Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SIMBOLISME DAN ESTETIKA TARIAN JA’I LABA PARA DALAM UPACARA RASI NGADHU DI MASYARAKAT DESA PIGA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA Duan, David Saputra M.; Amasanan, Yohanis; Langgu, Paskalis R.
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i2.3598

Abstract

Beatbox adalah jenis pengerjaan yang memanfaatkan organ vokal manusia untuk menyalin suara dan ritme musik, atau suara yang berbeda. Beatbox juga dapat digunakan sebagai cabang ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan pada tingkat sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi, umumnya ditingkatkan sebagai pelatihan. Peneliti merumuskan masalah yang menjadi fokus penelitian yaitu bagaimana langkah-langkah eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model “mai fali e” pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox, dalam penelitian ini dengan judul “Eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model Mai Fali e." Pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox. Pemeriksaan ini menggunakan strategi subjektif, strategi yang digunakan adalah penelitian kegiatan lapangan dengan prosedur pengumpulan informasi, yaitu studi tertulis, dan studi lapangan yang terdiri dari persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pengalaman berkembang dalam pemanfaatan vokal beatbox diselesaikan lebih dari tujuh kali pertemuan. Materi dan garis besar teknik vokal betabox diberikan pada pertemuan pertama. Pengumpulan berikutnya memahami strategi peniruan simbal "T" atau dalam vokal beatbox disebut hi-hat. Pertemuan ketiga memahami prosedur “B” atau peniruan identitas bass drum pada instrumen drum. Teknik vokal “K” yang merupakan tiruan suara snare drum dibahas pada pertemuan keempat. Cara menirukan alat musik seperti suara terompet, clop, dan penirian suara robot dijelaskan pada peniruan kelima ini. Pertemuan ke-6 mengulangi apa yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya dan menunjukkan tentang bergabung dalam model melodi. Pada pertemuan ketujuh, peneliti menegaskan hasil pembelajaran selama pertemuan dan memainkan model lagu dengan memanfaatkan musik vokal beatbox. Temuan penelitian membawa kita pada kesimpulan bahwa siswa program pendidikan musik yang tertarik pada musik vokal beatbox menghadapi tantangan selama eksplorasi penggunaan vokal beatbox untuk meningkatkan kreativitas musik dengan lagu-lagu gaya Mai Fali e. Namun pendekatan kooperatif berhasil mengatasi tantangan ini.
ANALISIS SIMBOLISME DAN ESTETIKA TARIAN JA’I LABA PARA DALAM UPACARA RASI NGADHU DI MASYARAKAT DESA PIGA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA Duan, David Saputra M.; Amasanan, Yohanis; Langgu, Paskalis R.
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i2.3598

Abstract

Beatbox adalah jenis pengerjaan yang memanfaatkan organ vokal manusia untuk menyalin suara dan ritme musik, atau suara yang berbeda. Beatbox juga dapat digunakan sebagai cabang ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan pada tingkat sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi, umumnya ditingkatkan sebagai pelatihan. Peneliti merumuskan masalah yang menjadi fokus penelitian yaitu bagaimana langkah-langkah eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model “mai fali e” pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox, dalam penelitian ini dengan judul “Eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model Mai Fali e." Pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox. Pemeriksaan ini menggunakan strategi subjektif, strategi yang digunakan adalah penelitian kegiatan lapangan dengan prosedur pengumpulan informasi, yaitu studi tertulis, dan studi lapangan yang terdiri dari persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pengalaman berkembang dalam pemanfaatan vokal beatbox diselesaikan lebih dari tujuh kali pertemuan. Materi dan garis besar teknik vokal betabox diberikan pada pertemuan pertama. Pengumpulan berikutnya memahami strategi peniruan simbal "T" atau dalam vokal beatbox disebut hi-hat. Pertemuan ketiga memahami prosedur “B” atau peniruan identitas bass drum pada instrumen drum. Teknik vokal “K” yang merupakan tiruan suara snare drum dibahas pada pertemuan keempat. Cara menirukan alat musik seperti suara terompet, clop, dan penirian suara robot dijelaskan pada peniruan kelima ini. Pertemuan ke-6 mengulangi apa yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya dan menunjukkan tentang bergabung dalam model melodi. Pada pertemuan ketujuh, peneliti menegaskan hasil pembelajaran selama pertemuan dan memainkan model lagu dengan memanfaatkan musik vokal beatbox. Temuan penelitian membawa kita pada kesimpulan bahwa siswa program pendidikan musik yang tertarik pada musik vokal beatbox menghadapi tantangan selama eksplorasi penggunaan vokal beatbox untuk meningkatkan kreativitas musik dengan lagu-lagu gaya Mai Fali e. Namun pendekatan kooperatif berhasil mengatasi tantangan ini.
ANALISIS SIMBOLISME DAN ESTETIKA TARIAN JA’I LABA PARA DALAM UPACARA RASI NGADHU DI MASYARAKAT DESA PIGA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA Duan, David Saputra M.; Amasanan, Yohanis; Langgu, Paskalis R.
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i2.3598

