Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permission For Polygamy Because Teaching Islam To Converts From Maslahah Perspective: Study Decision No. 3728/PDT.G/2017/PA.DPK Azis Dwi Utomo; Muh Zaitun Ardi; Nadyatul Hikmah Shuhufi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 2: April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i2.4724

Abstract

This article discusses the considerations of the Depok religious court judge in granting permission for polygamy in case No. 3728/Pdt.G/2017/PA.Dpk. In this case, the applicant asked for permission to marry his partner, whom he married in an unregistered marriage in 2014. Previously, in 2003, this couple had been blessed with a child. they face legal problems to obtain their children's birth certificates; and this is one of the reasons the applicant applied for a polygamy permit. Even though this application does not meet the provisions of marriage law in Indonesia regarding the requirements for polygamy (Article 4 paragraph (2) Marriage Law No. 1/1974), the panel of judges in this case still granted permission for polygamy to the applicant. The consideration of the panel of judges was that the permission granted was of greater benefit than complying with the provisions of marriage law: legalizing unregistered marriages and the welfare of the child. This case once again shows that religious court judges are not only fixated on the provisions of positive law in Indonesia but also explore the laws that exist in society, including here the principles of sharia and fiqh.
Konsep Kafa’ah dalam Perkawinan Wanita Syarifah dengan Pria Non Sayyid Dikalangan Habaib Kota Palu: The Concept of Kafa'ah in the Marriage of a Syarifah Woman with a Non Sayyid Man Among the Habaib of Palu City Ardi, Muh Zaitun; Samsidar Jamaluddin; Nadyatul Hikmah Shuhufi
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 19 No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v19i2.5183

Abstract

Terdapat ratusan bahkan ribuan keluarga Nabi Muhammad SAW yang tiinggal dan menetap di Indonesia. Salah satu daerah yang banyak terdapat keluarga cucu Nabi Muhammad SAW adalah Kota Palu dan mereka mayoritas berasal dari Hadhramaut (Yaman). Dalam kurun waktu 5 tahun terdapat setidaknya 20 kali pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menggambarkan kondisi atau kasus pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid di kalangan Habaib Kota Palu mendeskripsikan penerapan kafa’ah dalam aturan pernikahan antara Syarifah dan non sayyid menurut pandangan beberapa habaib yang ada di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan metode wawancara,dan study pustaka, yang keduanya mencoba menjawab fenomena yang terjadi tentang implementasi kafa’ah dalam penerapan aturan pernikahan antara Syarifah dan non Sayyid. Menurut Pandangan Mayoritas Habaib di Kota Palu bahwa syarifah tidak diperkenankan menikah dengan non sayyid karena dianggap tidak sekufu ban bagi mereka keturuna Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan serta keutamaan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Oleh karena itu masalah kafa’ah sangat diperhatikan oleh para Habaib di kota Palu.