Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DETERMINAN KEBERMAKNAAN KERJA PADA PERAWAT : LITERATUR REVIEW Andiarto, Afri; Matin, Nur Sophia; Khoiriyah, Imas Elva
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.960

Abstract

Nursing is a profession that is constantly changing and taking on new roles amidst existing challenges, including the COVID-19 pandemic where nurses are at the forefront of handling it. The meaning of work is an important part of supporting nurses to keep working well in the midst of a pandemic. This study aims to look at the factors that determine the level of meaningful work in nurses. This research method uses the literature review method with the Google Scholar database of 5 articles with a time span of 2019-2023. The findings show that the determinants of the meaningfulness of work for nurses include two factors, internal and external. Internal is represented by gender, work belief, motivation, personality, and psychological state. While external factors include working conditions, conformity of organizational values, and togetherness. It is important to increase the meaningfulness of work for nurses by using approaches that are relevant to the results of this study.
PENGENALAN DIAGNOSIS BANDING KELUHAN SAKIT KEPALA PADA MIGRAN Dwikoryanto, Moch.; Yuniati, Dyah; Hutapea, Octavianus; Bariyah, Khadijah Khairul; Matin, Nur Sophia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.22241

Abstract

Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan paling umum dalam dunia kedokteran dan neurologi, Prevalensi nyeri kepala yang tinggi di Indonesia tidak hanya mencakup Warga Negara Indonesia (WNI) saja, namun juga para WNA dan migran. International Organization for Migration (IOM) sendiri merupakan Badan Migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terdepan dan berdedikasi untuk mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur yang bermanfaat bagi semua. Kebermanfaatan IOM yang besar untuk para migran di Indonesia mendorong Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) untuk berkolaborasi terkait preventive medicine, dimana salah satu ikhtiarnya yakni penyuluhan mengenai masalah nyeri kepala. Tema yang diangkat adalah “Nyeri Kepala”, membahas tentang pengenalan diagnosis banding keluhan sakit kepala pada migran. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pretest sebelum materi dan posttest setelah materi. Dari hasil yang didapat, dilakukan uji paired sample T test, secara statistik diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa penyuluhan yang diberikan memberi pengaruh yang bermakna. Diperlukan pengabdian dan pendampingan lebih lanjut kepada para migran, khususnya terkait tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mencegah kejadian nyeri kepala.
The Comparison of Oral and Intravaginal Administration of Lactobacillus plantarum Probiotics on Body Weight of Rattus norvegicus with Vulvovaginalis Candidiasis Matin, Nur Sophia; Fristiyanti, Regina Ayu
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i2.942

Abstract

Background: The prevalence of fungal infections in humans has been recorded to have increased significantly. Several species of fungi in the genus Candida are reported to cause mucosal and systemic infections with high levels of morbidity and mortality. Infections caused by Candida are called candidiasis, one type of which is Vulvovaginal Candidiasis (Vulvovaginal Candidiasis). In the last few decades, Lactobacillus probiotics have become an alternative strategy for treating various types of infections, including L. plantarum. The comparison of effectiveness between oral and intravaginal administration of L. plantarum still needs to be studied, considering that this really determines the success rate of probiotics as supportive therapy in cases of vulvovaginal candidiasis. Objective: To compare body weight gain after oral and intravaginal administration of L. plantarum in vivo. Method: The research was conducted using a pretest posttest randomized experimental group design approach. The L. plantarum given consisted of three concentrations, namely 2,25x1010, 4,5x1010 and 9x1010 CFU/ml. The statistical analysis used was a paired T-test (CI 95%) to measure body weight before and after administration of L. plantarum. Results: There was a significant increase in the body weight of the study sample with oral and intravaginal administration. Conclusion: Probiotic L. plantarum given orally and intravaginally has the potential to be a supportive therapy for vulvovaginal candidiasis infections.
COMIC MEDIA AS AN EFFORT TO IMPROVE KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT MENARCHE Matin, Nur Sophia; Wittiarika , Ivon Diah; Faizah , Zakiyatul
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, April 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i2.2025.200-210

Abstract

Background: The age of menarche is getting younger, yet many elementary students are not prepared in terms of knowledge and attitudes. Comic media as an interactive educational method can increase understanding about menarche in a fun and easy-to-understand way. Objective: To analyze the effect of comic media on improving knowledge and attitudes about menarche in fifth-grade elementary school girls. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest design in the treatment (comic) and control (lecture) groups using total sampling of 66 fifth-grade girls who had not experienced menarche. Data were analyzed using paired t-test and independent t-test. Results: There was a significant increase in knowledge in the comic group (p=0.000). Although not statistically significant, there was a positive increase in attitudes in the comic group compared to lectures. Conclusion: Comic media is effective in increasing knowledge and potentially improving the attitudes of elementary school girls regarding readiness for menarche.
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PEMANFAATAN DAUN BROTOWALI (TINOSPORA CARDIFOLIA) SEBAGAI AGEN HERBAL YANG MENCEGAH PENINGKATAN KADAR GLUKOSA DARAH Riza, Mochamad Faishal; Puspitasari, Mia; Prayekti, Endah; Fristiyanti, Regina Ayu; Matin, Nur Sophia; Yuliana, Yuliana; Yuwono, Asma' Denaya Psari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37408