Abstract

Beatbox adalah jenis pengerjaan yang memanfaatkan organ vokal manusia untuk menyalin suara dan ritme musik, atau suara yang berbeda. Beatbox juga dapat digunakan sebagai cabang ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan pada tingkat sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi, umumnya ditingkatkan sebagai pelatihan. Peneliti merumuskan masalah yang menjadi fokus penelitian yaitu bagaimana langkah-langkah eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model “mai fali e” pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox, dalam penelitian ini dengan judul “Eksplorasi penggunaan vokal beatbox dalam meningkatkan kreativitas musikal dengan lagu model Mai Fali e." Pada mahasiswa program studi pendidikan musik minat musik vokal beatbox. Pemeriksaan ini menggunakan strategi subjektif, strategi yang digunakan adalah penelitian kegiatan lapangan dengan prosedur pengumpulan informasi, yaitu studi tertulis, dan studi lapangan yang terdiri dari persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pengalaman berkembang dalam pemanfaatan vokal beatbox diselesaikan lebih dari tujuh kali pertemuan. Materi dan garis besar teknik vokal betabox diberikan pada pertemuan pertama. Pengumpulan berikutnya memahami strategi peniruan simbal "T" atau dalam vokal beatbox disebut hi-hat. Pertemuan ketiga memahami prosedur “B” atau peniruan identitas bass drum pada instrumen drum. Teknik vokal “K” yang merupakan tiruan suara snare drum dibahas pada pertemuan keempat. Cara menirukan alat musik seperti suara terompet, clop, dan penirian suara robot dijelaskan pada peniruan kelima ini. Pertemuan ke-6 mengulangi apa yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya dan menunjukkan tentang bergabung dalam model melodi. Pada pertemuan ketujuh, peneliti menegaskan hasil pembelajaran selama pertemuan dan memainkan model lagu dengan memanfaatkan musik vokal beatbox. Temuan penelitian membawa kita pada kesimpulan bahwa siswa program pendidikan musik yang tertarik pada musik vokal beatbox menghadapi tantangan selama eksplorasi penggunaan vokal beatbox untuk meningkatkan kreativitas musik dengan lagu-lagu gaya Mai Fali e. Namun pendekatan kooperatif berhasil mengatasi tantangan ini.
Struktur Nyanyian Togo dalam Upacara Adat Pati Karapau serta Implementasinya dalam Pembelajaran Seni Musik bagi Siswa SMA Molo, Benediktus; Langgu, Paskalis R.
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026): (Issue in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) examine the musical structure of the Togo Chant as part of the sacred tradition of the Pati Karapau Customary Ceremony on Palu’e Island, and (2) develop a Togo Chant learning module as cultural arts teaching material for high school students to support the preservation of local culture. The research employs a qualitative descriptive approach and the Research and Development (R&D) method. The qualitative approach is applied to analyze the musical structure through song transcription, observation of musical functions, and studies of melody, rhythm, and composition. Meanwhile, the development of teaching materials follows the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection was conducted through documentation, music transcription, and validation by subject matter and instructional design experts to assess the feasibility of the module. Data analysis involved descriptive techniques for musical structure and percentage analysis for module feasibility, as well as effectiveness testing through comparison of students’ pretest and posttest results. The findings indicate that the Togo Chant is diatonic music with a compositional structure consisting of an introduction, body, and conclusion, and serves ritualistic, entertainment, and religious functions. The developed learning module received a “good” category with an expert feasibility rating of approximately 80%. Furthermore, the module proved effective in improving student learning outcomes, as evidenced by an increase in average knowledge scores from 44.75 to 72.25 and skill scores from 50.5 to 80.5, with a significance level of < 0.05. The Togo Chant holds significant musical and cultural value that warrants preservation, and the developed learning module is deemed feasible and effective for use in high school cultural arts education. Integrating traditional music into formal education is a relevant strategy to strengthen cultural identity while enhancing students’ learning experiences.