Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Role playing dan Pengaruhnya dalam Meningkatkan Akhlak Siswa SD Negeri Balecatur 2 Parwanti; Junanah; Andi Musthafa Husain
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2023.31-06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi metode role playing terhadap perkembangan moral siswa di SDN Balecatur 2, yang telah diidentifikasi menghadapi masalah dalam perilaku dan interaksi sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed methods yang menggabungkan kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalamkan pemahaman terhadap bagaimana metode role playing diterapkan, sementara pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur efek role playing terhadap perkembangan moral siswa, melalui observasi, wawancara, dan survei. Instrumen dibuat dan diuji validitas dan reliabilitasnya, diikuti oleh uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role playing meningkatkan kegembiraan dan antusiasme siswa dalam belajar, serta memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan moral siswa di SD Negeri Balecatur 2 (nilai signifikansi < 0,05). Kendati penelitian ini memiliki keterbatasan dalam sampel dan konteks spesifik, temuan tersebut berpotensi menjadi bahan pertimbangan penting dalam pengembangan strategi pendidikan moral di sekolah. Praktik role playing dapat diintegrasikan lebih lanjut dalam kurikulum untuk meningkatkan interaksi positif dan perkembangan moral siswa.
Model Pendidikan Seni Baca Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Umayah; Junanah; Andi Musthafa Husain
Educatia : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69879/0h9m5j93

Abstract

Penelitian ini membahas model pendidikan seni baca Al-Qur'an di Pondok Pesantren Bahrul Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pendidikan seni baca Al-Qur'an yang diterapkan di pondok pesantren dan hasil yang diperoleh melalui model pendidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan informan dari pondok pesantren. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan seni baca Al-Qur'an di Pondok Pesantren Bahrul Qur'an efektif dalam membantu siswa menguasai seni baca Al-Qur'an. Model ini menggabungkan pendekatan tradisional dan modern, dengan fokus pada latihan membaca, pemahaman tajwid, dan peran penting guru dalam membimbing siswa. Hasilnya, banyak siswa dan alumni yang telah meraih prestasi tingkat nasional dalam kompetisi membaca Al-Qur'an. Kesimpulannya, model pendidikan seni baca Al-Qur'an di Pondok Pesantren Bahrul Qur'an berhasil mencetak pembaca Al-Qur'an yang terampil dan berprestasi.
MENELUSURI MAKNA RUWAIBIDHAH: MENGATASI PENGARUH ORANG BODOH DALAM MASYARAKAT Andi Musthafa Husain; Waharjani
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 1 No. 02: Mei 2023
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v1i02.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna dan implikasi dari konsep Ruwaibidhah, yang mengacu pada orang bodoh yang terlibat dalam urusan masyarakat luas. Melalui penafsiran hadis dan analisis karakteristik orang bodoh, penelitian ini berfokus pada pemahaman yang lebih dalam tentang pengaruh negatif yang dihasilkan oleh keterlibatan orang bodoh dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber primer dan sekunder. Penelitian ini mengidentifikasi dampak negatif dari pengaruh orang bodoh, termasuk penyebaran informasi yang salah, pengambilan keputusan yang tidak tepat, perpecahan sosial, dan kerugian ekonomi. Contoh-contoh konkret di mana orang bodoh memperoleh pengaruh atau terlibat dalam urusan masyarakat juga dianalisis untuk menggambarkan skenario kehidupan nyata. Hasil penelitian ini mengungkapkan konsekuensi yang muncul akibat pengaruh orang bodoh dalam masyarakat.. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menghadapi tantangan yang diakibatkan oleh pengaruh orang bodoh dengan lebih baik, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkeadilan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang pentingnya mengatasi pengaruh negatif orang bodoh dalam masyarakat dan membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut di bidang ini.
The Strategy of Jogokariyan Mosque in Alleviating Poverty and Ignorance Through Mosque Management From The Perspective of At-Taubah:18 Risky, Abu Risky; Betty Mauli Rosa Bustam; Andi Musthafa Husain
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol6.iss1.art3

Abstract

The mosque serves as the center of community activities, functioning not only as a place of worship but also as a hub for social and economic empowerment. This study employs a qualitative approach using a case study method. Data collection techniques involve literature studies, where the researcher examines relevant sources to support this research. Jogokariyan Mosque implements various strategies to alleviate poverty and ignorance among its congregation. One such strategy is the regular mapping of dakwah activities to identify the specific needs of the congregation. Additionally, the mosque applies a personal approach to gain a deeper understanding of the congregation’s needs. A key initiative introduced is the Zero Balance program, ensuring that entrusted funds from the congregation are promptly distributed to those in need. Since 2005, Jogokariyan Mosque has also initiated the Independent Congregation Movement. This program encourages congregants to finance their own worship needs after calculating the cost per prayer space. This concept serves as motivation for congregants to take financial responsibility for their worship instead of relying on subsidies from others. Another strategy employed is Scenario Planning, in which the mosque management (Ta’mir) develops strategic plans to advance dakwah efforts. This planning is divided into three phases to ensure sustainable development. Through these strategies, Jogokariyan Mosque has significantly enlightened its congregation, empowering them to break free from poverty and ignorance.   [Masjid merupakan pusat kegiatan umat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, di mana peneliti mencari literatur yang mendukung penelitian ini. Masjid Jogokariyan menerapkan berbagai strategi dalam mengentaskan kemiskinan dan kebodohan di kalangan jamaahnya. Salah satu strateginya adalah pemetaan dakwah yang dilakukan secara rutin untuk mengidentifikasi kebutuhan jamaah secara lebih spesifik. Selain itu, masjid menerapkan pendekatan personal guna memahami kebutuhan jamaah secara langsung. Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah Saldo Nol, yang memastikan dana amanah dari jamaah segera tersalurkan kepada yang membutuhkan. Sejak tahun 2005, Masjid Jogokariyan juga menginisiasi Gerakan Jamaah Mandiri. Program ini bertujuan mendorong jamaah untuk membiayai sendiri kebutuhan ibadah mereka setelah dilakukan perhitungan biaya per tempat shalat. Konsep ini menjadi motivasi bagi jamaah agar tidak hanya bergantung pada subsidi orang lain dalam beribadah. Strategi lain yang diterapkan adalah Scenario Planning, di mana Ta’mir Masjid Jogokariyan merancang perencanaan strategis dalam memajukan dakwah. Perencanaan ini dibagi ke dalam tiga periode untuk memastikan pengembangan dakwah yang berkelanjutan. Dengan strategi-strategi tersebut, Masjid Jogokariyan mampu memberikan pencerahan yang signifikan kepada jamaah, sehingga membantu mereka keluar dari kemiskinan dan kebodohan.]