Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Identifikasi Penghawaan Alami yang Baik Dimasa Pandemi pada Masjid Jannatul Firdaus Rahmawati, Rizki Fitria; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirkulasi udara yang baik di dalam bangunan dapat memberikan kenyamanan dan menyehatkan bagi pengguna. Penghawaan yang baik dapat dicapai dengan cara merancang bentuk elemen-elemen dan detail arsitektur yang bertujuan mengoptimalkan aliran udara yang sejuk. Objek penelitian ini adalah Masjid Jannatul Firdaus yang berada di Kampung Batik Laweyan yang merupakan kawasan yang terkenal dengan tempat wisata yang telah berkembang dengan pesat. Dalam masa new normal ini tidak sedikit pengunjung yang menyambangi Kawasan Kampung Batik untuk berwisata, maka dibutuhkan fasilitas penunjang yang salah satunya adalah masjid yang memenuhi syarat kenyamanan termal dan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar penghawaan alami yang baik dimasa pandemi pada Masjid Jannatul Firdaus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif – kualitatif diskriptif dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jannatul Firdaus memiliki suhu rata-rata sebesar 28,3°C, dengan kelembaban sebesar 76,2% dan kecepatan angin 0 m/s. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi termal pada Masjid Jannatul Firdaus belum memenuhi standar kanyamanan termal yang mempunyai suhu melebihi 27,1°C, dan tingkat kelembaban lebih dari 70% serta harus mempunyai kecepatan angin sebesar 0,2m/s – 2m/s. Dengan kondisi ini maka Masjid Jannatul Firdaus tidak memenuhi standar penghawaan alami yang baik dimasa pandemi dan memiliki penghawaan alami yang tidak baik bagi kesehatan penggunanya.
Pemanfaatan Kawasan Tepi Pantai Tapak Batu sebagai Wisata Rekreasi dalam Mendukung Kota Bengkulu Utara sebagai Waterfront City Sari, Kinanti Fadhilah; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Tepi Pantai Tapak Batu Lais di Bengkulu Utara dapat dikembangkan. Pantai ini diadakan acaran tahunan disetiap hari raya Idul Fitri dan ada peningkatan pengunjung hingga 5000 jiwa/hari di pantai ini. Permasalahan yang terjadi sekarang adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi kawasan pesisir Kota Bengkulu Utara terutama kawasan tepi pantai Tapak Batu Lais sebagai kawasan rekreasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang kawasan tepi pantai di Kota Bengkulu Utara untuk rekreasi dalam mendukung Kota Bengkulu Utara sebagai waterfront city sesuai dengan potensi serta permasalahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan ruang kawasan tepi sungai untuk rekreasi dalam mendukung keberadaan Kota Bengkulu Utara sebagai waterfront city.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Hasil akhir yaitu lahirnya konsep pemanfaatan ruang kawasan tepi pantai berupa deskriptif dari kesimpulan hasil responden warga setempat serta masyarakat Bengkulu Utara, studi pustaka dan pengalaman penulis.
Adaptasi Aktifitas Anak terhadap Keterbatasan Ruang Dalam Kawasan Studi Kasus : Dukuh Gumpang Lor Ramadani, Fajri; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan sebuah anugerah yang tidak ternilai bagi setiap orang tua. Kelahiran seorang anak menjadi hal yang paling ditunggu dalam sebuah keluarga. Setiap perkembangan dan pertumbuhan seorang anak akan menjadi perhatian orang tua. Seorang anak merupakan potensi yang sangat penting, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat. Penelitian ini berusaha untuk menjabarkan isu-isu seputar psikologis dan fisik anak-anak Indonesia di Desa Gumpang Lor kususnya pada permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pola dan prilaku anak pada ruang gerak terbatas serta interaksi (feedback) mereka terhadap lingkungan sekitar. Interaksi anak di luar ruangan dapat berdampak positif dan negative pada psikologi dan kesehatan, serta bentuk interaksi psikis yang bermanfaat terhadap lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan lingkungan yang dapat menunjang perkembangan anak secara efektif. Pemetaan terhadap area yang memiliki lahan terbatas dibutuhkan untuk mempelajari pola aktifitas anak dan pengelompokannya di dalam area ruang gerak terbatas. Hasil analisis ini nantinya diharapkan dapat mendeskripsikan pola prilaku dan kegiatan anak terhadap ruang gerak terbatas yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk pengembangan desain area sebagai kawasan ramah anak.