Abstract

Diabetes Melitus (DM) dikenal sebagai "Mother of All Diseases" atau Ibu Segala Penyakit karena kemampuannya dalam memicu timbulnya berbagai penyakit. Pemantauan kenormalan kadar glukosa dan tindakan pencegahan terhadap peningkatan kondisi hiperglikemia merupakan salah satu komponen penting dalam penatalaksanaan dan pengobatan. Daun brotowali merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki potensi dan khasiat dalam mencegah peningkatan kadar gula darah. Namun, pengetahuan tentang potensi daun brotowali masih tergolong rendah, termasuk di lingkungan Pondok Pesantren Zainudin Hasan Zainudin Genggong Probolinggo. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang potensi pemanfaatan daun brotowali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan edukasi dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Metode ini dipilih untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif dari peserta kegiatan. Pengukuran tingkat pengetahuan dinilai menggunakan skor yang diperoleh dari pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test tentang pengetahuan pemanfaatan daun brotowali untuk mencegah kenaikan gula darah melalui angket menunjukkan adanya peningkatan skor secara langsung pada peserta yang mengikuti kegiatan ini. Persentase peningkatan nilai rata-rata sebesar 0,21% meskipun hasil uji Paired T test menunjukkan nilai p sebesar 0,3003 (p < 0,05) artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Merujuk pada hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dengan metode yang dipilih dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan hal ini sejalan dengan target output yang telah ditetapkan oleh tim pengabdian masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KUDAPAN: PEMBERDAYAAN KADER DI PONDOK PESANTREN AL HIKAM BANGKALAN Huda, Nailul; Susanti, Mery; Firdaus, Firdaus; Saputra, M. Kevin Bintang; Rohma, Deanita; Matin, Nur Sophia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38779

Abstract

Stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) karena kekurangan unsur seng (Zn). Selain itu, stunting juga merupakan masalah gizi yang berlangsung lama. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang dilakukan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 27,67% anak di Indonesia mengalami stunting. Ini berarti bahwa 3 dari setiap 10 anak di Indonesia mengalami stunting. Mirisnya, angka ini masih di atas batas 20% yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Ada banyak penyebab stunting di Indonesia, termasuk faktor terdekat seperti status gizi ibu, praktik menyusui, dan praktik pemberian makanan pendamping. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa pengetahuan ibu tentang stunting masih tergolong rendah, sehingga perlu adanya upaya promosi kesehatan untuk mengurangi kasus stunting. Selain itu, ibu juga harus memahami bahwa asupan bahan makanan energi dan protein diperlukan guna pencegahan stunting. Asupan protein yang rendah merupakan faktor risiko kejadian stunting pada primer anak usia sekolah. Pemberian edukasi mengenai menu tinggi protein tidak hanya diberikan kepada ibu secara langsung, namun juga bisa diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang bisa diberikan edukasi adalah kader pondok pesantren, dimana mereka bisa memberikan pengaruh di lingkungan pondok, sekitar rumah, atau keluarga mereka sendiri. Atas dasar itulah, FK UNUSA terdorong untuk turut mengambil bagian dalam sosialisasi menu tinggi protein kepada pondok pesantren. Adapun pondok yang digandeng sebagai mitra adalah Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan. Pihak FK UNUSA mendorong Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan untuk berperan dalam menyediakan menu tinggi protein kepada para santri. Diperlukan pengabdian dan pendampingan lebih lanjut baik kepada para kader maupun asatidz/asatidzah, khususnya terkait strategi dalam meningkatkan konsumsi protein para santri di pondok pesantren.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Firdaus, Abraham Ahmad Ali; Riza, Mochamad Faishal; Fristiyanti, Regina Ayu; Matin, Nur Sophia; Rakhmawati, Shafira Cahyani; Rosyida, Naila Irtabaza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38787

