Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kesesuian Standar Ruang Rawat Inap terhadap Penyediaan Fasilitas RSIS YARSIS Recki, Tri; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan masyarakat yang harus tetap mampu memberikan layanan yang lebih baik dan lebih murah bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan terbaik. Dalam rumah sakit terdapat berbagai layanan kesehatan, termasuk IGD, rawat jalan, rawat inap, dan sebagainya. Studi ini bertujuan untuk menentukan kualitas ruangan di bagian rawat inap rumah sakit RSIS YARSIS sesuai dengan standar peraturan rumah sakit. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kualitas ruangan di bagian rawat inap rumah sakit RSIS YARSIS, yang mencakup keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pasien serta kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif yang bersifat analisis dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit rawat inap Rumah Sakit RSIS YARSIS memiliki kualitas ruang yang cukup baik, meskipun beberapa ruangan masih memiliki beberapa kekurangan. Serta standar kamar inap yang sesuai dengan peraturan kamar inap, terdapat 12 kriteria standar kamar inap yang harus disesuaikan dengan kamar inap RSIS YARSIS. Dengan demikian seluruh pasien dapat menggunakan fasilitas kamar inap dengan aman dan nyaman.
Efektivitas Pemilihan Material untuk Kenyamanan Termal menggunakan Predicted Mean Vote pada Kamar Tidur Arnetta, Ayu Putri; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu di wilayah Indonesia ini berkisar antara 28°C hingga 38°C selama musim kemarau, sedangkan musim hujan berkisar antara 25°C hingga 29°C. Tingkat kelembapan selama musim kemarau berkisar antara 40% hingga 70%, berbeda dengan musim hujan yang dapat mencapai 80% sampai 100%. Selain itu, wilayah Indonesia memiliki iklim tropis yang lembap dan terpapar radiasi matahari yang signifikan (Lippsmeier, 1994), yang dapat bersifat intens dan mengganggu. Masalah utama adalah bagaimana mencapai kenyamanan termal di dalam kamar tidur rumah di lingkungan tropis yang panas dan lembap seperti itu. Lonjakan suhu harian dapat menyebabkan ketidaknyamanan termal bagi penghuni selama aktivitas di dalam ruangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk memenuhi tujuannya, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian ini adalah pada alternatif desain didapatkan nilai PMV pada kamar tidur 0.7 yang berarti sudah memenuhi kenyamanan termal dan dapat menurunkan 14.6% dari suhu awal sehingga terbukti apabila dengan pemilihan material yang tepat dapat terciptanya kenyamanan termal.
Analisa Pencahayaan Lantai 1 Gedung BAZNAS Karanganyar dengan Software DIALux Evo 13.0 Azmi, Ilham Aqiil; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan merupakan aspek yang penting pada Gedung ataupun bangunan. Pada bangunan kantor dibutuhkan pencahayaan yang baik agar pengguna dapat merasa nyaman dan produktivitas dapat tetap terjaga. pada lantai 1 gedung BAZNAS Karanganyar terdapat beberapa jendela dan bouvenlight yang dapat menjadi sumber dari pencahayaan alami, selain itu setiap ruangan pada lantai 1 gedung baznas juga menggunakan lampu dengan besar 13 watt sebagai pencahayaan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui mengetahui intensitas Cahaya alami dan buatan pada lantai 1 gedung baznas Karanganyar apakah sudah sesuai dengan standar SNI, serta rekomendasi yang dapat diberikan apabila intensitas Cahaya alami ataupun buatan yang masuk tidak sesuai dengan standar SNI. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pada simulasi pencahayaan alami dan buatan dilakukan dengan menggunakan aplikasi dialux evo 13.0. Hasil dari penelitian menunjukkan beberapa ruangan pada lantai 1 gedung BAZNAS Karanganyar masih belum memenuhi standar SNI, factor-faktor seperti cuaca, dan waktu simulasi dapat mempengaruhi pencahayaan pada ruangan. Adapun rekomendasi pencahayaan buatan pada lantai 1 bangunan Gedung baznas Karanganyar, dapat dilakukan dengan penambahan daya (watt) pada titik lampu, dikarenakan lebih banyak kekurangan intensitas pencahayaan pada malam hari dibandingkan pencahayaan pada siang hari, selain itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan lampu dengan sensor otomatis sehingga cahaya dari lampu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan ruangan secara otomatis. Sedangkan rekomendasi pencahayaan alami pada lantai 1 gedung baznas Karanganyar dapat dilakukan dengan memberikan atau menggunakan gorden, kaca film, dll.
