Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PROBLEMA HUKUM PENERBITAN SERTIFIKAT HAK KEKAYAAN TANPA OBJEK (STUDI PUTUSAN HAKIM 451.K/TUN/2019) Gestora, Lorensia Resda; Subagiyo, Dwi Tatak; Wibisono, Hari
Perspektif Vol. 27 No. 3 (2022): Edisi September
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/perspektif.v27i3.840

Abstract

Problematika hukum dalam pertimbangan hakim untuk memutus perkara Sertipikat Hak Milik diterbitkan tanpa objek yang membatalkan Putusan PTUN Makassar Nomor 49/G/2018/PTUN.Mks. merupakan kelemahan sistem peradilan kita, khususnya Peradilan Tata Usaha Negara yang tidak mengkaji objek sengketa. Hakim memutuskan sengketa hanya berdasarkan bukti administratif yang ada, mengingat lembaga ini telah memberikan kepercayaan penuh kepada badan pertanahan nasional sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan sertipikat. Sehingga terkait objek sengketa, hakim hanya dapat memutus berdasarkan keterangan dari Badan Pertanahan Nasional. Bahwa pertimbangan hakim dalam memutus perkara SHM yang diterbitkan tanpa obyek yang membatalkan Putusan PTUN Makassar Nomor 20/B/2019/PTTUN.Mks, berdasarkan pengajuan memori banding sebagai dalam Putusan PTUN Makassar Nomor 49/G/2018/PTUN.Mks, tanggal 29 November 2018, Hakim PTUN Makassar telah menerima kasasi karena terbukti pemohon banding pertama telah habis masa berlakunya atau kadaluarsa.Legal problems in the judge’s consideration to decide cases of certificates of property rights issued without an object that invalidates the Makassar Administrative Court Decision number 49/G/2018/PTUN.Mks. is a weakness of our judicial system, especially the state administrative court which does not examine the object of dispute. Judges decide disputes only based on existing administrative evidence, considering that this institution has given full trust to the national land agency as the institution authorized to issue certificates. So that regarding the object of the dispute, the judge can only decide based on information from the National Land Agency. That the judge’s consideration in deciding the case for certificates of property rights issued without an object invalidating the Makassar Administrative Court Decision Number 20/B/2019/PTTUN.Mks, based on the filing of a memorandum of appeal as stated in the Makassar Administrative Court Decision Number 49/G/2018/PTUN MKS, dated 29 November 2018, the Makassar Administrative Court Judge has accepted the cassation because it was proven that the first appeal applicant had expired or expired, then the plaintiff filed a cassation, because he felt that the cassation court had lost.
Bimbingan Teknis (Bintek) Penguatan Perolehan Hak Cipta Atas Motif Batik Tradisional Di Sanggar Batik Kawung Sari Sidoarjo Subagiyo, Dwi Tatak; Wibisono, Hari; Widjangkoro, Hanung
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Atas Kekayaan Intelektual, selanjutnya disingkat dengan HAKI  DALAM dalam hal ini hak cipta, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selanjutnya disebut dengan UMKM yang ada di Sidoarjo. Akan tetapi tentunya yang sangat disayangkan dalam hal ini adalah banyaknya Unit UMKM yang masih belum mengerti mengenai pentingnya HAKI dan belum melakukan pendaftaran HAKI dalam bentukapapun. Masyarakat Kelurahan Magersari, khususnya wilayah Rukun Warga 07, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jarang memiliki pengetahuan hukum baik terkait dengan hukum keperdataan,ataupun hukum pidana, terutama terkait tentang perlindungan hukum di bidang HAKI dalam hal ini hak cipta dan tata cara pendaftarannya. Padahal banyak masyarakat Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo yang membuka usaha dalam bentuk UMKM, bidang usaha batik tradisional kawung sari. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengabdian kepadamasyarakat ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan HAKI khususnya hak cipta terhadap produk UMKM yaitu motif batik tradisional serta memberikan Bimbingan Teknis dan Tata Cara Pendaftaran HAKI khususnya hak cipta atas motif batik dari Produk UMKM di Kelurahan Megersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.Pelaksanaan pengadian kepada masyarakat ini dilakukan dengan transfer pengetahuan mengenai perlindungan hukum serta pendaftaran HAKI dengan cara penyuluhan hukum serta dilakukannya bimbingan teknis kepada masyarakat di Kelurahan Magersari, KecamatanSidoarjo, Kabupaten Sidoarjo selama 12 bulan. Adapun target luaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah dikuasainya pengetahuan mengenai perlindungan HAKI oleh masyarakat, pengetahuan mengenai tata cara pendaftaran, dan pendaftaran HAKI. Selain itu juga terdapat luaran dari jurnal pengabdian masyarakat prosiding
Bimbingan Tehnis (Bintek) Penguatan Perolehan Hak Cipta Atas Motif Batik Tradisionil Di Sanggar Batik Ka'wung Sari Sidoarjo Tatak Subagiyo, Dwi; Wibisono, Hari; Widjangkoro, Hanung
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hak Cipta Atas Motif Batik, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selanjutnya disebut dengan UMKM yang ada di Sidoarjo. Akan tetapi tentunya yang sangat disayangkan dalam hal ini adalah banyaknya Unit UMKM yang masih belum mengerti mengenai pentingnya hak cipta atas motif batik dan belum melakukan pendaftaran hak cipta atas motif batik dalam bentuk apapun. Masyarakat Kelurahan Magersari, khususnya wilayah Rukun Warga 07, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jarang memiliki pengetahuan hukum baik terkait dengan hukum keperdataan,ataupun hukum pidana, terutama terkait tentang perlindungan hukum di bidang Hak Cipta Atas Motif Batik dalam hal ini hak cipta dan tata cara pendaftarannya. Padahal banyak masyarakat Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo yang membuka usaha dalam bentuk UMKM, bidang usaha batik tradisional kawung sari. Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan Hak Cipta Atas Motif Batik khususnya hak cipta terhadap produk UMKM yaitu motif batik tradisional serta memberikan Bimbingan Teknis dan Tata Cara Pendaftaran Hak Cipta Atas Motif Batik khususnya hak cipta atas motif batik dari Produk UMKM di Kelurahan Megersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran pendaftaran sertifikat hak cipta Batik Ka’wung dan meningkatnya pengetahuan mengenai perlindungan Hak Cipta Atas Motif Batik oleh masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulkan bahwa transfer pengetahuan mengenai perlindungan hukum serta pendaftaran hak cipta atas motif batik terlaksana secara efektif melalui penyuluhan hukum dan bimbingan teknis kepada masyarakat di Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.
THE URGENCY OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE REGULATION FROM A JOINT AUTHORSHIP PERSPECTIVE ON COPYRIGHT INFRINGEMENT Subagiyo, Dwi Tatak; Wibisono, Hari
Indonesia Private Law Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/iplr.v5i2.3962

