Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SPRAWLING PATTERN OF HOUSING DEVELOPMENT IN JATI AGUNG DISTRICT, SOUTH LAMPUNG REGENCY Wiranegara, Hanny Wahidin; Taki, Herika Muhammad; Balqis, Nadya Fatrah
International Journal on Livable Space Vol. 7 No. 2 (2022): BUILDING SYSTEMS, SPATIAL PATTERNS, AND VISUAL COMFORT
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Jati Agung Subdistrict, South Lampung Regency is a sprawling housing development. This subdistrict is directly adjacent to Bandar Lampung, the province’s capital city. This study aims to identify the sprawling pattern of housing development in the sub district of Jati Agung due to its unfavorable impacts such as land use irregularities, infrastructure inefficiencies, and environmental problems. There are three patterns of sprawling: clustered, random, and uniform. The analytical method used to identify the patterns is nearest neighbor analysis. This analysis was to measure the housing distribution pattern by calculating the size of the nearest neighbor (T) parameter. The nearest neighbor distribution index (T) is calculated using the variable distance of the nearest point (Ju), the number of settlement points (N), and the area (A). The results are as follows: the sprawling pattern in majority villages is random and uniform. To control this sprawl, local governments can use permits, incentives/disincentives, and ratification of detailed spatial planning. patterns of sprawling, namely clustered, random, and uniform. The analytical method used to identify the patterns is nearest neighbor analysis. Variables used in this method are the distance to the nearest point, the number of housing points, and the area. The results are as follows: the sprawling pattern in majority villages is random and uniform. To control this sprawl, local governments can be used permits, incentives/disincentives, and ratification of detail spatial planning. Keywords: sprawling pattern, housing development, nearest neighbor analysis, Jati Agung Subdistrict
Partisipasi Publik dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Berbasis Digital: Evaluasi terhadap Pemanfaatan Sistem Informasi Tata Ruang (SIMTARU) Provinsi Lampung Balqis, Nadya Fatrah; Persada, Citra; Yuliawan, Dedy
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1762

Abstract

Perencanaan pembangunan daerah yang efektif menuntut keterlibatan aktif masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan bersifat inklusif, responsif, dan berkelanjutan. Seiring perkembangan teknologi informasi, pemerintah daerah dituntut untuk menyediakan sistem perencanaan berbasis digital yang mampu mendorong transparansi dan partisipasi publik. Provinsi Lampung telah mengembangkan Sistem Informasi Tata Ruang (SIMTARU) sebagai bagian dari implementasi e-government dalam bidang penataan ruang. Namun, pemanfaatan SIMTARU oleh masyarakat masih tergolong rendah dan belum optimal dalam meningkatkan partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana SIMTARU berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat, serta merumuskan strategi pengembangan SIMTARU yang lebih efektif dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis yang digunakan meliputi Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel, serta analisis SWOT dan QSPM untuk merumuskan strategi prioritas pengembangan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan SIMTARU dan partisipasi publik. Namun, keterbatasan sosialisasi, literasi digital, serta koordinasi kelembagaan menjadi faktor penghambat utama. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah penguatan pembiayaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan sistem informasi tata ruang yang partisipatif dan berkelanjutan di tingkat daerah.