Penerapan Pendekatan Eco Technology Arsitektur pada Fasad Gedung BAZNAS Karanganyar Firmansyah, Ramadhani Danar; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad bangunan memainkan peran penting dalam desain arsitektur sebagai elemen pelindung serta representasi identitas bangunan. Dalam konteks keberlanjutan, penerapan konsep eco technology dalam desain fasad menjadi fokus utama untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip eco technology pada Gedung BAZNAS Karanganyar, yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan dan distribusi zakat, infaq, dan sedekah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Gedung ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, tetapi juga berfungsi sebagai ruang konsultasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai program sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan data primer, berfokus pada enam prinsip eco technology, yaitu Structural Expression, Sculpting with Light, Energy Matters, Urban Responses, Making Connections, dan Civic Symbolism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung BAZNAS telah mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut dengan baik, melalui desain fasad yang efisien dalam penggunaan energi, pencahayaan alami, serta respons terhadap konteks urban dan sosial. Meski demikian, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan energi terbarukan dengan cara penambahan panel surya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain bangunan yang lebih nyaman, hemat energi, dan berkelanjutan.
Pengaruh Fasilitas Umum Masjid dalam Meningkatkan Nilai Jual Perumahan di Karanganyar Pahlevi, Muhammad Rizal; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam dan di kabupaten Karanganyar sendiri 95,57% dari penduduknya beragama Islam. Dan untuk daerah kabupaten Karanganyar menjadi salah satu kawasan potensial untuk perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masjid dalam meningkatkan daya jual pada perumahan baru. Menggunakan metode kuantitatif yang diperoleh dari kantor DPU-PR bidang PKP yang bertambahnya jumlah perumahan baru yang ada bangunan masjid dari 2023 hingga 2024. Dan juga data dari kuesioner yang 64% respondennya menilai jika kedekatan dengan masjid menjadi alasan penting dalam memilih perumahan. Hasil lain menunjukkan bahwa keberadaan masjid berfungsi sebagai pengikat kegiatan sosial dan tambahan untuk keamanan sekitar perumahan yang dapat meningkatkan pembelian perumahan baru. Dan memberikan implikasi terhadap para developer untuk mempertimbangkan adanya masjid pada perumahan untuk kedepannya.
Perancangan Taman Ramah Difabel dan Lansia sebagai Wujud Ruang Inklusif di Kawasan Perumahan Fachreza, Muhammad Bagus; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman sebagai ruang publik memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, tidak semua taman dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan seperti difabel dan lansia. Penelitian ini bertujuan merancang taman ramah difabel dan lansia di kawasan perumahan untuk menciptakan ruang inklusif yang mendukung aktivitas sosial, kesehatan, dan kesejahteraan mereka. Dengan pendekatan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan pentingnya penerapan desain universal dalam pembangunan taman, termasuk aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perancangan taman inklusif tidak hanya bermanfaat bagi kelompok difabel dan lansia tetapi juga meningkatkan keterhubungan sosial di lingkungan perumahan.
Ruang Hijau di Sekitar Masjid: Pengaruh Taman pada Kualitas Interaksi Sosial dan Lingkungan Masjid Nurul Huda Setiana, Ilyas Abi; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan ruang hijau di sekitar masjid memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial dan lingkungan, terutama dalam bagian dari arsitektur keberlanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi dampak pengembangan dan pembuatan ruang hijau yang terbengkalai di area Masjid Nurul Huda terhadap interaksi sosial masyarakat dan kualitas lingkungan sekitar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode observasi lapangan, wawancara dengan pengguna, serta analisis desain berbasis prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ruang hijau tidak hanya memperbaiki estetika lingkungan masjid, namun juga meningkatkan intensitas dan kualitas interaksi sosial, seperti kegiatan keagamaan, edukasi, dan komunitas. Elemen desain berupa taman bermain, jalur pedestrian, dan area santai mendukung berbagai aktivitas sosial antar generasi khususnya jamaah masjid. Dampak lingkungan, penanaman vegetasi lokal dan sistem bioretensi berhasil meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu panas, dan mengelola air hujan dengan lebih efisien. Selain itu, pendekatan keberlanjutan yang diterapkan melalui penggunaan material ramah lingkungan, teknologi hemat energi, dan partisipasi komunitas dalam perawatan taman menciptakan ruang hijau yang fungsional, inklusif, dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain ruang hijau berbasis arsitektur Islam yang keberlanjutan dapat menjadi model pengembangan untuk masjid-masjid lain, menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.