Identifikasi Kriteria Tata Ruang Sekolah Inklusi Ramah Difabel (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta) Setiawati, Lina Desi; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah inkulsi merupakan sekolah regular (biasa) yang menerima dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan anak kebutuhan khusus (ABK) melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya.“Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatakan sebutan sebagai kota pendidikan dan Jakarta merupakan Ibu Kota, sehingga pada tahun 2001 DIY dan Jakarta diadakan uji coba perintisan sekolah inklusi. Program “Indonesia Menuju Pendidikan Inklusi” secara resmi diumumkan oleh Pemerintah Indonesia melalui deklarasi di Bandung pada tahun 2004.” Berdasarkan data dari DEPDIKNAS DIY, 2011 Provinsi Yogyakarta terdapat sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang tersebar diberbagai wilayah, terdapat 239 sekolah penyelenggara inklusi di Gunung Kidul (217 SD, 20 SMP, 1 SMA), terdapat 20 sekolah (SDSMK) di Kota Yogyakarta dan akan ditetapkan pada tahun ajaran 2011/2012 di Sleman dan Kabupaten Bantul (Harian Jogja,2013). Penyelenggaraan pendidikan bagi ABK di Kota Yogyakarta merupakan salah satu bagian dari Visi dan Misi Gubernur DIY. Tujuan pendidikan Inkulsi adalah memberikan kesempatan bagi ABK dalam menempuh pendidikan, mendapatkan hak yang sama seperti siswa non ABK. Permasalahan yang ada pada SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta adalah pihak sekolah belum dapat memenuhi kebutuhan ABK yaitu kurangnya fasilitas dan sarana prasarana penunjang untuk AKB. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sarana prasarana untuk setiap siswa termasuk untuk siswa penyandang disabilitas, seperti adanya ruang khusus untuk ABK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dnegan cara wawancara,observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: fasilitas dan sarana untuk ABK belum mewadahi, belum adanya ruangan khusus, alat penunjang dan buku penunjang layanan ABK belum lengkap.
Identifikasi dan Strategi Pengembangan Umbul Guyangan sebagai Objek Wisata di Desa Bendan Kabupaten Boyolali Ridha, Aulia Ulfa; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan potensi dan merumuskan strategi pengembangan umbul guyangan sebagai objek daya tarik wisata di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan sample 40 orang yang berasal dari pemerintah yaitu perangkat desa, tokoh masyarakat dan pengunjung. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa faktor internal yang menjadi kelebihan Umbul Guyangan adalah adanya daya tarik alam dan buatan, lokasi strategis dan aksesibilitas yang mudah dicapai. Sedangkan faktor eksternal yang menjadi peluang adalah adanya program Desa Bendan terkait pembangunan umbul guyangan sebagai destinasi wisata, dukungan dan kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan wisata. Dari hasil analisa SWOT menunjukkan bahwa rekomendasi strategi pengembangan objek wisata Umbul Guyangan adalah dengan melakukan pengembangan wisata ke arah ekowisata, memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana, mengembangkan atraksi dan kegiatan wisata yang dapat dilakukan membuat paket wisata, serta membentuk pengelola wisata yang melibatkan masyarakat.
