Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Optimalisasi Peran Masjid dalam Memberdayakan Ekonomi Umat Untuk Jamaah Masjid Muhajirin Perengdawe Balecatur Syamsudin Syamsudin; Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.005 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.361

Abstract

Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah untuk membantu meningkatkanperekonomian Jamaah Masjid yang berlokasi di Perengdawe, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY sekaligusmenciptakan wirausaha baru bagi masyarakat nonproduktif yang menjadi jamaah masjid uhajirin.Kelompok mitra yang menjadi khalayak sasaran adalah jamaah Masjid Muhajirin. Permasalahan yangdihadapi oleh kelompok mitra meliputi empat aspek, yaitu aspek Manajemen Masjid, sedangkan untukjamaah masjid meliputi aspek keuangan, aspek pemasaran dan operasi usaha jamaah. Permasalahanmitra terkait manajemen masjid yaitu terbatasnya kegiatan masjid hanya berkaitan dengan ibadah danbelum adanya wadah untuk memberdayakan usaha produktif jamaah, disamping motivasi untukberwirausaha yang islami masih belum merata ke semua anggota kelompok. Solusi dan target luaran dariaspek manajemen masjid adalah dengan menumbuhkan semangat/ motivasi kewirausahaan melaluimetode penyuluhan dan menyediakan sarana untuk meningkatkan usaha jamaah. Target luarannyadiharapkan kelompok mitra termotivasi untuk berwirausaha sesuai dengan nilai-nilai Islam danpendirian unit usaha simpan pinjam untuk pemberdayaan ekonomi jamaah. Pelaksanaan pengabdianini dimulai dengan pelatihan tentang manajemen masjid dan pemberdayaan ekonomi jamaah.Selanjutnya dilakukan pendampingan dan pembentukan unit simpan pinjam untuk pengembanganekonomi jamaah.
Modernisasi Warung Tradisional Melalui Brand Image Di Kawasan Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman Rini Juni Astuti; Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.662 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.371

Abstract

Brand image atau merk sangat penting bagi keberadaan warung tradisional yang dimiliki olehmasyarakat agar pembeli mengetahui ada warung tradisional Warung tradisional mempunyai harga yangrelative terjangkau bagi masyakarat terutama golongan ekonomi menengah ke bawah. Seiring maraknyawarung tradisional yang kebanyakan penjualnya adalah masyakarat biasa dengan harapan mampumencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, memerlukan pengelolaan yang modern pada pencapaian brandimage terutama pemberian nama warung yang dipasang atau bangunan yang representatif, pengelolaanusaha terutama pada laporan transaksi keuangan yang sederhana. Adapun tujuan kegiatan adalahmemberikan pemahaman tentang pengelolaan warung yang baik melalui branding yaitu brand imagewarung dan pengelolaan keuangan sederhana yang berbentuk kas kecil sehingga pendapatan warungakan meningkat. Modernisasi warung berupa renovasi warung yang representative, pemberian/pemasangan nama warung, tata layout dan pengelolaan keuangan dilakukan pada warung nasi ramesBu Triwulandari dan warung kelontong bu Sumiyati yang ada di Kawasan Jongke Tengah, Sendangadi,Mlati Sleman. Hasil setelah adanya modernisasi Warung tersebut memiliki dampak penjualan yangmeningkat 30% pasca dilakukan modernisasi warung melalui brand image karena sudah representative.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN JIWA WIRAUSAHA REMAJA MASJID Lela Hindasah; syamsudin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.125 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.172

Abstract

Kondisi pandemi, membuka peluang bagi remaja untuk berbisnis. Pembelajaran daring membuat remajayang sekolah atau kuliah memiliki waktu luang yang banyak, apalagi remaja sangat dekat dengan gadgetyang merupakan media yang efektif untuk pemasaran pada masa pandemi sekarang ini. Pada kondisiseperti ini diharapkan remaja dapat memanfaatkan waktu dengan positif dan produktif. Kesiapan mentaldan keterampilan perlu disiapkan sebelum seseorang memasuki dunia usaha. Berdasarkan hal tersebut,tujuan pengembangan kewirausahaan untuk remaja masjid Muhajirin Balecatur sebagai berikut: 1)tumbuhnya jiwa kewirausahan, 2) mendorong dalam menggali potensi wirausaha melalui ide-ide kreatif,3) mampu membuat business plan, 4) mampu menjalankan bisnis dengan didukung e-marketing yangkreatif. Metode yang dipergunakan berupa ceramah, penugasan mandiri, presentasi, diskusi dan praktikbisnis. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan kewirausahaan, pelatihan perencanaan bisnis,penggunaan media sosial, presentasi business plan dan praktik bisnis. Setelah kegiatan pengembangankewirausahaan dilaksanakan, dilakukan evaluasi. Hasilnya menunjukkan 100% peserta menyatakanmengalami peningkatan knowledge dan skill setelah mengikuti kegiatan dan 90 % menunjukkanperubahan sikap yaitu menjalankan usaha.
PENGEMBANGAN KEGIATAN JAMAAH MASJID MELALUI USAHA LELE DAN SEDEKAH SAMPAH Fauziyah Fauziyah; Alien Akmalia; Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.398 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.313

