Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kriminologi Hijau Terhadap Studi Kasus Danau Kaolin Rynaldi, Alfredo; Siregar, Rahmat Amin; Kinssy, Gladyssia
RIO LAW JURNAL Vol 6, No 1 (2025): Rio Law Jurnal
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v6i1.1636

Abstract

Studi tentang Kriminologi Hijau melahirkan minat, konseptualisasi, dan analisis baru yang dilatarbelakangi oleh peningkatan kesadaran tentang masalah perusakan lingkungan yang memiliki relevansi dengan kriminologi tradisional menyangkut cedera sosial dan regulasi sosial. Hasil analisis teoritis kriminologi hijau melalui metode studi literatur terhadap fenomena Danau Kaolin menunjukkan adanya pengabaian PT X pada saat proses dan pasca operasi tambang. Degradasi dan kontaminasi pada komponen lingkungan membuat masyarakat menjadi korban atas kelalaian korporasi dan pemerintah dalam menegakkan hukum dan keadilan. Keindahan semu Danau Kaolin menjadi perhatian publik, akan tetapi sudut kriminologi hijau melihat bahwa Danau Kaolin akibat pelanggaran, sifat pengabaian, dan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi dan pemerintah
Tinjauan Kriminologis Terhadap Kenakalan Anak: Studi Kasus Kekerasan di SMP X Cimanggu, Cilacap RYNALDI, ALFREDO
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2745

Abstract

Kasus kenakalan anak di SMP X Cimanggu, Cilacap mencerminkan fenomena perilaku penyimpangan yang sering terjadi di kalangan anak sekolah menengah pertama. Kenakalan ini mencakup berbagai bentuk perilaku seperti bullying, tawuran, hingga pelanggaran aturan sekolah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ini meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, serta minimnya pengawasan dan bimbingan dari pihak sekolah. Pengumpulan informasi dan data dalam penelitian ini menggunakan studi literatur yakni dengan mengumpulkan informasi yang relevan dan mendalam terhadap teori dan konsep yang relevan dengan topik yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dan dampak dari kenakalan anak, khususnya pada anak yang terlibat dalam geng yang melakukan kekerasan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku yang dilakukan oleh Geng Basis lebih tepat dikategorikan kenakalan anak dan anak cenderung melakukan pelanggaran ketika tergabung dalam sebuah geng karena berbagai faktor kompleks yang mempengaruhi perilaku mereka. Dalam kasus Geng Basis yang terjadi pada pelajar SMP X di Cimanggu, Cilacap, teori Techniques of Neutralization dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana anggota geng merasionalisasi atau meredam rasa bersalah dan tanggung jawab atas tindakan kekerasan mereka.
Kejahatan Lingkungan di Indonesia Era Modern: Tantangan, Aktor, dan Kesenjangan Penegakan Hukum Rynaldi, Alfredo
Sisi Lain Realita Another Side Of Reality Journal Criminology Vol 11 No 01 (2026): Sisi Lain Realita Another Side Of Reality Journal Criminology
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental crime represents one of the most pressing threats to global ecological sustainability in the modern era. This study aims to examine the multidimensional nature of environmental crime by analyzing its typologies, key actors, enforcement challenges, and regulatory gaps. Employing a qualitative approach based on literature review and document analysis, the study draws on insights from Green Criminology to understand environmental harm beyond formal legal definitions. The findings reveal that environmental crime is increasingly transnational in nature, involving organized criminal networks and complex interactions between state and corporate actors. In many developing countries, weak governance structures and regulatory failures create enabling conditions that facilitate such crimes. These dynamics reflect patterns consistent with state-corporate crime, where state policies and institutional limitations indirectly support environmentally harmful practices. Furthermore, the study identifies a significant gap between existing legal frameworks and actual enforcement capacity, resulting in low prosecution rates and limited deterrence. This enforcement gap underscores the need to move beyond formal compliance and address structural conditions that perpetuate environmental harm. This study recommends strengthening international cooperation, enhancing institutional capacity for environmental law enforcement, and integrating green criminological perspectives into criminal justice systems. Such measures are essential to address the evolving and complex challenges of environmental crime in the contemporary era.