Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitatif Merkuri Pada Urine Dan Krim Pemutih Wajah Tidak Bermerk Pada Siswi Di SMAN 20 Seram Bagian Barat, Maluku Alelo, Richardo Reynaldi Sakka; Purwati, Purwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.924

Abstract

Kulit yang sehat dapat mencerminkan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Selain itu, kulit juga menjadi ukuran kecantikan. Keinginan untuk tampil cantik menyebabkan remaja lebih konsumtif terhadap kosmetik demi memudahkan pergaulan dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan (Depkes) sejak tahun 2012, ada bahan berbahaya yang sering ditambahkan pada kosmetika, bahan berbahaya tersebut yaitu merkuri (Hg). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kualitatif merkuri pada urine dan krim pemutih wajah tidak bermerk pada siswi di SMAN 20 Seram Bagian Barat, Maluku. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan sampel berjumlah 12 orang siswi dan 12 krim pemutih wajah tidak bermerk yang diambil dengan teknik accidental sampling. Sampel krim pemutih wajah tidak bermerk diperiksa menggunakan Test Kit Mercury secara kualitatif dengan hasil penelitian krim pemutih wajah A positif mengandung merkuri sedangkan krim pemutih wajah B, C, D, E, F, G, H, I, J, K dan L negatif mengandung merkuri. Hasil analisis kualitatif merkuri pada urine siswi menggunakan metode Kalium Iodida 0,5 N dan metode campuran Natrium Sulfat-Kalium Iodida, Tembaga (II) Sulfat didapatkan sampel urine siswi A positif mengandung merkuri sedangkan sampel urine siswi B, C, D, E, F, G, H, I, J, K dan L negatif mengandung merkuri. Kata kunci                            : Merkuri, Krim Pemutih Wajah Tidak Bermerk, Urine
Analisis Kualitatif Merkuri Pada Urine Dan Krim Pemutih Wajah Tidak Bermerk Pada Siswi Di SMAN 20 Seram Bagian Barat, Maluku Alelo, Richardo Reynaldi Sakka; Purwati, Purwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.924

Abstract

Kulit yang sehat dapat mencerminkan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Selain itu, kulit juga menjadi ukuran kecantikan. Keinginan untuk tampil cantik menyebabkan remaja lebih konsumtif terhadap kosmetik demi memudahkan pergaulan dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan (Depkes) sejak tahun 2012, ada bahan berbahaya yang sering ditambahkan pada kosmetika, bahan berbahaya tersebut yaitu merkuri (Hg). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kualitatif merkuri pada urine dan krim pemutih wajah tidak bermerk pada siswi di SMAN 20 Seram Bagian Barat, Maluku. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan sampel berjumlah 12 orang siswi dan 12 krim pemutih wajah tidak bermerk yang diambil dengan teknik accidental sampling. Sampel krim pemutih wajah tidak bermerk diperiksa menggunakan Test Kit Mercury secara kualitatif dengan hasil penelitian krim pemutih wajah A positif mengandung merkuri sedangkan krim pemutih wajah B, C, D, E, F, G, H, I, J, K dan L negatif mengandung merkuri. Hasil analisis kualitatif merkuri pada urine siswi menggunakan metode Kalium Iodida 0,5 N dan metode campuran Natrium Sulfat-Kalium Iodida, Tembaga (II) Sulfat didapatkan sampel urine siswi A positif mengandung merkuri sedangkan sampel urine siswi B, C, D, E, F, G, H, I, J, K dan L negatif mengandung merkuri. Kata kunci                            : Merkuri, Krim Pemutih Wajah Tidak Bermerk, Urine
Correlation Between Platelet and Hematocrite Values with Duration Fever in Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Patients at Dr. Soedomo General Hospital, Trenggalek Alelo, Richardo Reynaldi Sakka; Sucipto, Teguh Hari; Soegijanto, Soegeng; Wardhani, Puspa
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i3.73388

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Indonesia with laboratory manifestations such as thrombocytopenia and hemoconcentration. The duration of fever in DHF can be an indicator of disease severity, but its relationship to laboratory parameters such as platelets and hematocrit requires further study. The purpose of this research is to determine the relationship between platelet and hematocrit values and the duration of fever in DHF patients at Dr. Soedomo Trenggalek Regional General Hospital. This study used a cross-sectional design with secondary data from the medical records of 71 dengue fever patients. Statistical analysis used the Spearman correlation test to assess the relationship between platelets and hematocrit with fever duration. 54.93 % of patients were male, with the largest age group being young adults (26–45 years, 39.44%). The maximum duration of fever was 5 days (54.93 %). There was a weakly significant relationship between decreased platelets and increased duration of fever (p = 0.025; r = 0.266). However, there was no significant relationship between hematocrit and duration of fever (p = 0.359; r = -0.111). Platelets can be used as an indicator to estimate the duration of fever in dengue fever patients, while hematocrit did not show a significant relationship. These findings support the importance of platelet monitoring for the clinical management of dengue fever, although factors such as fluid therapy and disease phase need to be considered in hematocrit interpretation.