANGUAGE CLASSES AT JUNIOR HIGH SCHOOLS IN MEDAN   ABSTRACT: This study aims to describe the implementation of differentiated instruction in Indonesian language classes at junior high schools in Medan, covering differentiation in content, process, product, and learning environment. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through classroom observations and interviews with Indonesian language teachers at three schools. The results of the study indicate that differentiated instruction has begun to be implemented, particularly in the content aspect through the use of media that accommodates visual, auditory, and kinesthetic learners. In the process aspect, teachers have employed varied instructional methods,but these have not yet been fully adapted to the characteristics of the students. In the product aspect, students have not been given optimal freedom in determining the form of their learning outcomes. Meanwhile, regarding the learning environment, the classroom atmosphere is conducive, but its management remains conventional and lacks flexibility. The implementation of differentiated instruction in junior high schools in Medan is still in its early stages and has not yet been oriented toward the individual needs of students. Therefore, it is necessary to strengthen teachers’ competencies in designing adaptive instruction KEYWORDS: Differentiated Instruction, learning styles, Indonesian language.