Abstract

Masa pandemi menjadikan kegiatan jamaah menjadi terbatas. Pandemi juga menjadikan keuangan masjid yang masih mengandalkan pemasukan dari infaq menjadi berkurang karena tidak ada aktivitas pengajian. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pengembangan kegiatan masjid Muhajirin, Perengdawe untuk kemandirian ekonomi jamaah melalui budidaya lele dan sayuran. Di samping itu dilakukan sedekah sampah yang bertujuan untuk memberikan pemasukan kas masjid sehingga bisa disalurkan untuk mendukung jamaah yang terdampak pandemi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: pelatihan, ceramah dan praktik. Kegiatan yang dilakukan berupa: (1) pelatihan tentang budidaya lele, sayuran dan pengelolaan sampah nonorganik (2) Menjalankan budidaya lele dan sayuran, (3) Jamaah melakukan sedekah sampah. (4) Pendampingan budidaya lele, sayuran dan sedekah sampah. Berdasarkan evaluasi kegiatan, pelaksanaan kegiatan budidaya lele dan sayuran banyak peminatnya, diikuti oleh 80% jamaah dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan menyenangkan pada masa pandemi ini. Sedekah sampah sudah mampu menambah kas masjid dan digunakan untuk mendukung kegiatan jamaah yang memerlukan dana untuk merintis usaha baru dan jamaah yang terdampak covid-19 berupa sembako.
Pelatihan Manajemen Produksi Dan Pemasaran Untuk Mendukung Eduwisata Desa Panjangrejo Bantul Lela Hindasah; Rini Juni Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.397 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.554

Abstract

Desa Panjangrejo dikenal sebagai desa kerajinan gerabah. Selain sebagai desa yang menghasilkankerajinan gerabah, Desa Panjangrejo juga dikenal sebagai desa eduwisata, karena menawarkan wisatadesa berupa kunjungan ke sentra kerajinan. Sebagian besar wisatawan yang datang adalah siswa SDdisekitar desa yang melihat langsung cara pembuatan gerabah. Terdapat beberapa permasalahan yangmenjadi kendala di sentra kerajinan ((1) masih kurangnya pengetahuan pengrajin dalammengembangkan usahanya (2) masih kurangnya pengetahuan pengrajin dalam mengembangkaneduwisata. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatan manajemen usaha Kerajinan gerabah yangmeliputi (1) penguatan produksi yang mendukung eduwisata (2) pemanfaatan teknologi informasimelalui e marketing untuk mendukung usaha pengrajin dan desa wisata (3) penguatan manajemeneduwisata. Metode yang dipergunakan untuk pemecahan masalah tersebut yaitu FGD dan pelatihan.Kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) FGD dalam menentukan strategi yang akan dilakukan denganmelibatkan semua komponen masyarakat yang meliputi aparat desa dan pengrajin(2) pelatihanmanajemen produksi dan pemasaran untuk mendukung eduwisata (3)Pelatihan eduwisata (4)Pembentukan kelompok Sadar Wisata.
PENGEMBANGAN USAHA KULINER MELALUI BAZAR ONLINE RAMADHAN (BAZONE) IBU-IBU JAMAAH MASJID Lela Hindasah; Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.45 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.596

