Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SmartComp

Analisis Tingkat Kecanduan Gadget pada Anak Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Purbasari, Wika; Setianti, Novita; Krismonika, Osi; Safitri, Riana
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 14, No 2 (2025): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v14i2.7822

Abstract

Gadget merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi yang mengalami perubahan dari masa ke masa, dan pada era modern ini gadget telah menjadi benda yang tidak bisa terpisahkan dengan manusia. Perkembangan teknologi dan informasi membuat setiap orang dipaksa untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, namun tak jarang perkembangan teknologi juga membawa pengaruh negatif  bagi kebiasaan hidup seseorang, salah satunya anak. Permasalahan yang muncul pada anak terhadap pengaruh gadget salah satunya menyebabkan kecanduan. Gadget memberikan dimensi-dimesia gerak, suara, warna, dan lagu, sehingga anak akan lebih mudah tertarik. Selain itu pola asuh juga sangat berpengaruh, seperti seberapa lama dan seringnya orang tua memberikan akses gadget kepada anak. Algoritma naïve bayes menjadi salah satu metode klasifikasi penyelesaian permasalahan penelitian. Pembentukan pengklasifikasian berupa data pengguna gadget yaitu anak usia 1-12 tahun yang berdasarkan pada nama, usia, jenis kelamin, durasi waktu, durasi hari, dan klasifikasi berupa kecanduan dan normal (tidak kecanduan). Algoritma naïve bayes ini dapat memprediksi peluang di masa depan berdasarkan pengalaman di masa lalu. Hasil penelitian terhadap data dari 100 responden didapatkan bahwa jumlah tingkat kecanduan gadget sebanyak 29 responden dan normal sebanyak 71 responden. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kecanduan gadget pada anak dinyatakan normal dengan tingkat akurasi sebesar 100%.
Peran Influencer Dalam Penyebaran Korean Wave di Indonesia (Analisis Visual Akun Youtube SunnydahyeIn) Purbasari, Wika; Safitri, Riana; Krismonika, Osi
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 13, No 2 (2024): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v13i2.6176

Abstract

Korean Wave atau Gelombang Korea merupakan sebuah fenomena penyebaran Budaya Korea Selatan secara masif ke penjuru dunia, dimana platform sosial media youtube menjadi salah satu alat penyebaran Budaya Korea di Indonesia. Sunny Dahye adalah influencer keturunan Korea Selatan yang besar di Indonesia, dan menyajikan berbagai konten tentang Korea Selatan dengan menggunakan Bahasa Indonesia pada akun youtube nya yang bernama SunnydahyeIn. Target audiens SunnydahyeIn didominasi oleh remaja Indonesia berusia 18-24 tahun, hal tersebut selaras dengan Indoensia yang menjadi top country subscriber SunnydahyeIn dengan jumlah 5,1 juta pengikut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana analisis visual pada akun Youtube SunnydahyeIn dalam penyebaran Korean Wave di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis visual pada akun youtube SunnydahyeIn. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu observasi dan dokumentasi, dengan melakukan pengamatan serta pengumpulan data menggunakan aplikasi online hypeauditor.com. Hasil dari penelitian ini adalah penyebaran Budaya Korea Selatan melalui akun youtube SunnydahyeIn cukup berpengaruh, dilihat dari tingginya tingkat pertumbuhan subscriber setiap tahunnya hingga mencapai 5,5 juta pengikut, dengan sentimen audiens yang cenderung baik dengan jumlah 42,01% sentimen positif, 53,41% sentimen netral, dan 4,59% sentimen negatif.
Analisis Sentimen dan Analisis Jaringan (Network Analysis) Seks Pranikah di Indonesia Menggunakan Data Media Sosial Twitter Purbasari, Wika; Setianti, Novita; Krismonika, Osi
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 12, No 4 (2023): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v12i4.5671

Abstract

Seks pranikah merupakan isu sensitif yang telah banyak dikaji di Indonesia. Pemberitaan pada media sosial Twitter mengenai kasus Alshad Ahmad menjadi salah satu pemantik opini warganet Indonesia karena berkaitan dengan pergaulan bebas dan norma sosial yang ada di masyarakat. Hal tersebut memicu sebuah gerakan sosial yaitu Digital Movement Opinion (DMO) melalui beberapa tagar, diantaranya #alshadahmad, #tiaraandini, dan #nissaasyifa. Penelitian ini menjelaskan tentang jejaring sosial yang dibentuk oleh tagar tersebut dan analisa sentimen warganet Indonesia. Data yang diambil menggunakan netlytic.org menemukan 2.926 unggahan DMO Twitter dalam kurun waktu satu minggu, 2.350 diantaranya adalah unggahan dengan sentimen negatif dan 576 lainnya adalah sentimen netral. Hasil penelitian membuktikan bahwa fenomena mengenai Alshad Ahmad memiliki lebih banyak sentimen negatif, hal ini mengindikasikan bahwa banyak warganet Indonesia yang tidak menormalisasikan seks pranikah dan dianggap tidak baik. Data properti jaringan menjelaskan bahwa tidak adanya timbal balik dan penjelasan dari pihak terkait untuk mengurangi sentimen warganet. Sentralisasi pada kasus ini tergolong rendah, hal ini menunjukkan bahwa informasi saling mengalir bebas antar banyak node dan jaringan.