Ningsih , Vinna Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kesulitan dan Etos Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Berbasis Kasus (Case Based Learning) di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi Fitri, Adelina; Ningsih , Vinna Rahayu; Putra, Ashar Nuzulul; Putri, Fitria Eka; Hubaybah, Hubaybah
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : PGRI Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v5i1.228

Abstract

The learning system that only focuses on delivering material from lecturers should be replaced with two-way learning between lecturers and students. Case-Based Learning (CBL) is one of the learning systems that emphasizes student activeness during lectures. The role of the lecturer is no longer as a material provider with the lecture method, but only as a facilitator in providing direction to students so that the discussion does not get out of the substance of the ongoing course. From the research, it was found that students have difficulty learning CBL if there are other activities outside of learning, such as extracurricular activities, family problems, and even romance. For their own learning ethos, students have enthusiasm if the lecture is conducted using the CBL method. They are eager to find out about the cases given, do assignments without delay, and have a high level of confidence when doing assignments. Difficulties in applying CBL in Epidemiology Methods courses come from non-academic sources, such as family problems, extracurricular activities. Lecturers as educators are expected to apply various learning methods, and involve students more actively during lectures.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare pada Santri Putri MTS di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Jambi Futri, Selli; Sari, Puspita; Ningsih , Vinna Rahayu; Ridwan, M.; Azhari, Muhammad Rifqi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1441

Abstract

Penyakit menular merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh organisme seperti bakteri, jamur, virus dan parasit. Penyakit diare merupakan kondisi dimana bentuk dan konsistensi feses menjadi lunak hingga cair dengan sering buang air besar sebanyak lebih dari 3 kali disertai dengan adanya muntah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada santri putri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Jambi. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dan Jenis penelitian dengan pendekatan cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan suatu jenis penelitian yang hanya dilakukan sekali saja pada saat pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah santri kelas 7 sebanyak 104, sedangkan pengambilan sampel menggunakan rumus Lameshow sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh 65% responden mengalami diare, Ada hubungan antara kebiasaan buang air besar (p=0,000), kebiasaan cuci tangan (p=0,002) dan kebersihan kuku (p=0,001) dengan kejadian diare pada santri putri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Jambi. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan buang air besar (BAB), kebiasaan cuci tangan dan kebersihan kuku dengan kejadian diare pada santri putri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Jambi. Saran, hasil penelitian ini menjadi bahan masukan kepada pihak Pondok Pesantren Al-Hidayah agar dapat memberikan informasi dengan memberikan foster atau papan informasi mengenai kejadian diare pada santri dan pencegahannya.Penelitian ini memberikan bukti penting bagi pengelola pesantren untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan berbasis perilaku kebersihan pribadi guna menurunkan kejadian diare di lingkungan pondok pesantren.