Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI APLIKASI SIAPIK MELALU PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BAGI UMKM KOMUNITAS JAWARA DEPOK Lestari, Utami; Setya, Yusep; Pratiwi, Desyria; Suhartati, Titi; Buntoro, Agus; Aldiyansah, Rio
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2024
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v4i2.1005

Abstract

Komunitas Jaringan Wirausaha Depok (Komunitas JAWARA) sebagai salah satu asosiasi UMKM di Depok, dengan jumlah anggota yang terus tumbuh dan telah mencapai lebih dari 5.000 UMKM, memiliki berbagai permasalahan, salah satunya pengelolaan keuangan/akuntansi. Hal ini karena para pelaku usaha mikro tersebut memiliki keterbatasan pengetahuan akuntansi, kekurangan SDM, dan kurang pemahaman atas arti pentingnya pelaporan keuangan bagi keberlanjutan usaha. Adanya aplikasi SIAPIK yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) yang diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM dalam pencatatan transaksi usaha UMKM, belum sepenuhnya dipahami dan dapat digunakan oleh anggota. Kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini ditujukan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan Aplikasi SIAPIK bagi UMKM anggota Komunitas JAWARA di bidang usaha jasa. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta, diikuti 50 pelaku usaha mikro yang menjadi anggota komunitas cabang Cinere, Beji dan Limo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan untuk memastikan seluruh peserta telah dapat dengan lancar menggunakan aplikasi tersebut. Kegiatan PkM ini menghasilkan modul (telah dicatatkan hak ciptanya) yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Diharapkan dengan kegiatan PkM ini para pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan keterampilannya dalam arti sudah dapat mengelola sendiri keuangan usaha melalui penggunaan aplikasi SIAPIK, yang pada akhirnya mampu mempertahankan kelangsungan usaha mereka.
PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM KAITANNYA DENGAN PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Laili Rohmi, Misfi; Pratiwi, Desyria; Alifa Ramadhani, Annisa
Ekonomi & Bisnis Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Ekonomi & Bisnis Desember 2023
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v22i2.6307

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensi yang terus dihadapi masyarakat Indonesia. Kemiskinan tidak lepas dari buruknya kualitas sumber daya manusia akibat rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan, salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang fokus pada peningkatan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan (KPM) bagi keluarga penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Program Perhetoivo (PKH) terhadap pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Bahan penelitian diambil dari berbagai buku, jurnal ilmiah dan laporan penelitian terkait. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pengentasan kemiskinan berbasis perlindungan sosial yang dapat menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan dan pendidikan. Kata Kunci: Program Keluarga Harapan (PKH), Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kesehatan, dan pendidikan
Peningkatan Visibilitas Bisnis, Pemasaran Media Sosial, dan Pembukuan Digital UMKM Vidyasari, Rahmanita; Pratiwi, Desyria; Alyssa, Heidy Puspa; Cahya, Nilam; Aghna, Nashwa Alia; Tajuddin, Arif Hafiidh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0zz8em66

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ekonomi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui pelatihan optimalisasi Google Business Profile, pemasaran media sosial, dan pembukuan digital. Program dilaksanakan selama dua bulan di Kabupaten Bogor dengan rangkaian kegiatan berupa pelatihan tatap muka, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada pelaku UMKM dalam mengimplementasikan materi yang diberikan. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset komunitas yang telah dimiliki sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha. Google Business Profile dimanfaatkan untuk memperkuat visibilitas dan aksesibilitas informasi usaha, sementara strategi pemasaran digital difokuskan pada penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Pembukuan digital diperkenalkan sebagai alat yang membantu UMKM mencatat transaksi secara akurat dan memantau kondisi keuangan secara lebih teratur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Skor rata-rata pada domain Penggunaan Teknologi Marketing meningkat dari 10,47 menjadi 14,47; domain Penerapan Digital Marketing meningkat dari 6,93 menjadi 14,37; dan domain Keberhasilan Usaha meningkat dari 7,10 menjadi 14,90. Peningkatan ini menunjukkan potensi kontribusi program dalam memperkuat kesiapan dan kapasitas digital UMKM, meski verifikasi jangka panjang masih diperlukan untuk menilai keterkaitannya dengan performa dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Digital Capacity Building for MSMEs through Business Visibility, Social Media Marketing, and Digital Bookkeeping Abstract Digital transformation has become a strategic necessity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to survive and compete in the technology-based economic era. This community service activity aims to increase the digital capacity of MSMEs through training on optimizing Google Business Profile, social media marketing, and digital bookkeeping. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach in developing MSMEs in Bogor Regency, focusing on strengthening assets that are already owned by the community to increase competitiveness and business sustainability, as well as direct assistance to MSME actors in the target area. Google Business Profile is used to improve visibility and accessibility of business information in search engines, while digital marketing strategies emphasize the use of social media and e-commerce platforms to expand market reach efficiently. Digital bookkeeping is introduced to help MSMEs record transactions accurately, monitor cash flow, and make data-based decisions. The results of the pre-test and post-test evaluation show a significant increase in participants' understanding of the use of digital technology in business operations. The average pre-test score for the Marketing Technology Usage domain was 10.47, increasing to 14.47 in the post-test. For the Digital Marketing Implementation domain, it increased from 6.93 to 14.37, and for the Business Success domain, it increased from 7.10 to 14.90. The implementation of this strategy is expected to encourage business growth, strengthen competitiveness, and foster MSME sustainability amid digital economic development.
Peningkatan Visibilitas Bisnis, Pemasaran Media Sosial, dan Pembukuan Digital UMKM Vidyasari, Rahmanita; Pratiwi, Desyria; Alyssa, Heidy Puspa; Cahya, Nilam; Aghna, Nashwa Alia; Tajuddin, Arif Hafiidh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0zz8em66

