Alfiyatin, Yuliana
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN TELLOK 1 GALIS BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i1 Januari.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis, faktor, model diagnosis kesulitan belajar, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar anak di SDN Tellok 1 Galis Bangkalan pada mata Pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Responden utama penelitian ini adalah siswa, guru, dan orang tua di SDN Tellok 1 Galis Bangkalan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi pola-pola dalam data yang relevan dengan konsep kesulitan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi berbagai macam kesulitan, seperti kesulitan memahami konsep Matematika yang abstrak, keterampilan komputasi yang terbatas, dan rasa takut atau kecemasan terhadap pelajaran tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ini meliputi lingkungan belajar di sekolah dan di rumah, serta metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru di sekolah tersebut meliputi penyesuaian dengan gaya belajar siswa, mengadopsi pendekatan yang positif dan pemberian motivasi bagi siswa, serta melakuan kolaborasi yang erat antara guru, orang tua, dan siswa.
Kausalitas dalam Perspektif Teologi dan Filsafat Al-Ghazali Firdiansyah, Adin Lazuardi; Alfiyatin, Yuliana
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/elbanat.2023.13.2.254-271

Abstract

Al-Ghazali is often cited as the first theologian to systematically explain the inevitability of cause-and-effect relationships. In fact, Al-Ghazali did not reject the law of causality, but what he rejected was the view of Muslim philosophers who said that causality is a necessity or certainty. This literature research aims to analyze Al-Ghazali's thoughts about causality from two points of view at once: theology and philosophy. The author finds that in al-Ghazali's view, causality is only an appearance and is the impact of the human habit of linking two events that occur consistently in nature. Religion according to Al-Ghazâlî must be defended from attacks by philosophy. The dynamics of these beliefs and attitudes are closely related to critical responses to the thoughts of Muslim philosophers. Therefore, socio-historically, Al-Ghazâlî's argument about causal relationships cannot be used as a holistic benchmark or standard that this is Al-Ghazâlî's true view and attitude
EMOTIONAL AND MORAL DEVELOPMENT IN PESANTREN: A CASE STUDY OF MA'HAD BAITUL QUR'AN MADURA Fahruddin, Ahmad Hanif; Alfiyatin, Yuliana; halim, Abdul
Molang: Journal Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Molang
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Khiarat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/kdybqr58

Abstract

This study examines the influence of pesantren traditions, such as Ta’zim, on the emotional and moral development of santri at Ma'had Baitul Qur'an Madura. The purpose of this study is to understand how the social environment and pesantren traditions shape the moral and emotional character of santri. The research method used is qualitative with a case study approach, involving participatory observation and in-depth interviews with santri and teachers. The results show that pesantren traditions, such as Ta’zim and gotong royong, create an environment conducive to the development of positive morals and emotions, such as empathy and a sense of social responsibility. The findings support Kohlberg's theory of moral development and affirm the importance of social interaction in individual moral formation. The implication of this study is that the pesantren tradition can be an effective model of character education, providing new insights for the development of moral education curricula in various contexts.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PEER TUTORING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR KELAS V MI AL-FALAH DAKIRING BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.414

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hidup bermasyarakat. Dalam proses pendidikan dapat ditempuh melalui Pendidikan formal dan Pendidikan non formal. Salah satu Pelajaran yang ditempuh dalam Pendidikan formal di sekolah dasar adalah mata Pelajaran matematika. Matematika dianggap salah satu mata Pelajaran yang sulit bagi siswa, sehingga banyak bahasa guru yang sulit dipahami oleh siswa Ketika menjelaskan konsep atau teori matematika. Untuk itu seorang guru dituntut untuk mencari metode yang cocok dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satunya yang terjadi di MI Al-Falah Dakiring Bangkalan khususnya di kelas V pada materi keliling dan luas bangun datar yang merupakan materi yang diajarkan di kelas V yang merupakan dasar materi yang berkaitan dengan materi-materi selanjutnya yang akan dipelajari siswa sekaligus materi berkelanjutan yaitu salah satu materi dasar untuk mempelajari materi bangun ruang. Namun pada pelaksanaannya, siswa seringkali bingung dengan konsep keliling dan luas pada bangun datar sehingga guru mencari alteratif penyelesaian sehingga siswa dapat memahami materi tersebut. Salah satu alternatif yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran peer tutoring. Metode peer tutoring ini yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya pemahaman yang tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi/latihan kepada teman-temanya yang belum paham. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan. Berdasarkan data hasil angket direkapitulasi sehingga memperoleh rata-rata siswa yang menjawan “ya” adalah sebanyak 85,18% sedangkan rata-rata yang menjawab “tidak” adalah 14,82%. Dengan demikian respon siswa tentang penerapan metode pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan berkategori Baik. Hasil analisis untuk ketuntasan belajar siswa adalah 15 siswa dari 18 siswa atau sebesar 83,33% telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dengan nilai ≥ KKM. Dari hasil perhitungan r hitung diperoleh 0,78 dan dibandingkan dengan r table 0,468 terlihat bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r tabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. artinya ada pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan Kata kunci : metode pembelajaran peer tutoring, prestasi belajar
Emotional And Moral Development in Pesantren: A Case Study of Ma'had Baitul Qur'an Madura Halim, Abdul; Fahruddin, Ahmad Hanif; Alfiyatin, Yuliana
Molang: Journal Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Molang: Journal Islamic Education
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jm.v2i02.816

