Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Influence of Intrinsic and Extrinsic Rewards on Employee Performance: PT Bumi Lancang Kuning Pusaka Pekanbaru Case Study Mitha Oktavia Syahfitri; Hamsal
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 11 No. 2 (2024): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v11i2.956

Abstract

In today's competitive business environment, ensuring optimal employee performance is critical for organizational success. Rewards, both intrinsic and extrinsic, play a vital role in motivating employees to perform at their best. The purpose of this study is to examine the influence of intrinsic and extrinsic rewards on employee performance. The research method used is quantitative, designed to explore specific aspects of the population and sample selected for the study. The population at PT. Bumi Lancang Kuning Pusaka consists of 119 individuals. In this study, the sample was determined using purposive sampling, resulting in 46 employees from the operational division at PT. Bumi Lancang Kuning Pusaka Pekanbaru being selected as respondents. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) software. The findings of this study reveal that both intrinsic and extrinsic rewards partially influence employee performance. Moreover, intrinsic and extrinsic rewards simultaneously have a significant impact on employee performance.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Membangun Budaya Organisasi Pada UMKM Kecamatan Rambah Hilir Rokan Hulu Deswarta; Masnur; Hamsal; Ferry Irawan; Insan Kamil Wahyudi
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/btwz9a45

Abstract

Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi atau instansi, selain itu Budaya organisasi juga tak kalah pentingnya. Budaya organisasi bisa menjadi instrument keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi mendukung strategi organisasi, memiliki strategi dalam menjalankan usaha/bisnis sangatlah penting agar dapat eksis dalam menghadapi iklim persaingan dan ekonomi yang cukup lesu saat ini. Oleh sebab itu peran budaya dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan. Dengan adanya dua komponen diatas diharapkan bagi para pemilik/karyawan UMKM bisa memaksimalkan kinerja mereka dan bisa mempertahankan usaha tersebut. Adapun Permasalahan yang ada pada usaha UMKM ini adalah perlunya meningkatkan kompetensi SDM kemudian membangun dan menguatkan budaya organisasi, meningkatkan manajemen strategi, keterampilan sehingga bisa meningkatkan kinerja UMKM dan bisa bertahan ditengah persaingan yang sengit pada saat ini. Pada intinya yang dimiliki SDM masih perlu ditingkatkan untuk menciptakan kesadaran mengenai pentingnya memiliki kompetensi dan membangun budaya kerja yang lebih baik baik sehingga bisa tetap bertahan dan sustainable. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.   Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah membuat rencana kegiatan pengabdian pada masyarakat yang meliputi tahap persiapan, perencanaan dan pelaksanaan.
SOSIALISASI AKAD SYARIAH PADA UMKM DESA PANDAU Syaefulloh; Hidayat; Hamsal; Ariyanto, Sanusi; Ayudia, Fitrien
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2025.25396

Abstract

Sosialisasi akad syariah pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa-desa seperti Pandau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai Islam. Program sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba, keadilan, dan pembagian keuntungan, serta untuk memperluas pemahaman pelaku UMKM tentang produk keuangan syariah yang dapat diakses untuk pengembangan usaha. Penelitian ini mengidentifikasi metode sosialisasi yang efektif, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Metode sosialisasi yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, pelatihan, dan pendampingan langsung, yang melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Selain itu, penguatan literasi digital dan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah juga menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan sosialisasi. Meskipun terdapat tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan, sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan minat pelaku UMKM terhadap pembiayaan syariah, serta mendorong perubahan perilaku bisnis yang lebih sesuai dengan prinsip syariah. Dampak positif dari sosialisasi ini termasuk peningkatan akses pembiayaan syariah, perubahan praktik bisnis yang lebih etis, dan penguatan daya saing UMKM di pasar. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh pendekatan partisipatif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan regulasi dan teknologi yang memadai.   The dissemination of Islamic finance agreements among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in villages such as Pandau is a strategic step to improve Islamic financial literacy, expand access to financing, and encourage Islamic-based economic growth. This socialization program aims to introduce Islamic economic principles, such as the prohibition of usury, justice, and profit sharing, as well as to broaden MSME actors' understanding of Islamic financial products that can be accessed for business development. This study identifies effective outreach methods, challenges faced, and the impact of these activities. Outreach methods used include interactive lectures, discussions, training, and direct mentoring, involving religious leaders, village officials, and MSME actors. In addition, strengthening digital literacy and collaborating with Islamic financial institutions are also important strategies in expanding the outreach. Despite challenges such as low Islamic finance literacy, infrastructure limitations, and resistance to change, this outreach has succeeded in increasing MSME actors' understanding and interest in Islamic financing, as well as encouraging business behavior changes that are more in line with Islamic principles. The positive impacts of this outreach include increased access to Islamic financing, more ethical business practices, and strengthened MSME competitiveness in the market. The success of this program was greatly influenced by a participatory approach, cross-sector collaboration, and adequate regulatory and technological support.
PERSEPSI KONSUMEN MUSLIM PEKANBARU TERHADAP LABEL HALAL PRODUK MARKETPLACE : STUDI FENOMENOLOGIS DI KALANGAN MAHASISWA Syamsilasmi; Hamsal; Fitri, Ayu
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2025.vol8(2).27269

Abstract

Era digitalisasi telah mengubah pola konsumsi masyarakat Muslim, termasuk dalam pembelian produk halal melalui marketplace. Keterbatasan interaksi fisik dengan penjual menimbulkan tantangan baru dalam memastikan kehalalan produk yang dibeli secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Muslim di Pekanbaru terhadap label halal pada produk yang dijual di marketplace, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap autentisitas label tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis, dengan informan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui survei secara mendalam dan dianalisis dengan metode reduksi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas, literasi digital halal, dan kepercayaan terhadap platform merupakan faktor utama yang membentuk perilaku pembelian produk halal di ranah digital. Meskipun kesadaran halal tinggi, kemampuan verifikasi digital masih terbatas, menyebabkan adanya kesenjangan antara niat dan perilaku konsumsi aktual. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara BPJPH, perbankan syari’ah, dan platform e-commerce untuk membangun sistem verifikasi halal digital yang kredibel. Selain itu, optimalisasi dana zakat dan wakaf produktif dapat diarahkan untuk mendukung edukasi literasi halal dan sertifikasi produk UMKM. Hasil ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur perilaku konsumen Muslim digital dan implikasi praktis bagi penguatan ekosistem ekonomi syari’ah di era digital.