Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Daya Hambat Ekstrak Jahe Merah (Zinger officinale var. Rubrum) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Penyebab Diare Ayusti Dirga; Indas Wari Rahman; Desyani Ariza; Sebastiana Elsye Teniwut
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 9 (2024): September
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Escherichia coli merupakan flora normal pada usus manusia maupun hewan yang dapat menjadi patogen apabila jumlahnya meningkat di dalam usus, sehingga bisa menyebabkan diare. Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan mendorong pentingnya upaya untuk menemukan langkah alternatif dengan pemberian obat-obatan pencegah infeksi dari bahan alam. Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat bakteri Escherichia coli yaitu jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui zona hambat ekstrak jahe merah dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode difusi Kirby-Bauer (paper disk). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah pada konsentrasi 25% tidak terdapat zona bening (tidak dapat menghambat), sedangkan konsentrasi 50%, 75%, dan 100% didapatkan rata-rata 4 mm, 5 mm, dan 7 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi hambat minimum 50%.
HUBUNGAN HBA1C ( hemoglobin terglikosilasi) DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA IBU HAMIL TRIMESTER KEDUA Amirah; Yudistira; Arlitha Deka Yana; Titi Purnama; Ka’ba Paharu; Desyani Ariza
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i1.1226

Abstract

Secara fisiologis kehamilan normal dapat digambarkan sebagai kondisi "resistensi insulin yang progresif". perubahan metabolisme karbohidrat dan lemak pada ibu hamil merupakan sebagai mekanisme fisiologis yang diperlukan untuk menyediakan bahan bakar metabolik dan nutrisi bagi janin, akan tetapi resiko terjadi peningkatan kadar kolesterol total, dan glukosa darah yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat berpotensi menimbulkan komplikasi, baik bagi ibu maupun janin. Ibu hamil dapat mengalami perubahan hormon dan metabolisme tubuh pada trimeter kedua sehingga mempengaruhi profil lipid dan mengakibatkan resistensi insulin yang akan meningkatkan risiko diabetes gestasional, serta mempengaruhi kadar HBA1C ( hemoglobin terglikosilasi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan HBA1C dengan kolesterol pada Ibu hamil trimester kedua. Metode penelitian menggunakan deskriptif observasi laboratorik. Sampel penelitian terdiri dari 32 ibu hamil trimester kedua yang diperiksa kadar HBA1C dan kolesterol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 22 (68,7 %) ibu hamil memiliki kadar HBA1C normal dan 10 (43.3 %) ibu hamil memiliki kadar HBA1C di atas nilai rujukan. Dan pada pemeriksaan kolesetrol diperoleh 9 (28,1%) ibu hamil memiliki kadar kolesterol normal dan 23 (71,8%) meningkat dari nilai rujukan, beradasarkan uji korelasi korelasi pearson HBA1C dengan Kolesterol ibu hamil trimester kedua nilai p : 0,241(p>0.05) yang menunjukkan bahwa korelasi kedua variabel tidak bermakna, artinya pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan anatar kadar HBA1c dengan kolesterol
Kadar Hemoglobin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Stadium Nefropati Diabetik Dalam Skrining Kejadian Anemia Desyani Ariza; Amirah; Andi Maya Kesrianti
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i4.609

Abstract

Diabetes Mellitus often causes disorders in other organs, one of which is kidney disorders, commonly known as Diabetic Nephropathy. Diabetic Nephropathy (DN) is a chronic microvascular complication of Diabetes Mellitus, which is the main cause of end-stage kidney disease. Decreased hemoglobin (Hb) levels, or anemia, are very common clinical manifestations found in patients with this impaired kidney function. Pathophysiologically, the decrease in hemoglobin in DN patients is multifactorial, involving absolute or relative erythropoietin (EPO) deficiency due to damage to renal peritubular interstitial cells. As a result, there is a significant disruption of erythropoiesis, which can disrupt the process of red blood cell maturation in the hematopoiesis process. Monitoring hemoglobin levels is a crucial parameter because anemia in this DN population often appears earlier and is more severe than in non-diabetic chronic kidney disease patients. Therefore, early identification of fluctuations in hemoglobin levels is crucial in clinical management to prevent worsening of the systemic condition of patients with Diabetic Nephropathy. This study aims to review Hemoglobin levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Based on Diabetic Nephropathy Stage in Anemia Screening. The method in this study used Descriptive Analytical with a sample of 47 respondents who met the inclusion criteria. The sampling and research location were conducted at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar. Hemoglobin measurements were measured using Sysmex Series XN-1000 with the Flowcytometry tool method. The results of the study found normal Hb levels (not anemic) in 25 respondents (53.20%), Mild Anemia in 6 respondents (12.80%), Moderate Anemia in 13 respondents (27.60%) and Severe Anemia in 3 respondents (6.40%). From these data, it is known that not all Diabetic Nephropathy patients in this study experienced Anemia.