Abstract

This study examines the influence of pesantren traditions, such as Ta’zim, on the emotional and moral development of santri at Ma'had Baitul Qur'an Madura. The purpose of this study is to understand how the social environment and pesantren traditions shape the moral and emotional character of santri. The research method used is qualitative with a case study approach, involving participatory observation and in-depth interviews with santri and teachers. The results show that pesantren traditions, such as Ta’zim and gotong royong, create an environment conducive to the development of positive morals and emotions, such as empathy and a sense of social responsibility. The findings support Kohlberg's theory of moral development and affirm the importance of social interaction in individual moral formation. The implication of this study is that the pesantren tradition can be an effective model of character education, providing new insights for the development of moral education curricula in various contexts.
KURIKULUM DAN MASYARAKAT Halil, Hermanto; Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.176

Abstract

Masyarakat senantiasa berubah dan akan terus berubah dari masa ke masa. Masyarakat di era modernisasi sangat jauh berbeda dengan masyarakat pada sebelum ini, dan akan berbeda dengan masyarakat pada anak cucu kita nanti. Dan yang jelas semakin banyak tuntutan masyarakat dalam rangka mengimbangi pola dan gaya hidup saat ini. Perubahan itu jelas akan mempengaruhi cara atau gaya hidup dan cara berpikir kita. Dunia yang luas ini, kini tidak lagi menjadi kendala perhubungan manusia. Segala sesuatu yang dianggap penting oleh manusia, akan terpublish di media sosial. Pendek kata, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu memanjakan manusia. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ciri masyarakat itu adalah dinamis. Dikarenakan banyaknya tuntutan pola da gaya hidup. Kurikulum, dengan demikian, harus elastis dan fleksibel serta dinamis mengikuti arus perkembangan yang terus diusahakan oleh manusia itu. Kurikulum yang dinamis penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, sebab sifatnya yang fungsional dan mempersiapkan anak untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat mereka hidup. Abstract Society is always changing and will continue to change from time to time. Society in the modernization era is very much different from the society in the past, and will be different from the society for our children and grandchildren later. And what is clear is that there are more and more demands from society in order to balance the current patterns and lifestyles. These changes will obviously affect the way or lifestyle and our way of thinking. This vast world is now no longer an obstacle to human communication. Everything that is considered important by humans will be published on social media. In short, advances in science and technology can spoil humans. As we all know, the characteristics of society are dynamic. Due to the many demands of the pattern and lifestyle. The curriculum, therefore, must be elastic and flexible as well as dynamic following the current of developments that are continuously being pursued by humans. A dynamic curriculum is important for maintaining human survival, because it is functional and prepares children to face problems in the society in which they live.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DAN PECAHAN SEDERHANA Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v7i2.210

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di SDN Kramat 01 Bangkalan. Adapun salah satu penyebabnya adalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika karena orientasi pembelajaran yang selalu berpusat pada guru. Dimana guru merupakan sumber segala informasi sehingga dalam pembelajaran matematika peserta didik hanya menunggu hasil akhir dari penyelesaian yang berasal dari guru. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh peserta didik khususnya di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan ialah materi pecahan dan pecahan sederhana sebab materi ini merupakan materi dasar yang akan dipakai pada materi-materi selanjutnya, baik pada materi kelas V dan VI bahkan pada jenjang pendidikan setelah SD. Alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran group investigation pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan 2 siklus dalam proses peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus 1 bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 8 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 29,63 % sedangkan jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≤65 sebanyak 19 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi 70,37%. Kemudian pada siklus II diperoleh bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 25 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 92,59% sedangkan jumlah peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 2 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi menjadi 7,41%.
PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN FPB DAN KPK KELAS V SDN KRAMAT 01 BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i1.265