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) berkontribusi sebesar 32% terhadap angka kematian global dan merupakan 85% penyebab kematian akibat penyakit jantung. Terdapat berbagai faktor predisposisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya SKA, antara lain usia >45 tahun, jenis kelamin, potensi genetik, riwayat keluarga, hipertensi, dislipidemia, merokok, obesitas, diabetes melitus, dan pola hidup dengan aktivitas fisik rendah. Namun berdasarkan kajian epidemiologi terkini dilaporkan bahwa kejadian SKA meningkat pada usia ?45 tahun. Maka perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan terkait SKA dengan penekanan pada upaya dan pengendalian SKA di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi kunjungan lapangan dan survei kebutuhan mitra agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta pengurusan perizinan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan penyampaian materi, diskusi kelompok dan tanya jawab interaktif. Tingkat pengetahuan peserta kegiatan dapat diukur dengan menganalisis rerata skor pre-test dan post-test peserta kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rerata skor. Dari hasil yang diperoleh dilakukan uji paired sample T test dan diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang SKA yang diberikan berdampak pada peningkatan pengetahuan peserta kegiatan.
SANTRI SIAGA: PEMBERDAYAAN KADER PESANTREN MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN PRODUKSI MASKER MANDIRI Karmila, Hartatiek Nila; Puspitarini, Marinda Dwi; Matin, Nur Sophia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama memiliki kerentanan tinggi terhadap penyebaran penyakit menular seperti COVID-19 akibat pola hidup komunal dan tingginya mobilitas santri. Diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kapasitas internal pada pondok pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Amanatul Ummah, dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19 melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Unsur kebaruan dari kegiatan ini adalah keterlibatan kader santri sebagai pelaku utama dalam edukasi kesehatan dan produksi masker kain mandiri. Program juga bermanfaat untuk membangun ketahanan kesehatan komunitas pesantren secara berkelanjutan. Kegiatan melibatkan pelatihan daring menggunakan platform Zoom yang diikuti oleh 25 kader santri dan beberapa pengurus pondok pesantren. Materi yang disampaikan meliputi edukasi protokol kesehatan, simulasi pembuatan masker, dan manajemen risiko COVID-19 berbasis komunitas. Observasi dilakukan melalui evaluasi interaktif dan dokumentasi praktik santri, sedangkan analisis dampak dilakukan berdasarkan perubahan persepsi dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil utama yang diukur adalah peningkatan pemahaman protokol kesehatan, kemampuan praktik pembuatan masker, serta keterlibatan aktif peserta dalam sesi edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan dalam literasi kesehatan kader santri dan kemampuan membuat masker kain. Temuan ini menguatkan teori partisipatif bahwa pelibatan komunitas dalam desain dan implementasi program mampu meningkatkan efektivitas intervensi. Program ini membuktikan bahwa pesantren dapat menjadi simpul edukasi kesehatan masyarakat jika difasilitasi melalui pendekatan berbasis komunitas. Model pengabdian ini tidak hanya memberikan solusi praktis saat pandemi, tetapi juga menjadi prototipe edukasi kesehatan partisipatif yang dapat direplikasi. Disarankan pendekatan ini diperluas ke pesantren lain melalui kemitraan lintas sektor untuk memperkuat ketahanan kesehatan komunitas.
Balanced Nutrition Menu Education During Fasting to Support the Learning Process of Islamic Boarding School Students Salamy, Nanda Fadhilah Witris; Kombih, Muhammad Fifin; Setiarsih, Dini; Mubarak, Achmad Yarziq; Matin, Nur Sophia
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261406

Abstract

The nutritional intake of students in Islamic boarding schools during Ramadan is often dominated by carbohydrates, with limited attention to balanced macro- and micronutrient consumption. This imbalance may affect health and learning concentration. This community engagement program aimed to enhance students’ understanding of balanced nutrition during fasting based on physiological principles. The activity was conducted at Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya through three phases: initial survey, interactive educational sessions, and follow-up evaluation. Thirty-one students participated in both pretest and posttest assessments. The results showed an increase in the average knowledge score from 54.19 to 66.77 (p = 0.005), indicating a statistically significant improvement. The participatory educational approach proved effective in enhancing students’ nutritional literacy. The program suggests that physiology-based nutrition education can serve as a strategic approach to improving health awareness in Islamic boarding schools. Integrating nutrition education into institutional food management policies is recommended to promote sustainable healthy eating habits.
Relationship between C-Reactive Protein Levels and Preeclampsia in Pregnant Women Karmila, Hartatiek Nila; Sari, Nathalya Dwi Kartika; Mardiyanti, Ika; Matin, Nur Sophia
Asian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 No 3 (December) 2025
Publisher : Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55561/ajhr.v4i3.281

Abstract

Introduction: Preeclampsia remains a major contributor to maternal morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. Increasing evidence suggests that inflammation plays an important role in its development. C-reactive protein (CRP), an easily accessible inflammatory marker, has been proposed as a potential indicator for early identification. This study aimed to examine the association between CRP levels and preeclampsia in pregnant women. Material and Methods: A case–control study was conducted at RSI A. Yani Surabaya between August and October 2022. Fifty pregnant women beyond 20 weeks of gestation were enrolled, consisting of 25 normotensive and 25 preeclamptic participants. CRP levels were measured using the ichromsa™ system following standard laboratory procedures. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test with a significance level of p<0.05. Results: The mean maternal age was slightly higher in the preeclampsia group. Most participants were in the late third trimester. CRP levels differed significantly between groups, with higher values observed among women with preeclampsia (p<0.001). A greater proportion of preeclamptic women had CRP concentrations ≥5 mg/L. Conclusion: This study demonstrates a significant difference in CRP levels between normotensive and preeclamptic pregnancies, supporting the role of inflammation in the condition. However, given the limited sample size and lack of adjustment for confounding factors, the findings should be interpreted cautiously. Larger studies with broader analytical approaches are needed before CRP can be considered for clinical screening or risk stratification.