Ngamalo lubakng tugal adalah salah satu tradisi dalam sistem pertanian atau bahuma batahut’n masyarakat Dayak Kanayatn. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentivikasi unsur-unsur matematika yang terdapat pada sistem pertanian masyarakat Dayak Kanayatn. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang pemilik ladang (petani lokal) dan satu orang panyangahatn, teknik pengambilan subyek menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles & Huberman yang terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur matematika yang digunakan dalam ritual ngamalo lubakng tugal pada alat dan bahannya, seperti pada poe, bontokng, wadah baras kuning, wadah baras banyu, wadah isi pangantar, wadah baras poe (beras ketan), wadah baras sunguh (beras palawakng), pabayo dan tempat pabanihan’t. Adapun unsur matematika yang muncul adalah unsur geometri, gradien (kemiringan), bilangan/perhitungan siklus dan perbandingan. Unsur geometri terdapat pada tempat pabanihan’t, wadah isi pangantar, wadah baras poe (beras ketan), wadah baras sunguh (beras palawakng), wadah baras banyu,wadah baras kuning (tampukng tawar), wadah air bunga selasih,dan pabayo, gradien muncul pada tungkat Jubata dan tanga’ Jubata, dan unsur perbandingan muncul pada adonan poe, bontokng, tumpi dan tumpi Jubata, sedangkan unsur bilangan/perhitungan siklus digunakan dalam perhitungan kalender