Sepriani Liliana
Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Etnomatematika: Aktivitas dan Kerajinan Tangan Masyarakat Dayak Jangkang Wike Ellissi; Sepriani Liliana
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.125 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v7i2.7891

Abstract

Abstrak. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas dan kerajinan tangan masyarakat dayak dalam kegiatan penanam padi serta bagaimana implementasinya dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan cara pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dengan cara terjun langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajinan tangan masyarakat dayak jangkang dapat dijadikan materi untuk pembelajaran matematika khususnya pada materi Geometri yang terdiri dari Rotasi, Translasi, dan Refleksi. Kata Kunci: Etnomatematika, Aktivitas dan Kerajinan Tangan, Pembelajaran Geometri
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI INTEGRAL TAK TENTU SISWA KELAS XI AKL SMK MANIAMAS NGABANG LILIANA, SEPRIANI; HERIANTO, AGUS; HERMIATI, KONSTANSIA
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): EDISI OKTOBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/26xygk62

Abstract

Berpikir kritis adalah sebuah aktivitas mental manusia dalam mengumpulkan, mengklasifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi untuk menarik kesimpulan guna memecahkan suatu masalah. Kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini diukur berdasarkan indikator Interpretasi, Analisis, Evaluasi, dan Inferensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada materi integral tak tentu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI AKL SMK Maniamas Ngabang. Terdapat dua sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal tes tertulis dan hasil wawancara (sebagai sumber data primer) dan dokumentasi (sebagai sumber data sekunder). Hasil Penelitian menunjukan bahwa 56,67% subjek tergolong dalam siswa yang kemampuan berpikir kritisnya tinggi, 23,33% subjek tergolong dalam siswa yang kemampuan berpikir kritisnya sedang, 20% subjek tergolong dalam siswa yang kemampuan berpikir kritisnya rendah.
Kajian Analisis Geometri pada Rumah Adat “Dori Mpulor” Sebagai Dasar Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Ellissi, Wike; Liliana, Sepriani; Tutui, Helbi
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/judika.v7i2.12698

Abstract

This research aims to examine the geometric concepts present in the traditional house "Dori Mpulor" as a basis for developing ethnomathematics-based mathematics learning to support the Merdeka Curriculum. The study employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The analysis of the data was performed using qualitative techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that there are geometric concepts in the structure of the Dori Mpulor Traditional House, which include the positioning of two lines on a plane (parallel lines, intersecting lines), angles (opposite angles, supplementary angles, right angles, and acute angles), gradients, congruency (line segments, angles, polygons), polygon similarity, triangles (equilateral and right triangles), circles, cylinders, parallelograms, and trapezoids. In conclusion, the study of geometric concepts in the Dori Mpulor Traditional House can be implemented as learning material, giving educators the freedom to create quality learning experiences tailored to students' needs within a real context, so that students gain enjoyable and meaningful learning experiences. Keywords: Ethnomathematics; Geometric; The traditional house.
Analisis Peran Teknologi dalam Pembelajaran Matematika Berdasarkan Perspektif Guru dan Siswa Veronika, Susilawati; Liliana, Sepriani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.4156

Abstract

Kemajuan teknologi telah menyebabkan perubahan yang berarti dalam sektor pendidikan, termasuk dalam pengajaran matematika. Agar pemahaman konsep abstrak dan kemampuan berpikir logis siswa meningkat, pembelajaran matematika perlu menggunakan pendekatan yang berbeda. Teknologi dianggap dapat membantu siswa memvisualisasikan ide dan terlibat lebih erat dengan materi pelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi berperan dalam pembelajaran matematika di daerah pedalaman baik sudut pandang guru maupun siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif subjek penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling di salah satu SMP di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan Teknologi memiliki dampak yang penting dalam meningkatkan proses pembelajaran matematika. Dari perspektif guru, teknologi membantu dalam menyajikan materi secara lebih interaktif dan menarik, yang dapat meningkatkan motivasi siswa. Sementara itu, dari perspektif siswa merasakan kemudahan dalam mengakses sumber belajar, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Studi Etnomatematika pada Proses Ritual Ngamalo Lubakng Tugal dalam Sistem Pertanian Dayak Kanayatn Dara Sister, hilaria Enza; Liliana, Sepriani
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika VOL. 9 NO. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ma'arif Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v9i1.5874