Evaluasi Purna Huni Pedestrian Jl. Ir. Soekarno Solo Baru Pranoto, Haryo Hutomo; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah proses evaluasi terhadap bangunan dengan cara sistematis dan teliti setelah bangunan selesai dibangun dan telah dipakai untuk beberapa waktu, dengan fokus pemakai dan kebutuhan pemakai. Sehingga dapat menunjukan bagaimana keadaan failitas publik yang ada di Jalan Ir. Soekarno Solo Baru, serta mengevaluasi pedestrian pada jalan tersebut. Penelitian ini berisi tentang evaluasi purna huni pada pedestrian di jalan Ir. Soekarno Solo Baru, yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang diperoleh dari sumber berupa tulisan dan melakukan pengumpulan data, survey dan kuisioner responden tertentu dengan menyajikan hasil penelitian secara deskriptif. Berdasarkan standar Permen PU no. 03 tahun 2014, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti keberadaan tempat sampah, tempat duduk, halte bus dan pagar pengaman belum memenuhi standar. Beberapa hal lain seperti lebar, lampu penerangan, tinggi pijakan, marka, rambu, signage dan fasilitas difabel, sudah memenuhi standar. Namun terdapat peralihan fungsi dari pedestrian yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima dan spanduk yang mengganggu kenyamanan penggunanya, sementara rekomendasinnya adalah adanya upaya dari pihak berwenang meningkatkan standar dan mengevaluasi keberadaan pedagang kaki lima dan spanduk yang mengganggu.
Kinerja Sistem Pencahayaan pada Museum Keris Nusantara Surakarta Yuliantina, Miranda; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Keris Nusantara Surakarta adalah tempat tertutup (indoor) yang digunakan untuk menyimpan koleksi keris dan benda- benda berharga. Kondisi termal dan pencahayaan yang efektif dibutuhkan di Museum Keris Nusantara Surakarta untuk kenyamanan penggunanya. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan pencahayaan buatan Museum Keris Nusantara Surakarta. Untuk mencapai kenyamanan visual para pengunjung museum, standar yang direkomendasikan adalah 200-500 lux. Penelitian ini dilakukan siang (11:30 WIB). Hasil yang diperoleh dari pengambilan data dengan alat luxmeter, rata-rata intensitas cahaya pada siang hari di lantai 2, lantai 3, dan lantai 5 adalah 93,44 lux; 65,55 lux; dan 235,46 lux. Rata-rata keseluruhan adalah 131,48 lux. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran. Data tersebut diolah dengan aplikasi surfer menghasilkan pola penyebaran intensitas cahaya di tiap lantai. Pada siang hari, lantai yang memiliki pola penyebaran cahaya terbaik adalah pada lantai 5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Intensitas cahaya tiap lantai pada siang hari di Museum Keris Nusantara Surakarta telah memenuhi standar (200-500 lux). Pada bagian akhir, peneliti memberikan rekomendasi berupa jumlah lampu, perletakan layout lampu dan teknik pencahayaan agar memenuhi standar kenyamanan pencahayaan Museum.
Identifikasi Kualitas Pencahayaan Buatan di Tumurun Private Museum Solo Lestari, Galih Dian; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan wadah untuk melestarikan warisan dan barang yang berkaitan dengan sejarah, serta objek wisata edukatif. Pencahayaan di museum harus memperhatikan nilai estetika, nilai konservatif, dan standar yang telah ditetapkan untuk objek display. Tumurun Private Museum merupakan museum pribadi milik anak dari pendiri perusahaan tekstil terbesar Asia, PT. Sritex. Museum ini berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 2 Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta. Kondisi pencahayaan di Tumurun Private Museum saat ini menggunakan pencahayaan buatan tanpa ada campuran dari pencahayaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pencahayaan buatan di museum apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengaruh pencahayaan buatan di museum terhadap objek display apakah memiliki dampak tertentu. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam upaya pengembangan pencahayaan museum agar lebih baik lagi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran dan wawancara yang kemudian dianalisa dan dibandingkan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pencahayaan pada ruang pamer lantai 1 Tumurun Private Museum sudah memenuhi standar yang berlaku berdasarkan CIE (Commission International de I’Eclairage) yaitu diatas 150 lux. Selain itu pencahayaan buatan dapat memberikan dampak negatif bagi objek pamer sehingga pengelola museum melakukan kegiatan konservasi terhadap objek pamer tersebut.
