Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKRINING DAN EDUKASI HIPERURISEMIA PADA PRA LANJUT USIA DAN LANJUT USIA DI DUSUN BESI SUKOHARJO SLEMAN YOGYAKARTA Marfianti, Erlina; Fitriyati, Yasmini; Budi Febriani, Tien; Suharni, atik; Widayati, Sri; Afievudin, Afievudin; Mujiyanto, Mujiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.2192

Abstract

ABSTRAK Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah lebih dari nilai normal. Kondisi ini mempengaruhi berbagai sistem organ, seperti persendian, tulang, sistem kardiovaskuler ataupun ginjal. Hiperurisemia sering terjadi pada usia lebih dari 50 tahun (pra lansia dan lansia). Pemahaman warga Besi Sukoharjo Sleman khususnya pra lansia dan lansia tentang pencegahan dan penanganan penyakit hiperurisemia berdasarkan survey wawancara masih rendah. Mayoritas warga menganggap penyakit ini biasa dan tidak membahayakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diselenggarkan pengabdian masyarakat di Besi Sukoharjo Sleman dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu survei pemahaman penyakit hiperurisemia, skrining hiperurisemia dengan pemeriksaan kadar asam urat pada pralansia dan lansia, edukasi dan konseling pada para pralansia dan lansia yang kadar asam urat tinggi, atau mempunyai faktor risiko hiperurisemia. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti total 64 orang, terdiri 32 (50%) pra lansia dan 32 (50%) lansia. Peserta yang mengalami hiperurisemia 23 orang (35.94%). Mayoritas usia peserta yang mengalami hiperurisemia adalah 50-59 tahun. Pralansia dan lansia dengan hiperurisemia  terdiri 21.73%  laki laki dan 78.26 % perempuan. Pemberian edukasi dan konseling meningkatkan pemahaman tentang penyakit hiperurisemia, pencegahan dan penanganannya yang diukur berdasarkan hasil wawancara sebelum edukasi dan setelah edukasi.   ABSTRACT Hyperuricemia is a condition in which uric acid level in the blood is higher than normal. This condition can have harmful effects on various organ systems, such as the joints, bones, cardiovascular system or kidneys. Hyperuricemia affects many people  over the age of 50  (pre-elderly and elderly). The understanding about  how to prevent and treat hyperuricemia is still low among the residents of Besi Sukoharjo Sleman, especially the pre-elderly and the elderly. The majority consider the disease to be normal and harmless. Solving the problem by holding community service which consists of several activity, namely  survey on understanding hyperuricemia, screening of hyperuricemia by examining uric acid levels, education and counseling for pre-elderly and elderly who have high uric acid levels, or have risk factors for hyperuricemia. A total of 64 people participated in the community service activity, consisting of 32 (50%) pre-elderly and 32 (50%) elderly. There were 23 participants (35.94% who experienced hyperuricemia). Most of them were 50-59 years old. Pre-elderly and elderly with hyperuricemia consisted of 21.73% male and 78.26% female. Education and counseling increases knowledge about symptoms, prevention and treatment of hyperuricemia as measured based on the results of interviews before and after education and counselling.
Perbedaan Tingkat Depresi dan Kecemasan pada Lansia dengan Penyakit Fisik di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan: Studi Komparatif Cross-sectional Al Husna, Hana Isnaini; Suharni, Atik; Nugraheni, Astarina Wisnu Adi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1911

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat depresi dan kecemasan dengan penyakit fisik pada lansia di wilayah perkotaan dan pedesaan. Desain penelitian menggunakan pendekatan komparatif cross-sectional dengan 50 responden (30 pedesaan, 20 perkotaan). Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Rating Scale for Depression (HRSD) dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA), dengan analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat depresi lansia di perkotaan dan pedesaan berbeda secara signifikan (p=0,000), sedangkan tingkat kecemasan di kedua wilayah tersebut tidak menunjukkan perbedaan yaang signifikan (p=0,058). Jenis penyakit fisik menunjukkan hasil berbeda di kedua wilayah tersebut, dengan hipertensi banyak di pedesaan (60%)  dan perkotaan lebih banyak penyakit yang berhubungan dengan pernafasan (10%). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan untuk lansia perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan psikologis di wilayah kota maupun desa. Hal ini menekankan pentingnya upaya pencegahan serta kebijakan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah yaitu perkotaan dan pedesaan.