Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah Melalui Program Sahabat Pengawas Jajanan dan Sekolah Sehat Jajanan Bergizi di SDN 1 Blang Mangat Kota Lhokseumawe Taufiq, Said; Mawarhayati, Mawarhayati; Fauzi, M. Jamil
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): Mandalika Journal of Community Services (In Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i1.155

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah membutuhkan asupan kalori dan nutrisi yang memadai. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar, khususnya kader UKS di SDN 1 Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan siswa dan membentuk perilaku jajan sehat pada siswa SDN 1 Blang Mangat. Permasalahan yang dijumpai antara lain perilaku jajan anak sekolah dasar yang masih buruk, tingginya risiko tertular penyakit-penyakit infeksi, serta gangguan kesehatan akibat konsumsi Bahan Tambahan Makanan (BTM) berbahaya. Selain itu, terdapat risiko tinggi gangguan tumbuh kembang anak, terutama perkembangan kognitif, karena asupan makanan yang berbahaya dan kurang bergizi. Pembinaan siswa terkait perilaku jajan, khususnya kader UKS, juga belum optimal. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi advokasi, edukasi, dan pelatihan kepada masyarakat sekolah, terutama kepada kepala sekolah, siswa, kader UKS, dan pedagang jajanan di sekolah. Advokasi dilakukan melalui pencanangan sekolah sehat dengan jajanan bergizi, disertai komitmen bersama antara tim pelaksana, pihak sekolah, dan stakeholder terkait. Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi baliho, poster, dan leaflet untuk mendukung proses penyebaran informasi. Capaian dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini adalah meningkatnya pengetahuan kader UKS tentang perilaku jajan sehat, peningkatan keterampilan anggota UKS dalam melakukan edukasi, serta pelaksanaan pengawasan jajanan siswa. Selain itu, tercipta komitmen dari pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan meningkatkan ketahanan tubuh siswa, terutama dalam mencegah penyakit infeksi dan gangguan akibat konsumsi BTM berbahaya.
Kuantitas dan Strategi Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023 Fauzi, M. Jamil; Taufiq, Said; Agustina, Fitriani
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.145

Abstract

Survey Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan angka kejadian stunting secara nasional 24,4 persen (2019) dan 21,6 persen (2021), dalam masa 2 tahun telah terjadi penurunan 2,8 persen.  Dibutuhkan upaya yang lebih optimal untuk mencapai target nasional yaitu 14 persen pada tahun 2024 dan 0 persen pada tahun 2030. Prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) tahun 2022 secara nasional menunjukan bahwa Aceh berada pada urutan keempat tertinggi (31,2 persen) setelah NTT, Sulawesi Barat, Papua dan NTB. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang menghadapi permasalahan stunting, meskipun bukan wilayah prevalinsi tertinggi. Tahun 2021 angka stunting 38,8 persen dan turun 0,5 persen menjadi 38,3 persen pada tahun 2022, masih berada di atas 20 persen cut of point toleransi untuk stunting yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini untuk mengetahui kuantitas dan strategi pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, penanggung jawab Program Penanggulangan Masalah Gizi (Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi) dan Ketua Bidan Cabang Kabupaten Aceh Utara. Analisa data dengan deskriftif qualitatif.  Hasil penelitian quantitas stunting mengalami perubahan setiap bulan  dan strategi pencegahan stunting sudah dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk teknis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hubungan Peran Orang Tua Teman Sebaya dan Ketersediaan Makanan dengan Pemilihan Jajanan Siswa Sd (Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe) Taufiq, Said; Agustina, Fitriani; Fauzi, M. Jamil
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3816