Abstract

Ngamalo lubakng tugal adalah salah satu tradisi dalam sistem pertanian atau bahuma batahut’n masyarakat Dayak Kanayatn. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentivikasi unsur-unsur matematika yang terdapat pada sistem pertanian masyarakat Dayak Kanayatn. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang pemilik ladang (petani lokal) dan satu orang panyangahatn, teknik pengambilan subyek menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles & Huberman yang terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur matematika yang digunakan dalam ritual ngamalo lubakng tugal pada alat dan bahannya, seperti pada poe, bontokng, wadah baras kuning, wadah baras banyu, wadah isi pangantar, wadah baras poe (beras ketan), wadah baras sunguh (beras palawakng), pabayo dan tempat pabanihan’t. Adapun unsur matematika yang muncul adalah unsur geometri, gradien (kemiringan), bilangan/perhitungan siklus dan perbandingan. Unsur geometri terdapat pada tempat pabanihan’t, wadah isi pangantar, wadah baras poe (beras ketan), wadah baras sunguh (beras palawakng), wadah baras banyu,wadah baras kuning (tampukng tawar), wadah air bunga selasih,dan pabayo, gradien muncul pada tungkat Jubata dan tanga’ Jubata, dan unsur perbandingan muncul pada adonan poe, bontokng, tumpi dan tumpi Jubata, sedangkan unsur bilangan/perhitungan siklus digunakan dalam perhitungan kalender
Kajian Etnomatematika pada Motif Kain Tenun Ikat Amarasi Kabupaten Kupang Kapitan, Maria Santika; Liliana, Sepriani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3090

Abstract

Penelitian etnomatematika pada kain tenun ikat Amarasi penting karena mengungkapkan hubungan antara matematika dan budaya, melestarikan kearifan lokal, serta memperkaya pembelajaran matematika yang konstekstual. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbandingan antara kain tenun ikat Amarasi dengan kain tenun ikat dari daerah lain yaitu kain tenun ikat Bali yang menampilkan motif flora-fauna halus dengan warna doff, sedangan kain tenun ikat Sumba lebih menonjolkan geometri simbolik dengan warna-warna berani dan tujuan selanjutnya mengidentifikasi unsur-unsur matematika yang terdapat pada motif kain tenun ikat Amarasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan etnografi. Subjek penelitian meliputi penenun yang ada di daerah Amarasi. Instrumen untuk megumpulan data pada penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumen. Data tersebut dianalisis dengan cara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif tenun Amarasi memiliki keunikan seperti memiliki warna yang dominasi warna coklat tanah, dan biru indigo yang mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan dengan lingkungan. Selain itu, terdapat bentuk geometris, seperti bentuk bangun datar, serta penggunaan konsep bilangan dalam penyusunan motif seperti pengulangan pola. Jika dibandingkan dengan kain tenun ikat di daerah lain, tenun ikat Amarasi memiliki ciri khas dalam penggunaan bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, persegi, persegi panjang, belah ketupat, dan juga pola geoetri yang dilakukan secara berulang. Temuan penelitian ini dapat memperkuat hubungan antar budaya lokal dan menjadi referensi bagi pengembangan sumber belajar matematika yang berlandaskan pada budaya lokal, sekaligus memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA KUE DAUN BAMBU DAN KUE SUPA SEBAGAI MAKANAN KHAS TRADISIONAL DAYAK BAKATI DI DUSUN SENTALANG Rapolda, Jhon; Liliana, Sepriani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.4994

Abstract

ABSTRAKEtnomatematika ialah ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana matematika diadaptasi dari suatu budaya. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan pengetahuan tradisional yang sering kali terabaikan dalam pendidikan formal. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengkaji konsep matematika yang berkembang dalam budaya masyarakat tertentu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik partisipan sebagai metode pengumpulan data, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi terhadap para pembuat kue tradisional dan tokoh masyarakat Dayak Bakati. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan-tahapan berupa penyederhanaan data, penyajian informasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat mengungkap unsur-unsur matematika yang secara tidak sadar diterapkan dalam proses pembuatan kedua jenis kue tradisional tersebut. Penelitian ini menganalisis bentuk, ukuran, komposisi bahan, dan teknik pengolahan yang mencerminkan penerapan matematika dalam matematika budaya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan kurikulum matematika yang lebih inklusif dan relevan dengan konteks makanan tradisional, serta memperkaya kajian etnomatematika di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian dan dokumentasi kearifan lokal yang semakin tergerus oleh modernisasi.Kata Kunci: etnomatematika, kue daun bambu, kue supa, Dayak Bakati, budaya lokalABSTRACTEthnomathematics is a science used to find out how mathematics is adapted from a culture. This research aims to preserve traditional knowledge that is often overlooked in formal education. Ethnomathematics is an approach that examines mathematical concepts that develop in the culture of a particular community. The research approach used is qualitative, with participant techniques as a method of data collection, unstructured interviews, and documentation of traditional cake makers and Dayak Bakati community leaders. The data obtained were analyzed through stages such as data simplification, information presentation, and conclusion drawing. The results of the research can reveal mathematical elements that are unconsciously applied in the process of making both types of traditional cakes. This research analyzes the shape, size, composition of ingredients, and processing techniques that reflect the application of mathematics in cultural mathematics. This research has important implications in the development of a more inclusive mathematics curriculum that is relevant to the context of traditional food, as well as enriching the study of ethnomathematics in Indonesia. In addition, the results of this study can also be the first step in efforts to preserve and document local wisdom that is increasingly eroded by modernization.Keywords: ethnomathematics, bamboo leaf cake, supa cake, Dayak Bakati, local culture
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Lusiati, Lusiati; Liliana, Sepriani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7181

