Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GANTI RUGI TERKAIT KECELAKAN PESAWAT SILK AIR TAHUN 1997 DI TINJAU DARI KONVENSI MONTREAL Syarif, Fadhilah Dzakwan; Munawwaroh, Leony Azizah; Hakim, Reza Sindu Fitriadi; Fawaid, Alis Kafi; Susilowati, Neni
Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1 No 03 (2023): Synergy : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi Pesawat Silk Air memunculkan sejumlah pertanyaan hukum yang rumit tentang kompensasi internasional. Dalam hal ini, peraturan perundang-undangan nasional di negara asal pesawat dan negara tujuan pesawat menjadi bahan pertimbangan selain norma-norma hukum internasional, termasuk Konvensi Montreal. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada isu-isu yang berkaitan dengan tanggung jawab ganti rugi, peran yang dimainkan oleh berbagai pihak, dan variasi dalam hukum ganti rugi antara negara-negara yang menandatangani Konvensi Montreal dan yang tidak. jurnal ini membahas masalah-masalah tersebut dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas mengenai bagaimana kerangka hukum nasional dan internasional dapat digunakan untuk menafsirkan ganti rugi kerugian antar negara dalam konteks kecelakaan pesawat Silk Air.
PROBLEMATIKA DESENTRALISASI TERKAIT KORUPSI OLEH PEJABAT DAERAH DI INDONESIA Mukti, Ahmad Kisna; Sumadi, Echa Nursyah Dani; Hakim, Reza Sindu Fitriadi; Hadji, Kuswan
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v9i1.8193

Abstract

Ditinjau dari Pasal 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Desentralisasi merupakan penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Esensi Desentralisasi yakni pendekatan antara pemerintah dan rakyatnya. Kurang maksimalnya implementasi Desentralisasi di Indonesia menimbulkan akibat-akibat hukum. Jauh dari kata baik, Desentralisasi hanya memberikan keuntungan serta kelebihan kepada pejabat-pejabat tinggi pemerintahan Indonesia, baik di tingkat negara maupun tingkat daerah. Keuntungan yang diperoleh akan menimbulkan perbuatan melawan hukum yakni korupsi. Sanksi tindak pidana korupsi sudah tertulis dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Penelitian dilatarbelakangi oleh data observasi yang membuktikan bahwa kasus korupsi dalam lingkup Pemerintahan Daerah masih sering terjadi. Kami dalam mengkaji jurnal ini menggunakan metode penelitian deskriptif normatif. Adapun tujuan yang akan dicapai melalui penelitian ini yakni mengetahui implementasi Desentralisasi di Indonesia apakah sesuai dengan Undang-Undang atau tidak dan mengetahui dasar pejabat melakukan tindak pidana korupsi.