Abstract

This research, titled Urgency of Artificial Intelligence Regulation from the Perspective of Joint Authorship Against Copyright Infringement, aims to analyze the legal framework governing Artificial Intelligence (AI)-based creations in Indonesia and explore the application of the Joint Authorship perspective to AI-generated works. Using a normative legal methodology, the research focuses on library research involving laws, regulations, and related literature. The findings reveal that Indonesia's Copyright Law No. 28 of 2014 does not adequately address AI-based creations. Specifically, Articles 58 and 59, which reference the "death of the creator," imply that creators are human, creating ambiguity as AI lacks human cognitive abilities and cannot meet the necessary criteria for copyright protection. Additionally, the research suggests that applying the Joint Authorship perspective to AI-generated works could recognize them as collaborative efforts between humans and computer programs. This approach would benefit creators by ensuring shared copyright and acknowledging the contributions of both humans and AI systems in the creation process.
Bimbingan Teknis (Bintek) Penguatan Perolehan Hak Cipta Atas Motif Batik Tradisional Di Sanggar Batik Kawung Sari Sidoarjo Subagiyo, Dwi Tatak; Wibisono, Hari; Widjangkoro, Hanung
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Atas Kekayaan Intelektual, selanjutnya disingkat dengan HAKI  DALAM dalam hal ini hak cipta, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selanjutnya disebut dengan UMKM yang ada di Sidoarjo. Akan tetapi tentunya yang sangat disayangkan dalam hal ini adalah banyaknya Unit UMKM yang masih belum mengerti mengenai pentingnya HAKI dan belum melakukan pendaftaran HAKI dalam bentukapapun. Masyarakat Kelurahan Magersari, khususnya wilayah Rukun Warga 07, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jarang memiliki pengetahuan hukum baik terkait dengan hukum keperdataan,ataupun hukum pidana, terutama terkait tentang perlindungan hukum di bidang HAKI dalam hal ini hak cipta dan tata cara pendaftarannya. Padahal banyak masyarakat Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo yang membuka usaha dalam bentuk UMKM, bidang usaha batik tradisional kawung sari. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengabdian kepadamasyarakat ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan HAKI khususnya hak cipta terhadap produk UMKM yaitu motif batik tradisional serta memberikan Bimbingan Teknis dan Tata Cara Pendaftaran HAKI khususnya hak cipta atas motif batik dari Produk UMKM di Kelurahan Megersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.Pelaksanaan pengadian kepada masyarakat ini dilakukan dengan transfer pengetahuan mengenai perlindungan hukum serta pendaftaran HAKI dengan cara penyuluhan hukum serta dilakukannya bimbingan teknis kepada masyarakat di Kelurahan Magersari, KecamatanSidoarjo, Kabupaten Sidoarjo selama 12 bulan. Adapun target luaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah dikuasainya pengetahuan mengenai perlindungan HAKI oleh masyarakat, pengetahuan mengenai tata cara pendaftaran, dan pendaftaran HAKI. Selain itu juga terdapat luaran dari jurnal pengabdian masyarakat prosiding
Business Transformation: Exploring Dynamic Capabilities, Technological Innovation, and Competitive Advantage through the Lens of Resource-Based View in Construction Services Companies Wibisono, Hari; Supoyo, Maryono
ADMAN: Journal of Contemporary Administration and Management Vol 1 No 3 (2023): December 2023
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/adman.v1i3.93