Abstract

Jajanan yang tersedia di masyarakat khususnya di lingkungan sekolah masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan, baik dari penyajian, pengolahan maupun bahan baku. Penyajian jajanan secara terbuka meningkatkan risiko terpapar bakteri Escherichia coli sebagai penyebab utama diare. Anak sekolah yang memiliki perilaku jajan tidak sehat 24,3% pernah menderita diare. Pencemaran jajanan anak sekolah yang menjadi resiko gangguan kesehatan paling utama adalah mikroba 74,9%, bahan tambahan makan (BTM) 15,7%, dan BTM berbahaya 9,0%. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan peran orang tua, peran teman sebaya dan ketersediaan makanan dengan pemilihan jajanan anak sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan crosssectional, sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel 326 orang. Penelitian dilakukan di SDN 1, SDN 6 dan SDN 12 Blang Mangat dari April sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan 67,8% orang tua berperan buruk dalam pemilihan jajanan anak sekolah, peran teman sebaya 63,5% kuat mempengaruhi anak sekolah dasar memilih jajanan tidak sehat, 66,9% siswa menyatakan tidak tersedia makanan sehat dan 71,2% siswa memilih jajanan yang tidak sehat. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan peran orang tua dengan pemilihan jajanan (P value=0.001, α<0.05), ada hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan (P value=0.023, α<0.05) dan ada hubungan ketersediaan makanan dengan pemilihan jajanan anak sekolah dasar (P value=0.0002, α<0.05). Responden dan orang tua dapat meningkatkan perilaku kesehatan dan keamanan pangan sehingga konsumsi jajanan yang diasup anak menjadi lebih sehat dan aman.
Hubungan Minat Dengan Nilai Praktik Klinik Keperawatan Luka Mahasiswa Prodi Keperawatan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh Tahun 2023 Taufiq, Said; Fauzi, M. Jamil; Sofiati, Irwani
Action Research Literate Vol. 8 No. 1 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i1.217

Abstract

Kejadian luka menyebabkan 7% kematian di seluruh dunia, angka ini diperkirakan masih terus bertambah. Selain itu, luka dan injuri mengakibatkan kira-kira 16% berkurangnya masa hidup karena kecacatan (Disability Adjusted Life Year/DALY). Kejadian tersebut, 12,8% diantaranya terjadi karena ketidaksengajaan dan 3,2% disebabkan luka karena kesengajaan. Salah satu faktor yang kuat mempengaruhi hasil belajar adalah minat terhadap objek yang dipelajari, individu yang kurang tertarik atau mungkin tidak memiliki minat, maka minat itu mungkin kurang kuat dan efisien untuk menekuni suatu proses pembelajaran. Minat terhadap suatu mata kuliah ditunjukkan dengan kemauan untuk meneliti, partisipasi yang energik, kecenderungan kesadaran dan kesadaran yang kuat, rasa dan kemauan yang luas untuk belajar secara aktif. Penelitian ini untuk melihat hubungan minat dengan nilai mata kuliah keperawatan luka pada mahasiswa. Penelitian dilakukan di Prodi Keperawatan Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh Kota Lhokseumawe. Desain penelitian menggunakan cross sectional desaign dengan teknik sampel jenuh sejumlah 54 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner langsung kepada responden menggunakan Google Form. Analisis data menggunakan uji Chi Square atau Fisher Exact Test dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian ada hubungan yang kuat antara minat dan nilai mata kuliah praktik klinik keperawatan luka.
Comparison of Conventional and Modern Wound Care in Post-Section Wounds at Cut Mutia Hospital, North Aceh Regency in 2023 Yusnidaryani, Yusnidaryani; Taufiq, Said; Fauzi, M. Jamil
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 5 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i5.1284

Abstract

The World Health Organization (WHO) sets the average cesarean sections (CS) standard at 5-15% per 1000 births. However, cesarean section rates in private hospitals exceed 30%, compared to 11% in government hospitals. This study investigates the prevalence and complications of surgical wound infections post-cesarean section and the effectiveness of modern wound dressing techniques in reducing these infections. Data analysis reveals cesarean wound infections occur during hospitalization (27%), re-admission (1%), and post-discharge (71%). Surgical wound infections (SWI) significantly increase morbidity, treatment duration, and healthcare costs, with a direct death rate ranging from 3% to 75% globally. The study evaluated modern wound dressings adhering to "moist wound healing" principles, such as hydrocolloids, alginate, and foam, which maintain a moist environment to enhance epithelial cell proliferation, accelerate wound healing, and reduce scarring. Findings indicate that moist wound dressings significantly improve healing outcomes, promoting epithelialization and collagen synthesis, with techniques showing a 30-50% increase in epithelialization and a 2-5 times faster re-epithelialization rate. These results highlight the need for adopting advanced wound care techniques to reduce surgical wound infections and improve patient recovery post-cesarean section. The study implies that healthcare providers should integrate modern wound care practices to enhance maternal health outcomes globally.