Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Kawasan Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas dan Karakter Lokal di Dusun Trucuk, Desa Triwidadi, Bantul Depari, Catharina Dwi Astuti; Cininta, Mutiara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6920

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Namun, faktor seperti minimnya kesiapan daerah dalam pembangunan dan sumber daya manusia, ditambah dengan dampak global pandemik telah memukul sektor pariwisata hingga berujung pada meningkatnya angka kemiskinan di tanah air termasuk di Kabupaten Bantul. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Triwidadi menjalin kerjasama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada tahun 2022. Berkaitan dengan hal ini, kegiatan pengabdian yang dipaparkan dalam makalah ini bertujuan untuk memberikan pendampingan perencanaan kepariwisataan di salah satu padukuhan, Trucuk, dengan menekankan pada analisis SWOT dan desain fasilitas wisata sebagai generator pertumbuhan ekonomi. Metode pengabdian yang diterapkan pada kegiatan ini didasarkan pada pendekatan partisipasi masyarakat dan karakter lokal. Secara praksis, kegiatan pengabdian senantiasa melibatkan partisipasi warga dalam proses perencanaan demi menghasilkan desain yang merefleksikan karakter lokal. Desain yang diusulkan dalam pengabdian adalah riverwalk, souvenir center dan dermaga sungai, serta panggung budaya di pinggir Kali Progo sebagai atraksi utama wisata dan puncak pergerakan publik melalui koridor lingkungan yang secara spasial perlu ditingkatkan legibilitasnya. Sebagai kesimpulan, kuatnya ikatan sosial dan potensi wisata dusun dapat menjadi modal perencanaan kawasan wisata namun perlu didukung oleh inteventarisasi aset lokal dan data multidisiplin yang komprehensif.
Program Upcycling Sampah Plastik di Kawasan Kompleks Candi Borobudur: (“Plastic Waste Upcycling Program at the Borobudur Temple Compounds”) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Cininta, Mutiara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7809

Abstract

Peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya berdampak baik, tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan kawasan Kompleks Candi Borobudur. Salah satu dampak buruk dari meningkatnya jumlah wisatawan adalah meningkatnya jumlah sampah di kawasan tersebut. Total sampah yang dihasilkan di kawasan Candi Borobudur sebelum pandemi rata-rata 4 ton per hari dan meningkat menjadi 8 ton di akhir pekan. Jumlah ini menurun selama pandemi menjadi rata-rata sekitar 0,5 ton hingga 1 ton per hari. Keberadaan sampah di kawasan Candi Borobudur merupakan salah satu risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia yang dapat mengancam kelestarian warisan dunia ini. Masalah ini diperparah dengan kenyataan bahwa kawasan Candi Borobudur masih mengandalkan TPA Pasuruhan dalam hal pengelolaan sampah, yang mana saat ini TPA Pasuruhan sudah ditutup karena over kapasitas. Penutupan TPA tersebut mengharuskan warga di kawasan Kompleks Candi Borobudur harus menyelesaikan permasalahan sampahnya secara insitu. Menindaklanjuti hal tersebut, tim pengabdian bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur, bersama sama dengan masyarakat Desa Ngadiharjo dan Komunitas Agawe Sinau telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kapasitas warga dalam pengelolaan sampah terutama untuk sampah anorganik dengan metode upcycle. Selain pelaksanaan pengabdian secara partisipatif, pengabdian ini menghasilkan luaran berupa buku monograf Otak-atik Upcycle Sampah Plastik dan buku saku diari pemilahan sampah.
Perancangan Destinasi Wisata Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan Pendekatan Third Place Cininta, Mutiara; Sekarlangit, Nimas; Wicaksono, Galih Bimo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7871

Abstract

Taman Kuliner Gilangharjo merupakan salah satu titik destinasi wisata andalan yang direncanakan menjadi pusat wisata kuliner di Desa Gilangharjo. Namun sejak diresmikan pada tahun 2022, kondisinya semakin sepi dikarenakan aktivitas pada beberapa ruang yang tidak semestinya dan bahkan mengganggu di sekitar area tersebut. Padahal letaknya yang berdekatan dengan Lapangan Jodog yang sehari-harinya ramai digunakan warga sebagai tempat berolahraga, membuat lokasi ini dapat menjadi destinasi wisata yang berpotensi besar bagi Desa Gilangharjo sebagai desa wisata. Adanya atraksi rutin yang mampu menarik warga sekitar maupun wisatawan lokal seperti gerobak sapi dan pasar klitikan setiap Pon, telah menjadi tradisi dan budaya khas masyarakat Gilangharjo semakin memperkuat potensi area ini menjadi ruang publik maupun destinasi wisata baru. Menggunakan pendekatan ruang ketiga (third place), area Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog diolah kembali agar pengunjung lintas komunitas lebih banyak berkegiatan di tempat ini, mulai dari bersosialisasi, bersantai, dan menghabiskan waktu mereka. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan abdimas ini adalah dengan analisis SWOT, diawali dengan identifikasi kekuatan, kekurangan, peluang dan ancaman melalui survei dan wawancara dengan pihak desa dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menghasilkan rancangan masterplan Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan fasilitas tambahan seperti pasar klitikan, musholla, dan area olahraga.
Perencanaan Pasar Tiban Dan Lahan Pertanian Sebagai Desa Wisata Gilangharjo Sekarlangit, Nimas; Cininta, Mutiara; Seran, Arnoldus Jansen Klau
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.8503