Abstract

This study aims to determine and analyze student learning motivation in mathematics learning in class VIII C of SMP Negeri 2 Ngabang. This study uses descriptive quantitative research. Data collection techniques use questionnaires and documentation. This research was conducted at SMP Negeri 2 Ngabang. The sample in this study consisted of students in class VIII C using a questionnaire distributed to 30 respondents. Based on the results of research on student learning motivation in mathematics, it can be concluded that this study found that overall student learning motivation was categorized as moderate, with 3% of students having very high learning motivation, with a total of 1 respondent. 40% of students had high learning motivation with 12 respondents, 50% of students had moderate learning motivation with 15 respondents, and 7% of students had low motivation with 2 respondents. Regarding each learning motivation indicator, the average learning motivation was categorized as moderate with a percentage of 53.83% for the indicator of desire and willingness to succeed, 58.44% for the indicator of drive and need to learn, which was categorized as moderate, 38.66% for the indicator of goals and expectations for the future, which was categorized as low, 71.33% for the indicator of appreciation in learning, which was categorized as high, 82% for the indicator of interesting and engaging learning activities, which was categorized as very high, and 54.66% for the indicator of a conducive learning environment, which was categorized as moderate. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika di kelas VIII C SMP Negeri 2 Ngabang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ngabang. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa di kelas VIII C menggunakan cara menyebarkan angket dengan jumlah siswa 30 responden. Berdasarkan hasil penelitian tentang motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dapat disimpulkan bahwa rata-rata keseluruhan motivasi belajar siswa berkategorikan sedang dengan presentase 3% siswa yang memiliki motivasi belajar sangat tinggi dengan jumlah responden yaitu 1 orang, 40% siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan jumlah responden yaitu 12 orang, 50% siswa yang memiliki motivasi belajar sedang dengan jumlah responden yaitu 15 orang dan 7% siswa yang memiliki motivasi rendah dengan jumlah responden yaitu 2 orang. Mengenai masing-masing indikator motivasi belajar didapatkan rata-rata motivasi belajar yang berkategorikan sedang dengan presentase 53,83% pada indikator adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, 58,44% pada indikator adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar yang berkategorikan sedang, 38,66% pada indikator adanya cita-cita dan harapan di masa depan yang berkategorikan rendah, 71,33% pada indikator adanya penghargaan di dalam belajar yang berkategorikan tinggi, 82% pada indikator adanya kegiatan yang menarik dan perhatian dalam belajar yang berkategorikan sangat tinggi dan 54,66% pada indikator adanya lingkungan belajar yang kondusif yang berkategorikan sedang.
Eksplorasi Etnomatematika Tarian Nganjan dalam Upacara Adat Dall’o Pada Masyarakat Suku Dayak Uud Danum di Kecematan Serawai Kabupaten Sintang Tira, Anastasia; Liliana, Sepriani
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v4i4.2589

Abstract

This study aims to describe the mathematical elements contained in the Nganjan Dance performed during the Dall’o Dayak Uud Danum traditional ceremony in Serawai District, Sintang Regency. The method used is qualitative research with an ethnographic approach, involving observation, semi-structured interviews, and documentation to collect data from three informants. The results of the study indicate that the Nganjan Dance encompasses various fundamental mathematical activities such as calculating, measuring, designing, determining location, playing, and explaining. The identified mathematical elements in this dance include angles, geometric transformations, plane figures, and three-dimensional shapes. Each dance movement carries mathematical meaning that can be analyzed, such as the angular patterns formed in the movements and the use of geometric formations that demonstrate the relationship between dance and mathematics. The conclusion of this study is that the Nganjan Dance is not only a form of cultural expression but also contains mathematical elements that can enhance the public’s, especially students’, understanding of mathematical concepts within the context of local culture.