Abstract

Construction services companies, as an integral part of the construction sector, face significant challenges in coping with rapidly changing business environments. In the face of this uncertainty, business transformation becomes a necessity to ensure the sustainability and success of the company. This research aims to explore the relationship between business transformation, dynamic capabilities, technological innovation, and competitive advantage in construction services companies. The research utilized an extensive examination of existing literature employing qualitative analysis to acquire a comprehensive insight into the subject, covering the period from 1991 to 2023. The study results indicate that in the era of globalization and business dynamics, business transformation is crucial for construction services companies. The Resource-Based View (RBV) approach emphasizes the importance of internal resources and capabilities such as technical skills, managerial skills, innovation, and rapid adaptation to changes. The implementation of technologies such as BIM, IoT, and AI is key to enhancing efficiency and expanding interactions with customers. Successful transformation requires a focus on the development of unique resources and capabilities, rapid adaptation to market and technological changes, and customer engagement by understanding their needs and providing excellent services.
Identifikasi Potensi Pengembangan Jalan Yos Sudarso Sebagai Koridor Komersial Di Kota Gombong Dengan Pendekatan Karakteristik Ruang Fisik Nusa Bakti, Prayogi; Wibisono, Hari
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 5 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i5.155

Abstract

Jalan Yos Sudarso merupakan jalan kelas arteri primer yang terletak di Kota Gombong. Jalan ini menghubungkan antar pusat kegiatan nasional di selatan Pulau Jawa. Letak jalan ini membelah sebuah kawasan wilayah Gombong dan menjadi koridor Jalan penting untuk kawasan tersebut. Hal ini berdampak kepada aktivitas komersial pada koridor jalan tersebut. Akibatnya, keadaan fisik ruang koridor jalan didominasi oleh deretan bangunan yang memiliki fungsi dan tujuan komersial seperti perdagangan. Beberapa berupa pertokoan, warung, restoran, kios, pasar, perkantoran dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan koridor Jalan Yos Sudarso memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah koridor komersial. Namun hal yang belum diketahui adalah bagaimana potensi koridor Jalan Yos Sudarso sebagai koridor komersial dari segi fisik ruangnya. Oleh karena itu diperlukan identifikasi terhadap ruang fisik pada koridor tersebut. Identifikasi ruang fisik koridor membutuhkan beberapa aspek yang mempengaruhi kondisi ruang koridor. Pada umumnya sebuah koridor komersial tersusun dari sebuah ruang dengan bentuk memanjang dan diapit oleh deretan bangunan pada kedua sisinya. Kedua deretan bangunan tersebut umumnya memiliki tata guna lahan sebagai pusat-pusat perdagangan. Karakteristik bangunan pun pada umumnya dapat diidentifikasi dengan mudah melalui tampilan bangunan itu sendiri. Sedangkan sifat keruangan dari koridor komersial pada umumnya memiliki keintiman yang kuat misalnya, tidak ada pembatas antara ruang gerak jalan dengan ruang-ruang statis di tepi koridor sehingga memudahkan interaksi antar pengguna koridor dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut merupakan ciri khas dari sebuah koridor komersial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan potensi pengembangan koridor Jalan Yos Sudarso sebagai koridor komersial di Kota Gombong. Variable-variabel penelitian digunakan untuk menemukan potensi koridor Jalan Yos Sudarso sehingga pada kesimpulanya dapat diketahui seperti apakah koridor Jalan Yos Sudarso jika akan dikembangkan sebagai koridor komersial
TINGKAT SOLIDARITAS DAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PKN WARGA MENGHADAPI PERKEMBANGAN COVID-19 TERBARUKAN DI WILAYAH KELURAHAN MERUYUNG KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK Mulyadi; L, Kayus Leo; Satino; Wibisono, Hari; Putri, Fallen Annisa Aji
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.23855

