Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sensitivitas Model Penularan Koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS Harianto, Joko; Abraham; Kawuwung, Westy B.
Jurnal Fourier Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/fourier.2024.131.52-64

Abstract

Penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi pusat perhatian terutama di negara-negara berkembang di dunia. Artikel ini merupakan salah satu kajian untuk mempelajari kejadian penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS. Model yang digunakan terdiri dari delapan kompartemen antara lain: rentan, vaksinasi, COVID-19, infeksi COVID-19, infeksi HIV, AIDS, koinfeksi COVID-19 dan HIV, koinfeksi COVID-19 dan AIDS. Analisis kestabilan titik ekuilibrium model dan kontrol optimalnya telah dibahas sebelumnya. Hasil dari analisis tersebut digunakan sebagai landasan teori untuk melakukan analisis sensitivitas parameter modelnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan parameter model yang paling sensitif terhadap kasus penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS. Metode studi literatur digunakan untuk mendukung analisis sensitivitas parameter model. Simulasi modelnya menggunakan software Maple dengan data sekunder. Parameter laju kontak COVID-19, laju kontak HIV, laju kesembuhan infeksi COVID-19 dan angka kematian akibat AIDS merupakan parameter yang paling sensitif terhadap kasus penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS. Parameter laju kontak COVID-19 dan laju kontak HIV adalah parameter yang paling sensitif terhadap peningkatan kasus penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS karena nilai indeks sensitivitasnya tertinggi dibandingkan parameter lainnya. Sedangkan, parameter laju kesembuhan infeksi COVID-19 dan angka kematian akibat AIDS memiliki nilai indeks sensitivitas terendah dibandingkan parameter lainnya. Parameter laju kesembuhan infeksi COVID-19 dan angka kematian akibat AIDS adalah parameter yang paling sensitif terhadap penurunan kasus penularan koinfeksi COVID-19 dan HIV/AIDS.
ANALISIS STATISTIK DAN INTERPRETASI FISIKA DISTRIBUSI WEIBULL PADA TINGGI GELOMBANG DI PESISIR PAPUA Beno, Ishak S.; Beno, Zakaria V.; Sroyer, Alvian M.; Kawuwung, Westy B.
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2026): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v8i2.6488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik statistik dan interpretasi fisika tinggi gelombang laut di wilayah pesisir Papua menggunakan distribusi Weibull. Data yang digunakan berupa tinggi gelombang harian tahun 2023 yang diperoleh dari stasiun pemantauan gelombang. Parameter distribusi diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE), sedangkan kesesuaian model dievaluasi melalui uji Kolmogorov–Smirnov, histogram, Probability Density Function (PDF), Cumulative Distribution Function (CDF), dan QQ-plot. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang berkisar antara 1,01 hingga 2,96 meter dengan rata-rata sebesar 2,05 meter. Estimasi parameter Weibull menghasilkan nilai parameter bentuk (k) sebesar 4,07 dan parameter skala (λ) sebesar 2,27. Nilai parameter bentuk yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa distribusi gelombang cenderung stabil dengan variasi yang relatif terkonsentrasi. Secara fisika, hal ini mengindikasikan kondisi transfer energi gelombang yang cukup konsisten dari angin ke permukaan laut. Model Weibull mampu merepresentasikan pola umum distribusi data, meskipun terdapat deviasi pada bagian ekor distribusi yang mengindikasikan kemungkinan kejadian gelombang ekstrem. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tidak hanya secara statistik, tetapi juga dalam konteks fisika gelombang laut, sehingga dapat mendukung analisis risiko serta perencanaan infrastruktur pesisir di wilayah Papua.