Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisa Perubahan Guna Ruang pada Rumah di Rusunawa I Begalon Tipes terhadap Kualitas Lingkungan Santosa, Sekar Ardipriyati; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan pemerintah membangun hunian vertikal telah berkembang terutama pada daerah yang tidak memungkinkan pembangunan horizontal. Kebijakan rumah susun diperuntukan masyarakat berpenghasilan rendah dan penghuni permukiman kumuh yang tidak terstruktur. Ketidakberaturan hunian yang ada mempengaruhi kenyamanan dan estetika kota. Namun, adanya pembangunan rusunawa masih menimbulkan permasalahan karena pengelolaan yang kurang menjadikan rusunawa tidak lepas dari kata kumuh. Adapun perilaku penghuni melakukan penyalahgunaan fungsi ruang tanpa memperhatikan resiko yang ada dan juga kurangnya ruang hijau yang menjadikan lingkungan rusunawa terlihat gersang. Pengelola maupun penghuni rusunawa seringkali menghiraukan permasalahan yang ada. Isu permasalahan ini juga terjadi pada Rusunawa I Begalon Tipes yaitu rusunawa pertama yang berdiri di Solo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pada Rusunawa I Begalon Tipes terkait perubahan guna ruang hunian. Metode melalui observasi lapangan dan wawancara langsung penghuni untuk mendapatkan data terkait. Hasil penelitian perubahan guna ruang, dari 10 sampel hunian melakukan penambahan pada selasar/balkon dan pembagian ruang dengan sekat. Perubahan zoning ikut berdampak pada pertambahan area semi privat dengan rata-rata 60% ruang. Hal mendasar terjadinya perubahan guna ruang karena perilaku penghuni yang berinteraksi dengan fisik bangunan dan lingkungan serta kondisi perkembangan penghuni secara pribadi. Faktor internal yaitu banyaknya jumlah keluarga penghuni juga berpengaruh pada perubahan ruang.
Analisa Taman Kota Banjarsari sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Lazuardini, Annisa Devi; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) ialah ruang publik terbuka hijau ramah anak dengan sejumlah fasilitas yang menunjang tumbuh kembang anak, kenyamanan orang tua, dan tempat bersosialisasi semua masyarakat berbagai lapisan. Pendirian RPTRA yang sesuai dengan syarat keamanan serta keselamatan anak termasuk salah satu cara untuk mencapai indikator Kota Layak Anak. Pemerintah Kota Surakarta telah memulai merealisasikan program tersebut dari tahun 2006 serta berhasil mendapat penghargaan Kota Layak Anak kategori utama, sebab pemerintah Kota Surakarta dianggap telah melakukan upaya secara sistematis dalam menegakkan hak-hak anak di Kota Surakarta. Dalam pemenuhan hak anak, pemerintah perlu membekali anak berbagai fasilitas aktivitas kreatif serta rekreatif ramah anak yang dapat dilakukan diluar sekolah, serta seluruh anak bisa mengaksesnya. Salah satunya ialah taman kota. Taman Kota Banjarsari ialah taman kota di Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian Taman Kota Banjarsari sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) berlandaskan komponen aksesibilitas, fasilitas rekreatif, fasilitas sosialisasi, fasilitas olahraga, fasilitas pendukung, serta vegetasi. Adapun metode yang diterapkan ialah metode kuantitatif melalui metode analisis skoring. Hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwasanya Taman Kota Banjarsari telah mendekati sesuai menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di mana anak-anak bisa aman serta nyaman ketika bermain di taman.
Potensi Pengembangan Atraksi Budaya sebagai Daya Tarik Wisata di Kawasan Embung Langensari, Yogyakarta Amarullah, Nurul Ikhsan; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan Kota Budaya dan Kota Wisata. Keanekaragaman seni dan budaya, kekayaan peninggalan sejarah, dan kekayaan warisan budaya menjadikan Kota Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Salah satu tempat wisata yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan wisata ialah Embung Langensari. Kawasan Embung Langensari memiliki kekayaan budaya yang dapat digunakan sebagai pengembangan wisata, atau bahkan untuk menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Potensi budaya di kawasan Embung Langensari berupa seni, kerajinan, tarian, dan tradisi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata di kawasan embung langensari. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan secara rinci fenomena atau kejadian yang terjadi. Dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi diketahui bahwa atraksi wisata yang paling cocok untuk dikembangkan pada saat ini di Kawasan Embung Langensari adalah wisata yang berbasis kebudayaan diantaranya, Kerajinan batik tulis pewarna alami, Kesenian Jathilan, Kesenian Karawitan, Kesenian Gejok lesung, dan Upacara Unduh-unduh. Pemanfaatan potensi budaya setempat yang diadakan kawasan embung langensari berpeluang menarik wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan juga menjaga kelestarian budaya setempat.
Pengaruh Setting Ruangan terhadap Kenyamanan dan Privasi Pengunjung Pada CW Coffee & Eatery Kota Bandung Ramadhani, Ridha Fajriah; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjamurnya bisnis kuliner di berbagai daerah telah menjadi sebuah fenomena pada perkembangan gaya hidup masyarakat urban. Data statistik tahun 2021 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat jumlah bisnis kuliner yang terdaftar mencapai 791 unit, yang mana jika melihat dari perkembangan satu tahun terakhir jumlah ini diprediksi telah meningkat. Peningkatan tersebut merupakan akibat dari berkembangnya fenomena cafe society. Kunjungan frekuen pada sebuah cafe dan coffee shop merupakan akibat dari rasa kebetahan. Kebetahan merupakan kondisi psikologis di mana manusia merasa nyaman dan puas pada suatu tempat sehingga senang untuk tinggal berlama-lama pada tempat tersebut. Nyaman dalam hal ini terkait faktor fisik dan non-fisik tempat. Melihat banyaknya pengaruh cafe society pada masyarakat yang diakibatkan salah satunya oleh faktor kebetahan atau kenyamanan, maka analisis terhadap faktor kebetahan dan kenyamanan di cafe dinilai menjadi layak untuk dijadikan bahan penelitian. Penelitian ini akan meneliti tentang "pengaruh setting ruangan terhadap kenyamanan dan privasi pengunjung". Metode penelitian yang dipakai ialah metode kuantitatif. Data yang digunakan ialah adalah data observasi, pengamatan lapangan dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan mencari setting mana yang paling disukai dan dihindari, serta mencari apa yang menyebabkan setting tersebut disukai dan dihindari oleh pengunjung kafe. Hipotesis penulis adalah settingsetting yang paling sering digunakan oleh penghuni adalah setting yang paling memenuhi kenyamanan dan privasi pengunjung. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa setting yang memenuhi kenyamanan dan privasi pengunjung yaitu setting kursi yang memiliki personal space dan memiliki kursi sofa yang nyaman.