Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan global yang paling mendesak, mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan berbagai instrumen kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Di antara instrumen-instrumen ini, pajak karbon menonjol sebagai pendekatan berbasis pasar yang dirancang untuk menginternalisasi biaya lingkungan dari emisi karbon dan mendorong transisi berkelanjutan. Namun, konsekuensi ekonomi dan efektivitas kebijakan pajak karbon tetap menjadi subjek perdebatan yang berkelanjutan, dengan kekhawatiran tentang daya saing, keadilan, dan dampak sosial. Memahami manfaat lingkungan dan pertukaran ekonomi dari pajak karbon sangat penting untuk merancang kebijakan iklim yang efektif dan adil. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk secara sistematis memeriksa dampak ekonomi dan lingkungan dari penerapan pajak karbon sebagai instrumen kebijakan untuk mengurangi perubahan iklim. Kerangka Teoretis: Analisis ini didasarkan pada ekonomi lingkungan dan teori kebijakan iklim, dengan fokus pada hipotesis dividen ganda, mekanisme penetapan harga karbon, dan konsep efisiensi ekonomi dan keadilan dalam perpajakan lingkungan. Kerangka kerja ini juga menggabungkan perspektif integrasi kebijakan dan gagasan transisi yang adil menuju ekonomi rendah karbon. Metode: Penelitian ini mengadopsi pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Sebanyak 32 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dianalisis, yang bersumber dari basis data Scopus dan Web of Science. Kriteria inklusi meliputi studi empiris dan tinjauan yang ditinjau oleh rekan sejawat yang membahas aspek ekonomi dan lingkungan dari implementasi pajak karbon. Analisis ini mensintesis temuan secara kualitatif dan mengidentifikasi tren tematik serta kesenjangan penelitian. Hasil dan Diskusi: Temuan menunjukkan bahwa kebijakan pajak karbon umumnya efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), mendorong inovasi teknologi bersih, dan mempercepat peralihan ke ekonomi rendah karbon. Namun, implikasi ekonomi yang signifikan diamati, termasuk peningkatan biaya produksi, penurunan daya saing untuk industri yang intensif energi, dan potensi dampak regresif pada rumah tangga berpenghasilan rendah. Literatur menggarisbawahi perlunya desain kebijakan komprehensif yang menggabungkan skema kompensasi sosial, insentif inovasi, dan koordinasi internasional untuk mengurangi risiko kebocoran karbon. Secara khusus, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai efek spesifik di negara berkembang, integrasi dengan alat kebijakan iklim lainnya, dan implikasi jangka panjang terhadap ketahanan ekonomi. Implikasi Penelitian: Studi ini memberikan wawasan penting bagi para pembuat kebijakan dalam merancang sistem pajak karbon yang menyeimbangkan tujuan lingkungan dengan keberlanjutan ekonomi dan keadilan sosial. Hasil penelitian menekankan pentingnya langkah-langkah komplementer untuk meminimalkan dampak ekonomi yang merugikan dan memastikan transisi yang adil, terutama di negara-negara dengan perekonomian yang rentan. Orisinalitas/Nilai: Penelitian ini menawarkan sintesis sistematis dan terkini dari bukti empiris tentang konsekuensi ganda ekonomi dan lingkungan dari pajak karbon. Penelitian ini mengidentifikasi area penelitian yang kurang dieksplorasi, terutama mengenai negara berkembang dan integrasi kebijakan, yang berkontribusi pada perumusan kebijakan pajak karbon yang lebih efektif dan adil.