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah ekonomi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui pelatihan optimalisasi Google Business Profile, pemasaran media sosial, dan pembukuan digital. Program dilaksanakan selama dua bulan di Kabupaten Bogor dengan rangkaian kegiatan berupa pelatihan tatap muka, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada pelaku UMKM dalam mengimplementasikan materi yang diberikan. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset komunitas yang telah dimiliki sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha. Google Business Profile dimanfaatkan untuk memperkuat visibilitas dan aksesibilitas informasi usaha, sementara strategi pemasaran digital difokuskan pada penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Pembukuan digital diperkenalkan sebagai alat yang membantu UMKM mencatat transaksi secara akurat dan memantau kondisi keuangan secara lebih teratur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Skor rata-rata pada domain Penggunaan Teknologi Marketing meningkat dari 10,47 menjadi 14,47; domain Penerapan Digital Marketing meningkat dari 6,93 menjadi 14,37; dan domain Keberhasilan Usaha meningkat dari 7,10 menjadi 14,90. Peningkatan ini menunjukkan potensi kontribusi program dalam memperkuat kesiapan dan kapasitas digital UMKM, meski verifikasi jangka panjang masih diperlukan untuk menilai keterkaitannya dengan performa dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Digital Capacity Building for MSMEs through Business Visibility, Social Media Marketing, and Digital Bookkeeping Abstract Digital transformation has become a strategic necessity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to survive and compete in the technology-based economic era. This community service activity aims to increase the digital capacity of MSMEs through training on optimizing Google Business Profile, social media marketing, and digital bookkeeping. The implementation method uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach in developing MSMEs in Bogor Regency, focusing on strengthening assets that are already owned by the community to increase competitiveness and business sustainability, as well as direct assistance to MSME actors in the target area. Google Business Profile is used to improve visibility and accessibility of business information in search engines, while digital marketing strategies emphasize the use of social media and e-commerce platforms to expand market reach efficiently. Digital bookkeeping is introduced to help MSMEs record transactions accurately, monitor cash flow, and make data-based decisions. The results of the pre-test and post-test evaluation show a significant increase in participants' understanding of the use of digital technology in business operations. The average pre-test score for the Marketing Technology Usage domain was 10.47, increasing to 14.47 in the post-test. For the Digital Marketing Implementation domain, it increased from 6.93 to 14.37, and for the Business Success domain, it increased from 7.10 to 14.90. The implementation of this strategy is expected to encourage business growth, strengthen competitiveness, and foster MSME sustainability amid digital economic development.
Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Digital Terhadap Kinerja Admin Petty Cash pada PT ABC Naimah, Lina; Pratiwi, Desyria
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6061

Abstract

Sistem informasi akuntansi berbasis digital memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan petty cash, khususnya pada perusahaan food and beverage yang memiliki intensitas transaksi tinggi dan memerlukan ketepatan, kecepatan, serta pengendalian data keuangan yang baik. Meskipun mampu meningkatkan akurasi pencatatan, efisiensi kerja, dan kepatuhan terhadap prosedur, implementasinya masih menghadapi kendala teknis yang dapat menghambat aktivitas operasional. Selain itu, penelitian mengenai evaluasi sistem informasi akuntansi pada pengelolaan petty cash umumnya masih berfokus pada manfaat sistem, sedangkan kajian mengenai kesesuaian antara teknologi dan kebutuhan kerja admin petty cash masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi berbasis digital, menilai kinerja admin petty cash, serta mengevaluasi kesesuaian sistem menggunakan pendekatan Task Technology Fit (TTF). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga informan yaitu, supervisor, admin petty cash, dan staf IT. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisi menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telah mendukung proses pencatatan, verifikasi, dan pelaporan petty cash secara lebih terstruktur sesuai kebutuhan pekerjaan admin. Namun, masih ditemukan gangguan server error sebanyak 2 -3 kali dalam satu minggu dengan durasi sekitar 15-30 menit, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan yang pada kondisi normal sekitar 1-2 jam dapat meningkat menjadi 3-4 jam ketika terjadi gangguan, Berdasarkan evaluasi menggunakan pendekatan TTF, sistem memiliki tingkat kesesuaian yang baik dengan karakteristik tugas admin petty cash, namun aspek keandalan infrastruktur teknologi masih perlu ditingkatkan agar dukungan sistem terhadap kinerja penggunaan dapat berlangsung secara lebih optimal dan berkelanjutan. Evaluation of the Digital Based Accounting Information System on the Performance of the Petty Cash Administrator at PT ABC Abstract Digital Accounting Information Systems (AIS) play a significant role in supporting petty cash management, particularly in food and beverage companies with high transaction volumes that require accuracy, timeliness, and efficient financial administration. Despite the benefits offered by digital systems, technical issues may still disrupt operational activities. Previous studies have primarily focused on the advantages of accounting information systems, while limited attention has been given to evaluating the alignment between system capabilities and the job requirements of petty cash administrator, and evaluate the system using the Task-Technology Fit (TTF) framework. This research employed a qualitative case study approach involving three key informants: an accounting supervisor, a petty cash administrator, an IT staff member. Data were collected through interviews, observations, and documentation, the analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source and technique triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that the accounting information system adequately supports transaction recording, verification, and reporting processes in accordance with the administrator’s job requirements. However, server interruptions occurred approximately two to three times per week, lasting 15-30 minutes, which increased task completion time from 1-2 hours under normal conditions to 3-4 hours during system disruptions. Based on the TTF evaluation, the system demonstrates a satisfactory level of alignment with the operational requirements of petty cash management. Nevertheless, improvements in system reliability and IT infrastructure are necessary to ensure more consistent support for users’ performance.