Anzani, Nazwa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSES AWAL, PERKEMBANGAN dan PERTUMBUHAN KEWIRAUSAHAAN Anzani, Nazwa
PILAR Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewirausahaan merupakan perjalanan  panjang dan kompleks sehingga melibatkan berbagai macam tahapan, tantangan, dan juga pencapaian. Artikel ini mencari keragaman dari aspek-aspek kewirausahaan yang melebihi sekadar pembukaan bisnis. Metode penelitian yang digunakan mungkin melibatkan analisis literatur, studi kasus, dan mungkin juga survei atau wawancara dengan pengusaha dan ahli kewirausahaan. Sebagai fondasi, kewirausahaan juga melibatkan pengembangan konsep yang lebih inovatif dan relevan dengan pasar yang sedang berkembang. Hal Ini merupakan salah satu tahap kunci yang di mana visi, kreativitas, dan pemahaman pasar juga ikut berkontribusi untuk membentuk landasan yang kuat bagi perjalanan dari suatu kewirausahaan, oleh karena itu diperlukannya perencanaan yang strategis dan juga kemampuan untuk mengatasi tantangan yang muncul. Kewirausahaan juga melibatkan proses adaptasi secara terus-menerus terhadap perubahan pasar, teknologi, dan lingkungan bisnis. Dari sebuah Inovasi, fleksibilitas, dan kemampuan untuk belajar dari sebuah kegagalan sehingga menjadi kunci dasar dalam menghadapi dinamika yang tidak terduga dalam perjalanan ini. Artikel ini juga membahas tentang peran pentingnya kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai bagi masyarakat. Dengan menjadi sumber inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan juga meningkatkan daya saing perusahaan. Kewirausahaan ini bukan hanya sekedar menjadi gaya hidup bagi para pengusaha, tetapi juga menjadi kekuatan yang dapat mendorong perubahan positif dalam tatanan bisnis global.Keywords: Kewirausahaan 1; Perkembangan2;, Bisnis 3.
PROSES AWAL, PERKEMBANGAN dan PERTUMBUHAN KEWIRAUSAHAAN Anzani, Nazwa
PILAR Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/cpax0078

Abstract

Kewirausahaan merupakan perjalanan  panjang dan kompleks sehingga melibatkan berbagai macam tahapan, tantangan, dan juga pencapaian. Artikel ini mencari keragaman dari aspek-aspek kewirausahaan yang melebihi sekadar pembukaan bisnis. Metode penelitian yang digunakan mungkin melibatkan analisis literatur, studi kasus, dan mungkin juga survei atau wawancara dengan pengusaha dan ahli kewirausahaan. Sebagai fondasi, kewirausahaan juga melibatkan pengembangan konsep yang lebih inovatif dan relevan dengan pasar yang sedang berkembang. Hal Ini merupakan salah satu tahap kunci yang di mana visi, kreativitas, dan pemahaman pasar juga ikut berkontribusi untuk membentuk landasan yang kuat bagi perjalanan dari suatu kewirausahaan, oleh karena itu diperlukannya perencanaan yang strategis dan juga kemampuan untuk mengatasi tantangan yang muncul. Kewirausahaan juga melibatkan proses adaptasi secara terus-menerus terhadap perubahan pasar, teknologi, dan lingkungan bisnis. Dari sebuah Inovasi, fleksibilitas, dan kemampuan untuk belajar dari sebuah kegagalan sehingga menjadi kunci dasar dalam menghadapi dinamika yang tidak terduga dalam perjalanan ini. Artikel ini juga membahas tentang peran pentingnya kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai bagi masyarakat. Dengan menjadi sumber inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan juga meningkatkan daya saing perusahaan. Kewirausahaan ini bukan hanya sekedar menjadi gaya hidup bagi para pengusaha, tetapi juga menjadi kekuatan yang dapat mendorong perubahan positif dalam tatanan bisnis global.Keywords: Kewirausahaan 1; Perkembangan2;, Bisnis 3.
Analysis Of The Philosophy and Meaning Of The Singkawang Dayak Tatung Kartika, Ayuni; Anzani, Nazwa; Tiara, Veronika; Liska, Fransiska; Budiharto, Sutoyo
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.100558

Abstract

Culture is the foundation of social existence and a dynamic guide to life, adapting to the advancement of globalization. In Indonesia, ritual plays a crucial role as a medium for strengthening solidarity and transmitting noble values. One important ritual is the Tatung Dayak Singkawang Tradition in West Kalimantan, a product of the acculturation of the Dayak and Chinese ethnicities. This tradition was recognized as an Intangible Cultural Heritage of Indonesia in 2020 and features supernatural practices such as invulnerability, symbolizing courage and warding off disaster. Previous studies have emphasized phenomenological and functional approaches, but gaps remain in understanding the ontological and epistemological dimensions of this tradition. This study aims to analyze the deeper meaning and spiritual values behind the Tatung Dayak Singkawang Tradition. Using a qualitative approach with George Herbert Mead's symbolic interactionism design, subjects were selected through purposive sampling: Tatung artists of Chinese ethnicity. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman techniques, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results demonstrate that Tatung is not merely a performance, but a spiritual-social process for achieving communal balance and protection. Possession by ancestral spirits is considered a guardian, shaping the construction of the spiritual self (The Self) and legitimizing invulnerability as a symbol of spiritual purity and a barrier against negative energy. Key rituals such as street washing and ward off disaster reflect the collective hope of the Singkawang community for safety (Generalized Other). Cultural acculturation is reflected in costumes and language that adapt to the identity of the possessing spirit, not the Tatung ethnicity. Compliance with taboos emphasizes the internalization of collective hopes to maintain the sacred role of the Tatung. Overall, this tradition is a system of symbolic interactions that shape and maintain the Collective Self based on the hope of cleansing and safety.
PIIS Students' Perceptions at Tanjungpura University on the Role of Artificial Intelligence in Developing Academic Speaking Skills Anzani, Nazwa; Barella, Yusawinur
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.101422

Abstract

The rapid global adoption of Artificial Intelligence (AI) has transformed higher education, necessitating research on its impact, particularly in social science fields. This study investigates the perception of 151 undergraduate students from the Social Sciences Education Department at Tanjungpura University towards the role of AI in developing Academic Speaking Skills. Employing a quantitative, descriptive survey design, the research utilizes the Technology Acceptance Model (TAM) framework, assessing Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Using (ATT), and Behavioral Intention to Use (BITU). The findings indicate an overall positive and stable acceptance of AI (Overall Mean 2.895 on a 4 -point scale). Perceived Usefulness is the highest adoption driver (Mean 3.00), with students most strongly agreeing that AI is superior for brainstorming and finding ideas for presentations (Mean 3.26). However, the acceptance is critical and controlled: students showed lower confidence that AI automatically improves the overall quality of their final arguments (Mean 2.66). This discrepancy, alongside the lowest score in Behavioral Intention to Use (Mean 2.74), highlights a controlled integration approach. The study concludes that while AI is highly valued as a creative support tool, there is a crucial and urgent need to integrate mandatory AI Literacy programs into the curriculum to ensure students develop the critical skills necessary to review, adapt, and responsibly use AI output in academic discourse within Higher Education.