Abstract

The hustle and bustle of the New Normal community activities of the Covid-19 pandemic which has forced the past two years to stay at home with all the limitations of community activities, returning to New Normal activities the community must remain obedient to government regulations with health protocols. The mutation of the renewable Covid-19 which is still worrying our society even to the point where those who are positively exposed to Covid 19 are still continuing in various regions of the archipelago, vaccines are still being given to people who have not fulfilled the third vaccine, the mutation of Covid-19 is continuously like developments in other countries, namely in England, America, Australia and other European countries, even those who are very worried about it are predicted that in early 2023 Covid-19 will mutate between countries more quickly. Implementation of Restrictions on Community Activities (PPKM) in anticipation of the permutation of the spread of the renewable Covid 19 by complying with health protocols washing hands regularly, wearing masks, keeping a distance is a very effective way to suppress the development of Covid-19. The Limo District area, especially the Meruyung sub-district, is located in the south of DKI Jakarta Province, a pandemic that has been experienced in the world and in Indonesia, the Meruyung Sub-district area is currently declared a green zone area with the implementation of New Normal or new normal without neglecting health protocol rules. Activities have returned to normal, especially in the Meruyung sub-district, Limo sub-district. Limo. And the Community Service (PKM) activities that we carry out with the Implementation method have a normal life expectancy as usual before Covid-19 and it is hoped that solidarity will continue to be carried out in a pluralistic society that is more effective with high awareness. This Abdimas carries the theme "LEVEL OF SOLIDARITY AND COMMUNITY AWARENESS IN PKN CITIZENS FACING RENEWABLE COVID-19 DEVELOPMENTS IN THE REGION OF MERUYUNG KELURAHAN, LIMO DISTRICT, DEPOK CITY. Hiruk pikuk kegiatan masyarakat New Normal pandemik Covid-19 yang memaksa dua tahun kebelakang tetap diam di rumah dengan segala keterbatasan aktivitas masyarakat, kembalinya kepada kegiatan New Normal masyarakat harus tetap patuh kepada peraturan pemerintah dengan protokol kesehatan. Mutasi Covid-19 terbarukan yang masih mengkhawatirkan masyarakat kita bahkan sampai saat yang terpapar positif Covid 19 masih terus di berbagai wilayah Nusantara, vaksin pun masih diberikan bagi masyarakat yang belum memenuhi vaksin ketiga, bermutasinya Covid-19 terus menerus seperti perkembangan di Negara negara lain yaitu di inggris, amerika, australia dan negara eropa lainnya, bahkan yang sangat dikhawatirkan diprediksi awal tahun 2023 Covid-19 akan bermutasi antar negara yg lebih cepat. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) antisipasi permutasinya penyebaran Covid 19 terbarukan dengan mematuhi protokol kesehatan mencuci tangan secara teratur, memakai masker, menjaga jarak cara inilah yang sangat efektif untuk menekan perkembangan Covid-19. Wilayah Kecamatan Limo khususnya kelurahan Meruyung terletak di sebelah selatan Provinsi DKI Jakarta, Pandemik yang dialami didunia maupun di Indonesia, wilayah Kelurahan Meruyung untuk saat ini dinyatakan sebagai wilayah zona hijau dengan penerapan New Normal atau normal baru dengan tidak melalaikan aturan protokol kesehatan. Aktivitas sudah kembali normal khususnya wilayah kelurahan meruyung kecamatan limo, untuk itu kami dari upn Veteran Jakarta mengadakan Pengabdian masyarakat (Abdimas) di kelurahan Meruyung Kec. Limo. Dan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang kami laksanakan dengan metode Penerapan adanya harapan hidup normal seperti biasanya sebelum covid-19 dan diharapkan solidaritas tetap dijalankan di lingkungan masyarakat yang majemuk yang lebih efektif dengan penuh kesadaran yang tinggi. Abdimas ini mengusung tema “TINGKAT SOLIDARITAS DAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PKN WARGA MENGHADAPI PERKEMBANGAN COVID-19 TERBARUKAN DI WILAYAH KELURAHAN MERUYUNG KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK.