Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pencahayaan Alami Berawa Living Apartment dengan Pendekatan Wellness Architecture menggunakan Simulasi DIALux Harfitriana, Aulia Dwi; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah pariwisata seperti Bali, peningkatan hunian dan Pembangunan sekarang dilakukan secara massif. Pasca covid-19, Masyarakat mulai menyadari pentingnya gaya hidup sehat (health lifestyle), produktif dengan menciptakan hunian yang nyaman sebagai pendukung sesuai dengan prinsip wellness architecture, yaitu menciptakan kesejahteraan baik secara fisik maupun mental salah satunya dengan memperhatikan pencahayaan alami pada bangunan. Intensitas cahaya yang masuk kedalam bangunan berpengaruh dalam kesejahteraan (wellness) penghuninya. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan (1) menganalisis tingkat pencahayaan alami di Berawa Living Apartment yang dapat memengaruhi kenyamanan pengguna (2) Mengidentifikasi faktor desain dari prinsip wellness architecture yang memengaruhi pencahayaan alami dalam Berawa Living Apartment. Dengan simulasi software DIAlux evo sebagai metode dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan pada 5 ruang modul tipe 2B dengan intensitas cahaya yang masuk kedalam living room & kitchen pada bulan Maret dan Desember terlalu rendah dan tidak memenuhi standar, sedangkan bedroom 1 & 2, serta bathroom 1 & 2 telah memenuhi standar minimal SNI 6197:2020 dan PERMENKES 1077:2011. Hal tersebut juga berlaku pada luas dan posisi bukaan, luas ruang, material serta fasad bangunan memengaruhi intensitas cahaya yang masuk dalam ruang. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perancangan hunian berkonsep wellness architecture di kawasan tropis.
Pendekatan Arsitektur Islam Tropis untuk Penataan Kumuh di Area Sabuk Hijau Waduk Kedung Ombo Bernaldi, Herdiwan; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo terletak di tiga perbatasan kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen, Grobogan, dan Boyolali. Pembangunan Waduk Kedung Ombo mengakibatkan penggusuran penduduk lokal dan perubahan lingkungan yang signifikan. Penggusuran tersebut menciptakan Kawasan kumuh yang dapat menimbulkan bencana dan permasalahan tersebut berdampak juga pada perilaku Masyarakat yang tidak bisa dihindari khususnya di Desa kemusu, Kabupaten Boyolali. Tujuan dari penelitian ini mengetahui sekaligus mengembangkan strategi dalam mengatasi Kawasan kumuh dengan mempertimbangkan aspek sosial. Metode yang telah dilakukan adalah menggunakan Langkah kualitatif deskriptif, mengunjungi ke Lokasi, dan bertanya kepada masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak lingkungan yang signifikan antara Masyarakat dengan Waduk Kedung Ombo yang menimbulkan Kawasan kumuh. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga lingkungan seperti menciptakan Ruang Terbuka Publik (RTP) berserta Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep Arsitektur Islam Tropis yang konkrit karena berkaitan dengan faktor alam seperti mempertimbangkan iklim dan perilaku masyarakat terkait dengan zona ruang agar menciptakan rasa aman dan nyaman.
Evaluasi Dampak Kekumuhan Kawasan Pemukiman bagi Kesehatan Masyarakat dan Kualitas Lingkungan (Studi Kasus Kawasan Pemukiman Reklamasi Fakfak, Papua Barat) Huda, Bagus Amirul; Suharyani, S
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2021: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.55 KB)

Abstract

Permukiman Reklamasi merupakan salah satu permukiman kumuh yang berada di Kelurahan Fakfak Selatan, Kota Fakfak, Papua Barat. Berdasarkan data yang didapat dari hasil penilaian klasifikasi pemukiman kumuh oleh Dinas Pekerjaan Umum Fakfak, tingkat kekumuhan pada Pemukiman Reklamasi termasuk dalam tingkat kekumuhan sedang dengan (skor: 38-59). Objek penelitian difokuskan pada 5 RT berada di Kawasan kumuh sebanyak 1289 jiwa (25,5%) dengan jumlah bangunan rumah sebanyak 210 di 5 RT yaitu RT 16, RT 17, RT 18, RT 19 dan RT 21. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana peneliti menggambarkan kondisi kekumuhan kawasan pemukiman perkotaan dengan menuliskan fakta-fakta dan gejala yang tampak dalam objek penelitian melalui perbandingan dari hasil tabel penilaian kategori kekumuhan yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Fakfak, 2020. Hasil kajian kemudian dievaluasi melalui hubungan sebab-akibat dari dampak yang memicu tingginya penyakit berbasis lingkungan dan kenyamanan lingkungan dari terciptanya pemukiman kawasan pemukiman kumuh Reklamasi Fakfak. Hasil evaluasi terkait penyakit berbasis lingkungan yang paling dominan adalah Penyakit Demam Berdarah di RT 17, dan TB berjumlah 70 kasus dengan BTA positif berjumlah 13 kasus. Minimnya sarana dan prasarana di kawasan permukiman, seperti sanitasi dan pengelolaan sampah, turut mempengaruhi kualitas air laut dan kenyamanan lingkungan di sekitar Alun-alun Kota Fakfak yang terhubung dengan pemukiman Reklamasi Fakfak. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara dengan pengunjung Alun-alun yang tidak nyaman dengan kualitas lingkungan yang dihasilkan melalui limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh Pemukiman Kumuh reklamasi Fakfak, Papua Barat.
Identifikasi Halaman Balai Kota Surakarta Sebagai Ruang Komunal dengan Pendekatan Human Behaviour Rahman, Muhammad Irfan Noer; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai kota merupakan pusat pemerintahan daerah tingkat II atau kota madya. Pelaksanaan tugas pokok penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Balai Kota memiliki cakupan dalam berbagai aspek kegiatan pemerintahan dan kegiatan masyarakat. Tidak hanya mengenai hal administratif, Balai Kota Surakarta difungsikan sebagai ruang komunal. Penelitian ini mengamati pengaruh halaman Balai Kota Surakarta terhadap pengguna, mengamati apa yang dirasakan pengguna halaman Balai Kota Surakarta ketika berada di tempat tersebut dan perilaku yang terjadi di halaman Balai Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dari halaman Balai Kota dalam segi perilaku dan berfokus pada keadaan ruang yang mempengaruhi perilaku manusia pada perancangan halaman Balai Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif-kualitatif akan menghasilkan karya ilmiah dengan data bersifat penggambaran berupa kata tertulis agar dapat memaparkan identifikasi dari halaman Balai Kota Surakarta. Hasil penelitian ini berupa penilaian dari halaman Balai Kota Surakarta sebagai ruang komunal dengan mengacu human behaviour. Berdasarkan penelitian, Halaman Balai Kota Surakarta dapat menampung berbagai interaksi dengan perilaku yang berbeda-beda. Interaksi yang terjadi menyebabkan suatu ruang lebih hidup. Tingkat interaksi yang tinggi di halaman Balai Kota Surakarta sering terjadi pada waktu malam.
Evaluasi Kualitas Taman Sekartaji Sebagai Ruang Publik Berbasis Human Behavior Amira, Sonia Tasyabaha; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan ruang publik khususnya di perkotaan sangat dibutuhkan untuk mewadahi aktivitas masyarakat. Taman Sekartaji merupakan salah satu fasilitas ruang publik yang berada di bantaran Sungai Anyar, Jebres, Kota Surakarta. Permasalahan ruang publik mangkrak sering terjadi karena tidak terpelihara dengan baik. Kondisi Taman Sekartaji pada saat ini mengalami penurunan fungsi dan kualitas karena tidak terawat dan terbengkalai. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali kualitas Taman Sekartaji sebagai ruang publik melalui pendekatan arsitektur perilaku (Human Behavior). Pengamatan yang dilakukan yaitu dengan menganalisis kualitas fungsi ruang serta pola perilaku dan kebutuhan ruang masyarakat sekitar yang disesuaikan dengan kondisi fisik pada Taman Sekartaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei secara langsung untuk melihat kondisi di lapangan secara faktual. Sedangkan data sekunder didapat melalui studi kepustakaan serta wawancara yang kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas Taman Sekartaji. Hasil dari penelitian ini yaitu perlu adanya kontribusi pemerintah dalam menyalurkan dana untuk perbaikan dan perawatan, serta pemenuhan ruang-ruang penunjang yang dibutuhkan masyarakat agar tercipta kualitas ruang publik yang layak. Hasil dari penelitian ini selanjutnya dapat dijadikan sebagai acuan untuk perancangan ruang publik yang menggunakan pendekatan Human Behavior.
Persepsi Masyarakat Terhadap Ruang Bekerja dan Belajar Pada Rumah Tinggal Pasca Pandemi Covid-19 Alamsyah, Muhammad Luthfi Nur; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah adanya pandemi Covid-19, rumah tinggal menjadi tempat dimana berbagai macam kegiatan dilakukan mulai dari yang biasa dilakukan dalam rumah sampai kegiatan di luar rumah. Kondisi saat ini menunjukan kasus pandemi Covid-19 di Indonesia yang mulai membaik dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Namun sebagian kegiatan yang masih dilakukan di dalam rumah termasuk kegiatan bekerja dan belajar. Perubahan aktifitas di dalam rumah yang begitu signifikan mengakibatkan kemungkinan bertambahnya kebutuhan ruang pada rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kebutuhan ruang khusus untuk bekerja dan belajar pada rumah tinggal. Dengan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan kuesioner daring dan tinjauan pustaka sebagai landasan dan bahan bahasan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun keadaan sudah mulai normal kembali, mayoritas responden membutuhkan ruang khusus untuk bekerja dan belajar pada rumah tinggal. Ditemukan juga bahwa terdapat ruang-ruang yang digunakan dan beberapa faktor ketidaknyamanan saat bekerja dan belajar pada ruangan yang digunakan saat ini.
Strategi Konservasi Berbasis Prinsip Ekologi Terhadap Ruang Terbuka Hijau Pedesaan di Desa Tlogo Dringo Maulansyah, Riza Andhika; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap makhluk hidup mempunyai ekosistemnya masing-masing dan mereka akan melakukan segala hal untuk bertahan hidup. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu hal itu merugikan beberapa makhluk hidup yang hidupnya berdampingan terutama manusia dengan alam. Manusia membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan juga pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Akan tetapi, disisi lain alam juga membutuhkan keberadaan hutan, pohon, dan juga sumber daya alam yang lainnya agar ekosistem yang ada di alam saling berkesinambungan. Karena keserakahan manusia itulah pentingnya edukasi mengenai arsitektur ekologis untuk sekarang ini dan untuk kedepannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi konservasi yang dimiliki oleh Desa Tlogo Dringo dengan menggukan prinsip Heinz Frick. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Tlogo Dringo memiliki Strategi Konservasi yang cukup bagus dan sesuai dengan prinsip dari pembangunan berbasis arsitektur ekologi.
Evaluasi Pencahayaan pada Ruang Rawat Inap Rumah Sakit (Studi Kasus: Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta) Zahro, Tsabita Fiiki Kamilatun; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Gigi dan Mulut merupakan sarana pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk pengobatan dan pemulihan tanpa mengabaikan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit yang dilaksanakan melalui pelayanan rawat jalan, gawat darurat dan pelayanan tindakan medik. Ruang rawat inap pasien merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang penting keberadaannya bagi pelayanan pasien. Pencahayaan dalam ruang rawat inap pasien dapat berpengaruh pada kenyamanan pasien selama menjalani perawatan serta proses penyembuhan pasien. Oleh karena itu pengaturan pencahayaan di dalam ruangan perlu mendapatkan perhatian. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan cara melakukan pengamatan (observasi) yaitu mengumpulkan data-data serta pengukuran pencahayaan secara langsung menggunakan alat luxmeter. Hasil dari penelitian ini yaitu pencahayaan pada pada pagi hingga siang hari di ruang rawat inappasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri telah memenuhi standar SNI 03-6575-2001. Namun pencahayaan pada sore hari hingga malam hari masih belum memenuhi standar SNI sehingga memerlukan bantuan pencahayaan buatan melalui lampu. Selain itu perlu adanya peningkatan terhadap daya lampu atau jumlah lampu yang ada dalam ruang rawat inap agar dapat memenuhi standar yang berlaku.
Identifikasi Penghawaan Alami yang Baik Dimasa Pandemi pada Masjid Jannatul Firdaus Rahmawati, Rizki Fitria; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirkulasi udara yang baik di dalam bangunan dapat memberikan kenyamanan dan menyehatkan bagi pengguna. Penghawaan yang baik dapat dicapai dengan cara merancang bentuk elemen-elemen dan detail arsitektur yang bertujuan mengoptimalkan aliran udara yang sejuk. Objek penelitian ini adalah Masjid Jannatul Firdaus yang berada di Kampung Batik Laweyan yang merupakan kawasan yang terkenal dengan tempat wisata yang telah berkembang dengan pesat. Dalam masa new normal ini tidak sedikit pengunjung yang menyambangi Kawasan Kampung Batik untuk berwisata, maka dibutuhkan fasilitas penunjang yang salah satunya adalah masjid yang memenuhi syarat kenyamanan termal dan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar penghawaan alami yang baik dimasa pandemi pada Masjid Jannatul Firdaus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif – kualitatif diskriptif dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jannatul Firdaus memiliki suhu rata-rata sebesar 28,3°C, dengan kelembaban sebesar 76,2% dan kecepatan angin 0 m/s. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi termal pada Masjid Jannatul Firdaus belum memenuhi standar kanyamanan termal yang mempunyai suhu melebihi 27,1°C, dan tingkat kelembaban lebih dari 70% serta harus mempunyai kecepatan angin sebesar 0,2m/s 2m/s. Dengan kondisi ini maka Masjid Jannatul Firdaus tidak memenuhi standar penghawaan alami yang baik dimasa pandemi dan memiliki penghawaan alami yang tidak baik bagi kesehatan penggunanya.
Identifikasi Potensi Perkebunan Karet Polokarto sebagai Destinasi Wisata Alam Erfanto, Reski; Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilakukan atas respon penulis melihat fenomena yang terjadi di kawasan perkebunan karet Polokarto. Dimana tempat tersebut ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan baik untuk berwisata maupun sekedar berbincang-bincang sambil menikmati suasana sekitar. Perkebunan karet Polokarto merupakan kawasan perkebunan yang masih aktif dimanfaatkan hasil panenya oleh masyarakat sekitar, dikembangkan dengan cara menanam pohonya dalam jumlah banyak menciptakan fenomena alam yang indah. Pohon karet yang rindang tumbuh tinggi menjulang menarik perhatianmasyarakat sekitar untuk mendatangi tempat tersebut. Kawasan perkebunan karet Polokarto merupakan kawasan yang tujuan penciptaanya untuk sektor pertanian yang tumbuh menjadi daya tarik masyarakat sebagai objek wisata. Disaat masyarakat sedang menghadapi pandemi yang sedang terjadi, wisata alam dapat menjadi alternatif sebagai sarana untuk menjaga kesehatan dan pemulihan karena memiliki konsep mengutamakan kualitasperjalanan dengan memanfaatkan alam dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dibandingkan konsep wisata lainya yang tidak relevan untuk diterapkan ditengah kebiasaan baru saat pandemi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa mengenai potensi yang dimiliki kawasan kebun karet Polokarto untuk dapat dikembangkan menjadi objek wisata alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian yaitu sepanjang kawasan kebun karet di Desa Bulu, Polokarto. Sumber data yang digunakan ialah hasil pengamatan dilapangan beserta mengambil dari berbagai literatur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu: mengetahui bahwa kawasan perkebunan karet Polokarto memiliki potensi untukdikembangkan menjadi destinasi wisata alam karena memiliki unsur alam yang menarik disertai adanya fasilitas penunjang lainya serta memungkinkan penerapan protokol kesehatan dilakukan sehingga menciptakan wisata yang sehat dimasa pandemi.