Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Keluarga yang Mempunyai Anak Pengguna Napza Menjalani Kehidupan di Masyarakat Batubara, Salama Thomasita; Yeni, Roza Indra; Bayuningsih, Ratih; Handyani, Eka; Suharti, Neli
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7746

Abstract

The aim of the research is to find out the experiences of families who have drug-using children living in society. This research uses a cross-sectional design. This research method uses a cross-sectional design. The research results show that the p-value = 0.000 is smaller than the α = 0.05, which means that there is an influence on the experience of families who have drug-using children living in society. Conclusion through the Family, it is hoped that the community health center will always be responsive and proactive to all problems experienced by families who have children who use drugs. Keywords: Drugs, Society, Family Experience
ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN BERBASIS BUKTI PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP HEMODINAMIK (RR DAN HR) DAN SATURASI OKSIGEN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI CIPUTRA HOSPITAL CITRA GARDEN CITY JAKARTA Mutmainnah, Yuliyati; Yeni, Roza Indra; Jansen, Susiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.31951

Abstract

Fisioterapi dada banyak digunakan sebagai pengobatan adjuvant untuk pneumonia. Fisioterapi dianggap membantu menghilangkan eksudat inflamasi, sekresi trakeo bronkial, mengurangi resistensi jalan napas. Tujuan asuhan keperawatan ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, setelah dilakukan  pengaruh fisioterapi dada terhadap Hemodinamik (RR Dan Hr) dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia di Ciputra Hospital  Citra Garden City Jakarta. Metode Desain evidence base nurse (EBN) yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan diberikan Fisioterapi Dada selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: Hasil statistic menunjukkan perbedaan nilai rata-rata atau nilai mean pada kelompok intervensi (1.00) dan kelompok control (1.25) dengan hasil nilai p (0.024 atau < 0.05) yang artinya ada pengaruh pemberian fisioterapi dada pada kelompok intervensi dan kelompok control dengan nilai p (0.024 Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian fisioterapi dada pada anak dengan Pneumonia setelah dilakukan intervensi dibandingkan dengan kelompok control secara signifikan.
ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN BERBASIS BUKTI PENERAPAN POSISI PRONASI DALAM NESTING UNTUK MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN PADA BBLR DI RUANG NICU CIPUTRA HOSPITAL CITRAGARDEN CITY JAKARTA Dawa, Wilibaldus; Yeni, Roza Indra; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.31794

Abstract

membutuhkan perawatan serius karena BBLR sulit dalam beradaptasi dengan lingkungannya dan rentan terhadap stress. Jika bayi stress, bayi akan merasa kedinginan dan akan menghabiskan kalori untuk menghangatkan tubuh ke tingkat yang normal. Kondisi ini menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen dan jika tidak terpenuhi akan menyebabkan hipoksia dan akan memberikan respon terhadap penurunan oksigenasi. Salah satu perawatan yang dapat mendukung terapi oksigen yaitu mengatur posisi pronasi di dalam nesting untuk memperbaiki kondisi BBLR agar saturasi oksigen stabil dan meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, melakukan penerapan posisi pronasi di dalam nesting untuk meningkatkan saturasi oksigen pada BBLR di ruang NICU Ciputra Hospital CitraGarden City Jakarta. Karya Ilmiah Akhir Ners ini menggunakan metode rancangan deskriptif studi kasus dengan menerapkan asuhan keperawatan. Setelah dilakukan penerapan posisi pronasi di dalam nesting pasien mengalami perbaikan dan peningkatan saturasi oksigen pada hari ke 3 dan hari ke 4 serta pasien dapat mempertahankan saturasi oksigen dengan nilai SpO2: 100% dihari ke 5 dan ke 6 setelah dilakukan penerapan intervensi.  
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Demam dengan Manajemen Demam pada Anak Balita di Puskesmas X Yeni, Roza Indra; Sari, Putri Permata; Sitorus, Laura Agustin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.19633

Abstract

ABSTRACT Fever is one of the most common diseases experienced by children and is the reason for about 30% of children's hospital visits. Fever management in children can be done at home in the form of pharmacological and non-pharmacological treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge about fever and fever management at Puskesmas X. This type of research is quantitative descriptive with a cross sectional approach. The sample in this study was 92 people. Data collection was carried out using questionnaires. Data analysis was carried out using the chi-square test. The results of the study showed that the highest level of knowledge of mothers in Puskesmas X was mothers with sufficient knowledge amounting to 41 people (44.6%), lack of knowledge amounting to 40 (43.5%) and good knowledge amounting to 11 people (12.0%). Fever management in children was the most in the bad category with 76 (82.6%) while the management of fever in the good category amounted to 16 people (17.4%). The relationship between maternal knowledge about fever and fever management in toddlers (0-59 months) was obtained with a value of p=0.001 (p0.005). So it was concluded that there was a relationship between maternal knowledge about fever and fever management in toddlers (0-59 months) at Puskesmas X. Keywords: Knowledge About Fever, Fever Management, Toddlers  ABSTRAK Demam adalah salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak dan merupakan alasan sekitar 30% kunjungan anak ke rumah sakit. Manajemen demam pada anak  dapat dilakukan di rumah adalah berupa penanganan farmakologi dan non farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang demam dengan manajemen demam di Puskesmas X. Jenis penelitian ini  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 92 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan ibu di Puskesmas X terbanyak adalah ibu dengan pengetahuan cukup berjumlah 41 orang (44,6%), pengetahuan kurang berjumlah 40 (43,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 11 orang (12,0%). Manajemen demam pada anak terbanyak  pada kategori buruk dengan jumlah 76 (82,6%) sedangkan manajemen demam kategori baik berjumlah 16 orang (17,4%). Hubungan pengetahuan ibu tentang demam dengan manajemen demam pada balita (0-59 bulan) didapatkan nilai p=0,001 (p0,005). Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang demam dengan manajemen demam pada balita (0-59 bulan) di Puskesmas X. Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Demam, Manajemen Demam, Balita
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN KAPUK Nurmaela, Khaifa; Yeni, Roza Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49619

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan terhambat pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan perilaku pencegahan stunting di Kelurahan Kapuk. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 99 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini dari 99 ibu, 54 memiliki pengetahuan baik tentang stunting, dengan 42 ibu (42,4%) menunjukkan perilaku pencegahan stunting yang baik. Sebaliknya, di antara ibu dengan pengetahuan kurang, hanya 11 ibu (11,1%) menunjukkan perilaku pencegahan yang baik. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan perilaku pencegahan stunting (p-value 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang baik berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan stunting. Diperlukan peningkatan edukasi untuk mengurangi prevalensi stunting.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENCEGAHAN DBD PADA ANAK DI PUSKESMAS JAKARTA SELATAN Febiyarti, Hizah Tri; Yeni, Roza Indra; Putri, Rima Berlian
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6488

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Ae. aegypti dan Ae. Albopictus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pencegahan DBD pada anak di puskesmas pembantu Cipete Utara wilayah kerja puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan tahun 2024. Metode: Desain Penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yang berjumlah 100 responden. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil yang diperoleh pada data demografi responden, dengan usia 25-35 tahun sebanyak 70 orang (70%), Pendidikan menengah sebanyak 72 orang (72%), sedangkan mayoritas responden tidak bekerja 78 orang (78%). Tingkat pengetahuan baik 58 orang (58,0%), tingkat pengetahuan responden kurang 42 orang (42%). Responden yangg menjawab pencegahan DBD baik 38 orang (38,0%), responden dengan pencegahan DBD kurang sebanyak 62 orang (62,0%). P value 0,002 0,05 sehingga terdapat hubungan pada kedua variabel. Diskusi: Tingkat pengetahuan ibu terhadap pencegahan DBD pada anak memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan peneliti ini dapat menambah wawasan dan menjadi sumber informasi untuk mencari tentang penyakit DBD, serta pengetahuan tentang pencegahan DBD.
Perilaku Jajan Pada Anak Sekolah Dasar Kelas IV, V, VI di SDN Sriamur 05 Kab Bekasi Rahayu, Amefa Krismon Tika; Harini, Rika; Ponirah, Ponirah; Sunirah, Sunirah; Yeni, Roza Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.9461

Abstract

ABSTRACTChildren's health is an important part of human quality of life and cannot be separated from the food consumed by children every day. The current child health problem is the large number of school-age children who like to eat snacks in the school environment. The percentage of school snacks is 4.3% which contains hazardous ingredients. Factors that influence the selection of snacks in school-age children are knowledge, attitudes and behavior. Objective To get an overview of snacking behavior towards elementary school children in grades IV, V, VI. Methodology Using a Quantitative Descriptive Design with Univariate Analysis The sample used was random sampling of 176 respondents consisting of 3 classes, class IV, V, VI. The results of this study showed that the respondents were in their early teens (59.1%), female (59.7%), had good snacking behavior (67.6%). Conclusion The researchers concluded that the majority of respondents had good snacking behavior.Keywords: Elementary School Children, Snacking Behavior ABSTRAK Kesehatan anak merupakan bagian penting terhadap kualitas hidup manusia dan tidak lepas kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh anak setiap hari. Permasalahan kesehatan anak yang dialami saat ini adalah banyaknya anak usia sekolah yang gemar jajan di lingkungan sekolah. Presentase pangan jajanan sekolah sebesar 4,3% yang mengandung bahan berbahaya. Faktor yang mempengaruhi pemilihan jajanan pada anak usia sekolah adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran perilaku jajan terhadap anak SD kelas IV, V, VI. Metodologi Menggunakan desain Deskriptif Kuantitatif dengan Analisa Univariat Sampel yang digunakan adalah random sampling sebanyak 176 responden terdiri dari 3 kelas, kelas IV, V, VI. Hasil Penelitian ini menunjukan responden pada usia remaja awal (59,1%), berjenis kelamin perempuan (59,7%), perilaku jajan baik (67,6%). Kesimpulan Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas responden berperilaku jajan baik.Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Perilaku Jajan
Karakteristik Ibu dengan Kelengkapan dan Ketepatan Pemberian Imunisasi Dasar Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas X Said, Fathia Fakhri Inayati; Sari, Putri Permata; Yeni, Roza Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13059

Abstract

ABSTRACT The completeness and accuracy of providing basic immunization to babies is one indicator of improving the quality and quality of implementation of immunization programs which is characterized by minimal drop out rates, so it is necessary to know the characteristics of mothers that influence the completeness and accuracy of immunization. The aim of this research is to determine the relationship between maternal characteristics and the completeness and accuracy of providing basic immunization to babies. The research design used was cross sectional with a sample size of 36 people, determining the sample size using the total sample. Data collection uses questionnaires to determine characteristics and observation sheets for behavior. The data above outlines the characteristics of respondents with a sample size of 36. Based on the data above, the highest age is 26 - 35 with a percentage (55.5%), high school education level 13 (36.11%), type of work who are not working 23 (63.8%). ), Number of Children 2 12 (33.33%), Distance from home <500 Meters 25 (69.4%), Good Level of Knowledge 30 (83.33%), Positive Mother's Attitude 30 (83.33%). Good maternal behavior 31 (86.11%), complete immunization completeness 31 (86.11%) and inappropriate immunization accuracy 22 (61.11%) Conclude that between age, education, level of knowledge, occupation, number of children, distance from home , attitudes and behavior of mothers regarding the completeness and accuracy of providing basic immunizations to babies in the working area of Puskesmas. Keywords: Mother, Completeness and Accuracy of Basic Immunization  ABSTRAK Kelengkapan dan ketepatan pemberian Imunisasi dasar pada bayi merupakan salah satu indikator peningkatan mutu dan kualitas pelaksanaan program imunisasi yang ditandai dengan minimnya angka drop out, sehingga diperlukan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mempengaruhi kelengkapan dan ketepatan imunisasi.  Tujuan penelitian ini diketahui hubungan karakteristik ibu dengan kelengkapan dan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada bayi. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross sectional  dengan jumlah sampel 36 orang, penentuan besar sampel dengan menggunakan total sampel.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik dan lembaran observasi untuk perilaku. Data di atas megamarkan karateristik responden dengan jumlah sampel 36 Berdasarakan data di atas Umur tertinggi 26 – 35 dengan presentase (55,5 %), Tingkat Pendidikan SMA 13 (36,11 %), Jenis Pekerjaan Yang tidak bekerja 23 (63,8%), Jumlah Anak 2  12 (33,33%),  Jarak rumah <500 Meter 25 (69,4%), Tinglat Pengetahuan  Baik 30 (83,33%), Sikap Ibu Positif 30 (83,33%). Perilaku ibu baik 31 (86,11%), Kelengkapan Imunisasi lengkap 31 (86,11%) dan ketepatan Imunisasi tidak tepat 22 (61,11%) Simpulkan bahwa antara umur, pendidikan, tingkat pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak, jarak rumah, sikap dan perilaku ibu dengan kelengkapan dan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas X. Kata Kunci: Ibu, Kelengkapan Dan Ketepatan Imunisasi Dasar
Hubungan Antara Tingkat Depresi dengan Penurunan Kognitif pada Lansia: The Relationship Between Depression Levels and Cognitive Decline in the Elderly Nely Manurung, Debi; Sumartingsih, Maria Susila; Yeni, Roza Indra; Iksan, Ricky Riyanto
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v5i2.519

Abstract

Introduction: Elderly individuals are vulnerable to depression and cognitive decline, which can impair memory, orientation, and daily functioning, reducing quality of life. Family and community support help mitigate these effects.Objectives: This study examined the relationship between depression and cognitive decline in elderly patients at Hospital X.Method: A cross-sectional study included 55 elderly respondents selected purposively from 121 patients. Depression was measured using the Geriatric Depression Scale Short Version (GDS-SV), and cognitive function using the Mini-Mental State Examination (MMSE). Bivariate analysis with Chi-Square tested the association between depression and cognitive function.Results: Most elderly with mild to moderate depression had normal cognitive function, while those with severe depression predominantly exhibited cognitive impairment. The relationship between depression level and cognitive function was statistically significant (p = 0.004).Conclusion: Depression levels are significantly associated with cognitive decline in the elderly. Early detection of depression and cognitive stimulation are essential to prevent further cognitive deterioration. Interventions should include family- and community-based psychosocial support, cognitive stimulation, counseling, and emotional guidance. Family presence, such as living with children or relatives, serves as a protective factor for emotional stability and cognitive function. Healthcare professionals should integrate depression screening, family education, and cognitive interventions into elderly care plans to improve quality of life and independence.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Astuti, Vani Puji; Yeni, Roza Indra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.530

Abstract

Dukungan suami pada istri selama masa kehamilan sangat diperlukan karena berhubungan dengan psikologis istri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunaan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik sampling total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Suami dan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale). Sebagian besar suami mendukung ibu hamil dengan kecemasan rendah sebanyak 16 orang (88,9%), dan sebagian besar suami tidak mendukung ibu hamil dengan kecemasan tinggi sebanyak 11 orang (91,7%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0.000, dimana α <0.05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Kota Tangerang Selatan.