Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Dini Obesitas Berdasarkan Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Siswa SMA Wahyu Kota Makassar Dirga, Ayusti; Risky Nurul Fadlila R.N; Andi Maya Kesrianti
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian obesitas pada remaja mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh usia, berat badan, aktivitas tubuh, jenis kelamin, genetik, distribusi lemak tubuh, asupan makanan, pengetahuan gizi dan pola hidup seseorang. Obesitas dapat diketahui dengan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) menggunakan data berat badan dan tinggi badan. Tujuan Kegiatan ini yaitu mendeteksi secara dini obesitas dengan pemeriksaan IMT pada siswa Kelas XI SMA Wahyu Kota Makassar serta memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang bahaya obesitas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan mendata jenis kelamin, mengukur berat badan dan tinggi badan masing-masing anak, kemudian dihitung IMT-nya dengan rumus. Hasil pemeriksaan IMT pada siswa kelas XI SMA Wahyu  menunjukkan terdapat 4 orang anak (8,70%) obesitas, 6 orang (13,04%) overweight, 14 orng (30,43%) underweight dan 22 orang (47,83%) normal. Hal ini menunjukkan bahwa angka kejadian obesitas masih rendah, namun tetap harus diberi edukasi agar tidak terjadi peningkatan.
Deteksi Gen blaTEM Salmonella typhi sebagai Penanda Resistensi Ampisilin Pada Sampel Darah Pasien Demam Tipoid Nurfitri Arfani; Indas Wari Rahman; A. Meryam Susanti; Andi Maya Kesrianti; Hilda Suku; Risky Nurul Fadlila RN; Ayusti Dirga
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deman tifoid adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella typhi, dengan penularan melalui jalur fekal oral pada makanan dan minuman yang terkontaminasi kemudian masuk ke tubuh. Penanganan demam tifoid biasanya menggunakan jenis antibiotik ampisilin, penisilin, amoksisilin, namun penggunaan antibiotik ini sudah banyak yang mengalami resistensi antibiotik. Salah satu antibiotik yang sering mengalami resistensi adalah ampisilin yang dikode oleh gen blaTEM (ꞵ-Lactamase Temoneira) pada Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen blaTEM Salmonella typhi sebagai penanda resistensi ampisilin pada penderita demam tipoid. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional study menggunakan sampel darah untuk mendeteksi spesies bakteri dan gen pengkode resistensi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan dari 20 sampel yang dideteksi Salmonella typhi, ditemukan satu sampel yang positif berdasarkan hasil visualisasi elektroforesis yaitu pada target pita 401 bp, kemudian sampel yang positif tersebut dilanjutkan deteksi gen dan ditemukan gen blaTEM pada target pita 717 bp. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdeteksi satu sampel (5%) gen blaTEM Salmonella typhi dari sampel darah penderita demam tifoid dengan metode PCR
Kadar Hemoglobin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Stadium Nefropati Diabetik Dalam Skrining Kejadian Anemia Desyani Ariza; Amirah; Andi Maya Kesrianti
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i4.609

Abstract

Diabetes Mellitus often causes disorders in other organs, one of which is kidney disorders, commonly known as Diabetic Nephropathy. Diabetic Nephropathy (DN) is a chronic microvascular complication of Diabetes Mellitus, which is the main cause of end-stage kidney disease. Decreased hemoglobin (Hb) levels, or anemia, are very common clinical manifestations found in patients with this impaired kidney function. Pathophysiologically, the decrease in hemoglobin in DN patients is multifactorial, involving absolute or relative erythropoietin (EPO) deficiency due to damage to renal peritubular interstitial cells. As a result, there is a significant disruption of erythropoiesis, which can disrupt the process of red blood cell maturation in the hematopoiesis process. Monitoring hemoglobin levels is a crucial parameter because anemia in this DN population often appears earlier and is more severe than in non-diabetic chronic kidney disease patients. Therefore, early identification of fluctuations in hemoglobin levels is crucial in clinical management to prevent worsening of the systemic condition of patients with Diabetic Nephropathy. This study aims to review Hemoglobin levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Based on Diabetic Nephropathy Stage in Anemia Screening. The method in this study used Descriptive Analytical with a sample of 47 respondents who met the inclusion criteria. The sampling and research location were conducted at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar. Hemoglobin measurements were measured using Sysmex Series XN-1000 with the Flowcytometry tool method. The results of the study found normal Hb levels (not anemic) in 25 respondents (53.20%), Mild Anemia in 6 respondents (12.80%), Moderate Anemia in 13 respondents (27.60%) and Severe Anemia in 3 respondents (6.40%). From these data, it is known that not all Diabetic Nephropathy patients in this study experienced Anemia.