Abstract

Masa pandemic seperti saat ini, menjadikan mobilitas dan kegiatan usaha menjadi terbatas. Banyak usaha yang terkena dampaknya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk (1) mengembangkan kewirausahaan ibu-ibu jamaah Masjid (2) menambah pendapatan keluarga melalui usaha kuliner (3) mengembangkan bisnis berbasis komunitas, sehingga komunitas bisa memenuhi kebutuhan dari tetangga terdekat. Mitra sasaran pengabdian ini adalah Ibu-Ibu Jamaah Masjid Muhajirin Pereng Dawe, Jumlah peserta sebagai penjual ada 8 orang dari 25 orang ibu-ibu jamaah masjid muhajirin. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dengan sosialisasi kegiatan dan pengembangan market place berupa WA bisnis. Kegiatan bazar online dilakukan selama bulan Ramadhan. Untuk memeriahkan bazar, setiap KK jamaah Masjid diberikan kupon pembelian produk sebesar Rp100.000. Target Luaran dari program kemitraan masyarakat ini antara lain: (1) khalayak sasaran mampu meningkatkan penjualan pada masa krisis pandemi (2) Memiliki media promosi pemasaran online melalui WA bisnis. Berdasarkan evaluasi kegiatan berdasarkan aspek kognitif dan skill, 75% menyatakan sangat bermanfaat, sementar sisanya 25% menyatakan cukup puas. Berdasarkan aspek attitude semua peserta menyatakan memiliki motivasi untuk mengembangkan usahanya. Sebanyak 62,5% peserta menyatakan mengalami peningkatan omset yang sifnifikan sedangkan sisanya sebayak 37,5% menyatakan cukup mengalami peningkatan omset.
PENDAMPINGAN USAHA REMAJA MASJID MELALUI PENGUATAN E-MARKETING DAN KEUANGAN PADA MASA PANDEMI Alien Akmalia; Lela Hindasah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.327 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.656

Abstract

Khalayak sasaran dalam kegiatan ini merupakan remaja masjid yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha. Banyak anggotanya yang telah memiliki usaha, namun terkendala beberapa permasalahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha. Sasaran utama dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan ini adalah remaja masjid yang pernah menjalankan usaha atau memiliki usaha dan memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya. Banyak potensi ide kreatif untuk menjalankan usaha belum tergali dengan optimal. Beberapa permasalahan yang dihadapi wirausaha muda (1)Kurangnya motivasi untuk mengembangkan usaha dan masih rendahnya pengetahuan dalam mengelola usaha, diantaranya manajemen pemasaran dan manajemen keuangan. (2)Kurangnya keterampilan dalam e marketing; (3)Kurangnya kemampuan dalam membuat pencatatan keuangan. Metode yang digunakan antara lain: tutorial, penugasan mandiri, presentasi dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini yaitu: (1)telah terlaksana pelatihan peningkatan motivasi usaha; (2)pelatihan pengetahuan konsep pengeloan usaha untuk meningkatkan skill kewirausahaan serta dasar-dasar membuat e-marketing dan keuangan; (3)khalayak sasaran telah mempraktikkan pembuatan konten marketing dan laporan keuangan; (4)presentasi usaha yang telah dikembangkan dan diskusi. Kegiatan ini berhasil menggugah motivasi wirausaha anggota remaja masjid yang berdampak pada usaha yang mereka jalankan semakin berkembang. Khalayak sasaran mulai mengelola konten e-marketing untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat telah berjalan sesuai rencana.
Pengembangan Produk Donat Lela Hindasah; Fauziah Meyla Idhvelani Arda
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.977

Abstract

Kompetisi bisnis semakin ketat, memerlukan terobosan untuk tetap bertahan. Demikian juga usaha donat yang masih belum lama berjalan. Kompetitor usaha donat yang semakin banyak menuntut usaha donat semakin kreatif disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen produksi Donat Haerabagi Balecatur Gamping terutama dalam pengembangan produk yang lebih menarik dan sesuai dengan keinginan konsumen.Metode yang dilakukan dengan uji produk dan uji pasar. Uji produk dilakukan untuk pengembangan varian baru produk yang sesuai dengan target pasar yaitu anak muda, sedangkan uji pasar dilakukan untuk memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan keinginan konsumen. Hasil akhir pengembangan produk donat menghasilkan 5 varian baru yaitu M-Series Oreo Special, M-Series Regular Pack, Cute Regular Pack, Original Pack Full Toping dan Cute Series Bluebarry Special. Berdasarkan uji pasar semua varian disukai oleh calon konsumen, terutama untuk varian cute series regular pack. Sementara untuk saran dari konsumen, diantaranya untuk rasa, tektur, kemasan dan varian. Implikasi kegiatan ini, pengembangan produk donat bisa dikembangkan dengan memperhatikan saran dari konsumen