Abstract

Pengembangan pariwisata desa, khususnya Desa Gilangharjo, mencapai perkembangan pesat dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama. Pengabdian ini merinci perencanaan strategis pasar tiban dan lahan pertanian di Gilangharjo, mengidentifikasi kesiapan masyarakat lokal sebagai krusial. Pengembangan agrowisata dan identifikasi prinsip-prinsip ekowisata menjadi dasar penting, sementara pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal menonjol dalam pengembangan desa. Peran aktif masyarakat, terutama dalam pemberdayaan berbasis kearifan lokal, menjadi fokus penting. Aspek ekonomi lokal dan strategi pengembangan pasar tiban juga mendapat perhatian serius. Integrasi sentra kuliner, fasilitas penunjang, dan pemberdayaan masyarakat membuktikan dampak positif pada pengembangan pariwisata. Proses pengembangan pasar tiban di Gilangharjo mengusung konsep tradisional Jawa dengan limasan sebagai elemen utama, menciptakan dampak positif pada ekonomi lokal, lapangan kerja, dan kontrol masyarakat terhadap desa. Integrasi prinsip-prinsip pertanian ke dalam kegiatan wisata pedesaan menjadi faktor kunci untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan komprehensif dan partisipatif, pengembangan desa wisata di Gilangharjo terbukti sebagai proses kompleks yang berhasil meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.
Pengabdian Masyarakat Dokumentasi Rumah Vernakular di Kawasan Candi Borobudur Analisa, Fabiola Chrisma Kirana; Cininta, Mutiara; Prabowo, Joshua Harry
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i2.10594

Abstract

Kawasan Candi Borobudur (KCB) merupakan situs Warisan Budaya Dunia (WBD) dengan signifikasi yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan kolaboratif antara akademisi, UNESCO, Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), Eksotika Desa, pemerintah, dan warga setempat. Artikel ini mendeskripsikan proses kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendokumentasi elemen arsitektur rumah vernakular di Kawasan Candi Borobudur (KCB). Program pengabdian ini menekankan pentingnya keterlibatan multi-sektor dalam proses pendokumentasian kekayaan budaya, salah satunya pada aspek arsitektur vernakular dengan mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan kerja sama LSM, dinas terkait, dan masyarakat. Luaran pengabdian yang diharapkan adalah dokumentasi digital (model 3D SketchUp dan foto panorama 360o) dan infografis, dengan tujuan memperkaya data digital arsitektur vernakular, mendukung keberlanjutan nilai-nilai budaya di kawasan tersebut, dan memperluas audiens dalam memahami arsitektur vernakular di KCB. Artikel ini mendeskripsikan tahapan dokumentasi arsitektur vernakular yang efektif dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari identitas budaya dan sejarah Candi Borobudur.
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN VIRTUAL REALITY UNTUK MAHASISWA ARSITEKTUR TAHUN PERTAMA Cininta, Mutiara
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i1.03

Abstract

Virtual Reality (VR) berkembang sangat pesat dan menjadi teknologi yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Manfaatnya di bidang arsitektur mencakup aspek yang luas: desain dan pengembangan, presentasi dan komunikasi, pembelajaran dan pelatihan, hingga evaluasi dan pengujian. Arsitek masa depan penting untuk mengenal konsep kerja VR supaya dapat mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ini dalam proses perancangan mereka, namun sejauh ini belum ada yang mengkaji metode pembelajaran khusus yang mudah diadaptasi bagi mahasiswa pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran teknologi VR yang cocok bagi mahasiswa arsitektur tahun pertama. Menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis isi. Studi kasus digunakan untuk mengevaluasi metode pembelajaran VR yang dipilih, melibatkan dosen dan 172 mahasiswa sebagai responden. Berdasar analisis awal, Software Enscape for Sketchup paling sesuai untuk digunakan. Karya 33 kelompok dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan teknologi VR untuk presentasi arsitektural. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan pemahaman konsep kerja VR dan kebermanfaatannya dalam mempresentasikan ruang dan desain arsitektur secara lebih efektif, efisien, realistis dan interaktif. Namun, walau Enscape telah menawarkan 4 jenis VR yang dapat dihasilkan, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berikutnya, seperti masalah teknis, kecukupan waktu untuk mengeksplorasi, serta keterbatasan hardware komputer yang digunakan.
Back Matter of JARINA Vol.3 No.2, 2024 Cininta, Mutiara
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 3 No. 2 (2024): Artificial Intelligence for Architectural Alchemy: Fusing Human Creativity and
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penataan Masterplan Bukit Doa Maria Watu Blencong Sebagai Upaya Pengembangan Wisata Religi Inklusif dan Berkelanjutan Wismarani, Yustina Banon; Cininta, Mutiara; Sindhunata, Sebastianus Adjie; Susanto, Michael Grace
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i6.12683

Abstract

This community service activity aims to design a master plan for the Watu Blencong Maria Prayer Hill area in Kalibawang, Kulon Progo, as an inclusive, safe, and spiritually meaningful Catholic pilgrimage site. This area has strong natural potential in the form of hilly contours, sacred natural stones called Watu Blencong, and unique light orientation, but has not been arranged functionally and symbolically. The design approach was carried out through a participatory method involving parish administrators, congregations, and the local community in three stages of discussion forums (initial, interim, and final reports). The main concept developed was "Light, Stone, and Hill", which was translated into a zoning system, spiritual circulation, and devotional elements based on the natural landscape. The result is a master plan that integrates the Stations of the Cross path, devotional places, reflective spaces, and supporting facilities while maintaining the ecological character of the site. This master plan not only optimizes the spiritual experience of the congregation by creating a contemplative space but also opens opportunities for the development of community-based religious ecotourism.