Penerapan Konsep Bioklimatik pada Arsitektur "Galeri Batik" Surakarta (Studi Kasus: Galeri Batik Rumah Heritage Istana Batik Keris Omah Lowo) Setiawan, Dicky Putra; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri batik merupakan sebuah tempat dimana kita dapat menempatkan dan melestarikan teknik dan pengetahuan tentang batik, serta mendokumentasikan motif-motif batik yang telah ada. Batik Keris, salah satu perusahan yang bergerak dibidang produksi batik, baru-baru ini telah merenovasi bangunan cagar budaya Omah Lowo menjadi galeri batik Rumah Heritage Istana Batik Keris. Dikarenakan bangunan yang masih dinilai baru ini, dirasa menjadi menarik untuk diteliti dari segi arsitektur bioklimatik, hal ini dikarenakan dengan arsitektur bioklimatik, selain membuat pengunjung wisatawan nyaman, akan membuat bangunantahan lebih lama menghadapi iklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan arsitektur bioklimatik dari segi apa sajakah yang ada setelah dilakukannya renovasi dari pihak Batik Keris. Metode yang digunakan adalah dengan observasi dan studi literatur atau kepustakaan.Adapun hasil yang telah diperoleh merupakan adalah bangunan yang telah direnovasi telah menerapkan beberapa aspek dari arsitektur bioklimatik, meskipun ada aspek yang telah diterapkan disatu bangunan namun tidak diterapkan di bangunan yang lain.
Evaluasi Standar Fungsional Ruang pada Stasiun Kereta Api Solo Balapan Mala, Nur; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa stasiun kereta api yang tergolong besar dan tertua di Indonesia, salah satunya adalah Stasiun Kereta Api Solo Balapan yang terletak di Kota Surakarta. Stasiun ini merupakan pusat dan jantung aktivitas masyarakat pada masanya karena memiliki peran yang cukup besarterhadap Kota Surakarta dan kota di sekelilingnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, peran dan juga pengembangan Stasiun Solo Balapan hanya terfokus sebagai sektor transportasi dan bisnis. Saat ini, Stasiun Solo Balapan juga mengalami perkembangan dengan penambahan bangunan baru khusus untuk layanan KA bandara. Evaluasi ini menitikberatkan pada aspek fungsional dengan wawancara dan pengamatan sebagai alat penelitian dan juga menggunakanan jenis metode penelitian berupa deskriptif kualitataif. Variabel kefungsian yang digunakan yaitu berupa akses, sirkulasi, parkir, ruang terbuka hijau, dan juga urutan ruang-ruang publik. Variabel-variabel tersebut memiliki sebuah kriteria performa yang telah ditetapkan dalam standar desain, yang jumlahnya tergantung persyaratan optimal yang harus dipenuhi untuk mengetahui sejauh mana kondisi variabel kefungsian tersebut dapat dikatakan sempurna, baik, cukup, kurang, ataupun tidak memenuhi persyaratan.
Kesesuaian Taman Kota Jaya Wijaya sebagai Taman Kota Layak Anak di Surakarta Lubis, Elsya Shafira; Nurhasan, N
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Layak Anak (KLA) merupakan sebuah program pemerintah yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak. Kota Surakarta sudah mulai mewujudkan program KLA dari tahun 2006 dan pernah mendapatkan penghargaan KLA kategori utama karena dinilai sudah melaksanakan upaya pemenuhan hak anak secara sistematis. Untuk memenuhi hak anak, pemerintah harus menyediakan fasilitas bagi anak untuk kegiatan kreatif dan rekreatif yang ramah anak di luar sekolah, dan dapat diakses semua anak. Salah satu fasilitas untuk kegiatan kreatif dan rekreatif anak adalah taman kota. Taman Jaya Wijaya merupakan salah satu taman kota di Surakarta. Di dalam taman ini, dibangun sebuah monumen Peringatan Konvensi Hak Anak pada tahun 2019, dengan adanya monumen ini Pemerintah mengingingikan Taman Jaya Wijaya menjadi sebuah destinasi khusus yang dikunjungi oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesesuaian Taman Jaya Wijaya sebagai taman kota layak anak berdasarkan komponen aksesibilitas, fasilitas rekreatif, fasilitas olah raga, fasilitas pendukung, dan vegetasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode analisis skoring. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Taman Jaya Wijaya sudah mendekati sesuai sebagai taman kota yang layak anak sehingga di taman ini anak-anak dapat merasakan keamanan dan kenyamanan saat mereka bermain.