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SDN Kramat 01 Bangkalan, tepatnya di kelas V menunjukkan bahwa suasana pembelajaran yang monoton sebab Guru menerapkan pembelajaran konvensional yaitu menjelaskan, memberi contoh dan memberi tugas serta pembahasan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut memunculkan rasa bosan dan kurangnya rasa semangat pada sebagian siswa sehingga banyak siswa yang kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi pembelajaran, akibatnya hasil belajar belum mampu untuk dicapai. Dibuktikan dengan hasil belajaran siswa banyak yang mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteria kelulusan minimal) yaitu 70, serta secara klasikal kurang dari 80% siswa secara klasikal yang mendapat nilai di atas KKM. Peneliti ingin menerapkan inovasi pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan hasil belajarnya. Salah satu alternatifnya yang dapat dikembangkan untuk membantu permasalahan tersebut adalah melalui permainan ice breaking diharapkan siswa menjadi semangat dalam belajar dan menjaga konsentrasi dan perhatian dalam melakukan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan siswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PEER TUTORING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR KELAS V MI AL-FALAH DAKIRING BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.414

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hidup bermasyarakat. Dalam proses pendidikan dapat ditempuh melalui Pendidikan formal dan Pendidikan non formal. Salah satu Pelajaran yang ditempuh dalam Pendidikan formal di sekolah dasar adalah mata Pelajaran matematika. Matematika dianggap salah satu mata Pelajaran yang sulit bagi siswa, sehingga banyak bahasa guru yang sulit dipahami oleh siswa Ketika menjelaskan konsep atau teori matematika. Untuk itu seorang guru dituntut untuk mencari metode yang cocok dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satunya yang terjadi di MI Al-Falah Dakiring Bangkalan khususnya di kelas V pada materi keliling dan luas bangun datar yang merupakan materi yang diajarkan di kelas V yang merupakan dasar materi yang berkaitan dengan materi-materi selanjutnya yang akan dipelajari siswa sekaligus materi berkelanjutan yaitu salah satu materi dasar untuk mempelajari materi bangun ruang. Namun pada pelaksanaannya, siswa seringkali bingung dengan konsep keliling dan luas pada bangun datar sehingga guru mencari alteratif penyelesaian sehingga siswa dapat memahami materi tersebut. Salah satu alternatif yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran peer tutoring. Metode peer tutoring ini yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya pemahaman yang tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi/latihan kepada teman-temanya yang belum paham. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan. Berdasarkan data hasil angket direkapitulasi sehingga memperoleh rata-rata siswa yang menjawan “ya” adalah sebanyak 85,18% sedangkan rata-rata yang menjawab “tidak” adalah 14,82%. Dengan demikian respon siswa tentang penerapan metode pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan berkategori Baik. Hasil analisis untuk ketuntasan belajar siswa adalah 15 siswa dari 18 siswa atau sebesar 83,33% telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dengan nilai ≥ KKM. Dari hasil perhitungan r hitung diperoleh 0,78 dan dibandingkan dengan r table 0,468 terlihat bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r tabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. artinya ada pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan Kata kunci : metode pembelajaran peer tutoring, prestasi belajar
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICTION, OBSERVATION, EXPLANATION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN PECAHAN SISWA KELAS III MI AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
JEMI Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v2i1.394

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di MI Al-Ibrohimy Galis-Bangkalan. Rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III tersebut disebabkan oleh faktor guru di antaranya: (1) guru dalam proses pembelajaran kurang membimbing siswa dalam bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain atau teman sebangkunya; (2) guru kurang mengoptimalkan partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan pada proses pembelajaran;dan (3) guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh siswa khususnya di kelas III MI-Alibrohimy Bangkalan ialah materi pecahan sebab materi ini merupakan materi dasar yang akan dipakai pada materi-materi selanjutnya, baik pada materi kelas V dan VI bahkan pada jenjang pendidikan setelah SD/MI/Sederajat. Alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas III MI Al-Ibrohimy Bangkalan yaitu menerapkan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) serta ada tidaknya pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) terhadap hasil belajar siswa kelas III MI al-Ibrohimy Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket dan Tes Hasil Belajar (THB) yang kemudian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara Penerapan Model Pembelajaran POE (Prediction Observation Explanation) dengan hasil belajar siswa kelas III MI Al-Ibrohimy pokok bahasan pecahan yaitu menggunakan analisis product moment. Diperoleh hasil rxy hitungnya adalah 0,751 r table pada taraf signifikan 5% adalah 0,413 r hitung diperoleh 0,751 yang kemudian dibandingkan dengan r tabelnya diperoleh 0,413 menunjukkan bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r table, artinya H1 diterima dan H0 ditolak, maka ada pengaruh model pembelajaran POE (Prediction, Observation, Explanation) terhadap hasil belajar pada pokok bahasan pecahan siswa kelas III MI Al-Ibrohimy Galis-Bangkalan.