Kajian Sirkulasi dan Sistem Pencahayaan terhadap Kenyamanan Pengunjung Galeri Seni pada Rumah Budaya Kratonan Surakarta Pamungkas, Dhieto Maulaya Hakim; Suharyani, S; Nugrahaini, Fadhilla Tri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri Seni adalah suatu tempat yang mewadahi karya seni untuk dipamerkan kepada publik. Oleh karena itu, ruang menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam memenuhi kegiatan tersebut. Salah satu aspek dasar dan penting dalam merancang suatu ruang adalah kenyamanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab ketidaknyamanan visual dan sirkulasi pada Galeri Seni, menganalisis kualitas pencahayaan yang tepat terhadap kenyamanan visual pada galeri Seni, merancang ruang dalam Galeri Seni yang nyaman sesuai dengan standar pencahayaan dan sirkulasi pengunjung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sebagai berikut: metode kuantitatif dengan cara observasi langsung ke Galeri Seni yang ada di Rumah Budaya Kratonan serta melakukan pengukuran dengan alat ukur lux meter, kemudian dibuat pola intensitas cahaya menggunakan software surfer 11 untuk mendapatkan data valid terkait pencahayaan pada lokasi yang diteliti. Metode kualitatif dilakukan dengan menyimpulkan dari hasil jawaban wawancara dengan pengunjung Galeri Seni guna mendapatkan pandangan dari pengunjung terhadap kenyamanan sirkulasi dan pencahayaan Galeri Seni serta dilakukannya studi Pustaka yang didapat dari jurnal atau artikel di internet dan hasil dari penelitian yang terkait. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa hampir semua ruang di Galeri Seni tidak memenuhi standar pencahayaan bangunan, serta dari hasil wawancara diperoleh rata-rata pengunjung merasa cukup nyaman dengan sirkulasi setiap ruang.
Implementasi Efisiensi Energi pada Bangunan Sekolah SMPI Al Azhar 55 Jati Makmur Bekasi Machroji, Alif; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi adalah bagian peranan penting dalam kehidupan manusia. Energi konvensional (tak terbarukan) menjadi factor terbesar yang menyebabkan pemanasan global dengan melepaskan emisi karbon ke atsmosfer. Bangunan adalah salah satu pengguna dari energi konvensional tersebut. Untuk itu, salah satu upaya diperlukannya efisiensi dan konservasi energi pada sebuah bangunan agar meminimalisir pengeluaran emisi karbon yang dihasilkan oleh bangunan. Konsep bangunan ekologis atau green building concept adalah terciptanya bangunan melalui perancangan, pelaksanaan dan penggunaan bangunan yang ramah terhadap lingkungan, menggunakan energi dan sumber daya secara efisien, berbiaya rendah, memperhatikan kenyamanan dan kesehatan penghuni, semua mengikuti prinsip berkelanjutan (Karuniastuti, 2015). Green school merupakan sekolah yang berkomitmen dan secara sitematis mengembangkan program untuk mengimplementasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Penelitian ini tentang bagaimana implementasi efisiensi energi pada bangunan sekolah SMPI Al Azhar 55 Jati Makmur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi survei langsung ke objek penelitian. Hasil observasi disimpulkan bahwa SMPI Al Azhar 55 masih dalam tahap pengembangan awal dalam hal penerapan efesiensi energi, dalam hal konservasi energi sudah sesuai dengan rencana awal dalam perancangan dan pengelolaan ketika ingin mendirikan sekolah SMPI Al Azhar 55 Jati Makmur.