Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Hamil Dalam Optimalisasi Deteksi Kehamilan Risiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Triple Eliminasi Mardiyanti, Ika; Handayani, Nanik; Anggasari, Yasi; Andriani, Ratna Ariesta Dwi; Karmila, Hartatiek Nila
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v6i1.128

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis, Sifilis yang dapat mengancam kelangsungan hidup, sehingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian bayi, anak, dan balita. Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis pada bayi lebih banyak tertular dari ibu saat masa kehamilan. Risiko penularan dari ibu ke bayi untuk penyakit HIV/AIDS, Hepatitis B dan Sifilis sangatlah besar. Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan triple eliminasi sejak dini saat awal kehamilan menyebabkan meningkatkan prevalensi infeksi tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan melalui upaya kegiatan pemberian edukasi tentang deteksi dini kehamilan risiko tinggi melalui pemeriksaan triple eliminasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta ibu hamil wilayah RW.2 Kelurahan Pacar Kembang Surabaya sebanyak 20 orang. Kegiatan ini dengan cara memberikan Pendidikan Kesehatan menggunakan media power point, LCD dan leaflet tentang penanganan dismenorea menggunakan daun papaya dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan cara melakukan pre test sebelum pemberian edukasi selanjutkan setelah pemberian edukasi dilakukan post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan tingkat pengetahuan saat pre test didapatkan skor 45% sedangkan saat post test tingkat pengetahuannya meningkat menjadi 85%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi dengan pemeriksaan triple eliminasi.
SANTRI SIAGA: PEMBERDAYAAN KADER PESANTREN MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PRODUKSI MASKER MANDIRI Karmila, Hartatiek Nila; Puspitarini, Marinda Dwi; Matin, Nur Sophia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama memiliki kerentanan tinggi terhadap penyebaran penyakit menular seperti COVID-19 akibat pola hidup komunal dan tingginya mobilitas santri. Diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kapasitas internal pada pondok pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Amanatul Ummah, dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19 melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Unsur kebaruan dari kegiatan ini adalah keterlibatan kader santri sebagai pelaku utama dalam edukasi kesehatan dan produksi masker kain mandiri. Program juga bermanfaat untuk membangun ketahanan kesehatan komunitas pesantren secara berkelanjutan. Kegiatan melibatkan pelatihan daring menggunakan platform Zoom yang diikuti oleh 25 kader santri dan beberapa pengurus pondok pesantren. Materi yang disampaikan meliputi edukasi protokol kesehatan, simulasi pembuatan masker, dan manajemen risiko COVID-19 berbasis komunitas. Observasi dilakukan melalui evaluasi interaktif dan dokumentasi praktik santri, sedangkan analisis dampak dilakukan berdasarkan perubahan persepsi dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil utama yang diukur adalah peningkatan pemahaman protokol kesehatan, kemampuan praktik pembuatan masker, serta keterlibatan aktif peserta dalam sesi edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan dalam literasi kesehatan kader santri dan kemampuan membuat masker kain. Temuan ini menguatkan teori partisipatif bahwa pelibatan komunitas dalam desain dan implementasi program mampu meningkatkan efektivitas intervensi. Program ini membuktikan bahwa pesantren dapat menjadi simpul edukasi kesehatan masyarakat jika difasilitasi melalui pendekatan berbasis komunitas. Model pengabdian ini tidak hanya memberikan solusi praktis saat pandemi, tetapi juga menjadi prototipe edukasi kesehatan partisipatif yang dapat direplikasi. Disarankan pendekatan ini diperluas ke pesantren lain melalui kemitraan lintas sektor untuk memperkuat ketahanan kesehatan komunitas.
Relationship between C-Reactive Protein Levels and Preeclampsia in Pregnant Women Karmila, Hartatiek Nila; Sari, Nathalya Dwi Kartika; Mardiyanti, Ika; Matin, Nur Sophia
Asian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 No 3 (December) 2025
Publisher : Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55561/ajhr.v4i3.281

Abstract

Introduction: Preeclampsia remains a major contributor to maternal morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. Increasing evidence suggests that inflammation plays an important role in its development. C-reactive protein (CRP), an easily accessible inflammatory marker, has been proposed as a potential indicator for early identification. This study aimed to examine the association between CRP levels and preeclampsia in pregnant women. Material and Methods: A case–control study was conducted at RSI A. Yani Surabaya between August and October 2022. Fifty pregnant women beyond 20 weeks of gestation were enrolled, consisting of 25 normotensive and 25 preeclamptic participants. CRP levels were measured using the ichromsa™ system following standard laboratory procedures. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test with a significance level of p<0.05. Results: The mean maternal age was slightly higher in the preeclampsia group. Most participants were in the late third trimester. CRP levels differed significantly between groups, with higher values observed among women with preeclampsia (p<0.001). A greater proportion of preeclamptic women had CRP concentrations ≥5 mg/L. Conclusion: This study demonstrates a significant difference in CRP levels between normotensive and preeclamptic pregnancies, supporting the role of inflammation in the condition. However, given the limited sample size and lack of adjustment for confounding factors, the findings should be interpreted cautiously. Larger studies with broader analytical approaches are needed before CRP can be considered for clinical screening or risk stratification.